tirto.id - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Lena Maryana mengatakan kotak suara berbahan apapun tetap berpotensi mengalami kecurangan, termasuk berbahan karton kedap air maupun alumunium.
"Kecurangan-kecurangan yang dilakukan berpotensi merugikan TKN, jadi bukan hanya merugikan BPN," kata Lena kepada Tirto, Senin (17/12/2018).
Apalagi keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mengubah kotak suara yang sebelumnya berbahan alumunium menjadi karton kedap air, menjadi kepedulian dari TKN.
"Oleh karena itu mengenai kotak suara ini (karton kedap air), itu menjadi kepedulian kami juga dari TKN," tambahnya.
Senada dengan TKN, Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN), Faldo Maldini menuturkan bahan apapun tidak menjadi masalah. Namun, hal yang paling penting adalah tidak mempermudah terjadinya tindak kecurangan.
"Publik itu butuh kepastian. Dengan apa yang tersebar di media saat ini, kotak suara berbahan kardus ini malah membuat masyarakat semakin resah," ucap Faldo kepada Tirto, Minggu (16/12/2018).
Apalagi biaya penyelenggaraan pemilu mencapai triliunan rupiah. "Apa artinya uang dihabiskan sebanyak itu bila legitimasi pesta demokrasi kita itu lemah di mata masyarakat," pukasnya.
Berdasarkan Peraturan KPU No.15 Tahun 2018 mengenai spesifikasi, kotak suara terbuat dari bahan karton kedap air yang pada satu sisinya bersifat transparan. Memiliki bentuk kotak yang kokoh pada setiap sisinya dengan ukuran 40 x 40 x 60 cm.
Memiliki warna putih dengan tulisan KPU di salah satu sisi dan jendela plastik mika di sisi depan. Kemudian, kotak suara merupakan barang habis pakai.
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Alexander Haryanto