Menuju konten utama

Tips Mudik Aman ala Julian Johan, Waspadai Bahaya Microsleep

Pembalap Dakar Julian Johan berbagi tips mudik aman, termasuk mewaspadai microsleep yang dapat terjadi akibat kurang tidur saat berkendara.

Tips Mudik Aman ala Julian Johan, Waspadai Bahaya Microsleep
Dalam rangka menyemarakkan bulan Ramadan, Tirto menggelar kegiatan #RoadToFitri di Dia.Lo.Gue Artspace Kemang, Jakarta, pada Minggu (8/3/2026). tirto.id/Peter Jonathan.

tirto.id - Perjalanan mudik jarak jauh sering kali membuat pengemudi kelelahan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko microsleep, yakni tertidur sejenak tanpa disadari saat berkendara.

Hal ini menjadi salah satu pesan yang disampaikan pembalap reli Dakar Julian Johan (Jeje) dalam kegiatan #RoadToFitri yang diselenggarakan oleh Tirto di Dia.Lo.Gue Artspace Kemang, Jakarta pada Minggu (8/3/2026).

Acara yang disponsori oleh AQUA dan PT Emas Antam Indonesia, serta didukung oleh Telkomsel, Kopi Tuku, dan Dia.Lo.Gue Artspace tersebut membahas berbagai persiapan perjalanan mudik, mulai dari kondisi kendaraan hingga kesiapan fisik pengemudi.

Menurut Jeje, banyak orang lebih fokus mempersiapkan kendaraan sebelum mudik, seperti melakukan servis mobil atau mengganti oli. Padahal faktor paling penting justru berasal dari kondisi pengemudi.

“Yang sering dilupakan sebenarnya bukan mobilnya, tapi orangnya. Kita sebagai pengemudi harus benar-benar siap secara fisik,” tegas Jeje pada Minggu.

Salah satu risiko yang sering muncul dalam perjalanan panjang adalah microsleep, yaitu kondisi ketika seseorang tertidur sangat singkat, biasanya hanya beberapa detik, tanpa disadari.dr. Samuel Stemi dari Universitas IPB menjelaskan bahwa microsleep merupakan episode tidur singkat yang dapat berlangsung sekitar 1 hingga 30 detik dan terjadi secara tiba-tiba tanpa disengaja. Kondisi ini berbahaya jika terjadi saat mengemudi karena pengemudi dapat kehilangan kendali kendaraan selama beberapa detik tersebut.

Meski terdengar singkat, dampaknya bisa sangat fatal. Dalam kecepatan tinggi, beberapa detik saja cukup membuat kendaraan melaju puluhan meter tanpa kendali.

Studi serupa juga menunjukkan bahwa saat microsleep terjadi, kemampuan pengemudi untuk mengendalikan kendaraan menurun secara signifikan, termasuk dalam menjaga arah kendaraan dan merespons kondisi di jalan.

Menurut Jeje, kondisi tersebut sering dipicu oleh kelelahan atau kurang istirahat saat perjalanan jauh. Karena itu ia mengingatkan pentingnya menjaga kondisi tubuh sebelum dan selama perjalanan.

“Cukup istirahat sebelum berangkat itu penting sekali. Kalau kurang tidur, risikonya bisa terjadi microsleep,” ujarnya.

Selain istirahat yang cukup, Jeje juga menyoroti pentingnya menjaga emosi saat berkendara. Menurutnya, pengemudi sebaiknya tidak terpancing emosi ketika menghadapi situasi di jalan. Ia menilai memberi jalan kepada pengendara lain bukan berarti kalah, melainkan cara untuk menjaga keselamatan selama perjalanan.

“Waktu kita terlalu berharga untuk meladeni emosi di jalan,” ujar Jeje.

Bagi Jeje, perjalanan mudik yang aman bukan hanya soal kendaraan yang siap digunakan, tetapi juga tentang kesiapan mental dan fisik pengemudi.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis