Menuju konten utama

Tidak Benar, Bahlil Umumkan BBM Naik 10% Per 1 April 2026

Mensesneg, Prasetyo Hadi, juga menegaskan PT Pertamina (Persero) tidak akan menyesuaikan harga BBM baik untuk kategori subsidi maupun non-subsidi.

Tidak Benar, Bahlil Umumkan BBM Naik 10% Per 1 April 2026
Periksa Fakta Bahlil BBM Naik. foto/Fuad

tirto.id - Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook mengklaim Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia mengumumkan bahwa per tanggal 1 April harga bahan bakar minyak (BBM) akan naik 10 persen. Masyarakat diimbau agar mematikan sepeda motor jika tidak digunakan untuk menghemat BBM.

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Nexs Times” (arsip) pada Selasa (31/03/2026). Dalam unggahan tersebut menunjukkan momen peninjauan fasilitas avtur di bandara oleh pihak Pertamina Patra Niaga dan menampilkan gambar Bahlil di bagian bawah.

Bahlil menginformasikan pertanggal 1 April Harga BBM akan naik 10%. Matikan sepeda motor anda jika tidak digunakan,” begitu narasi yang dituliskan dalam gambar.

Dalam keterangan unggahan dituliskan juga bahwa Bahlil menaikkan harga BBM akibat kapal Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz dan Iran tidak mengizinkan kapal sekutu AS melintasinya, termasuk Indonesia.

Menteri ESDM bahlil menghimbau masyarakat tertanggal 1 April 2026 harga BBM akan naik 10%. Bahlil juga meminta masyarakat mematikan kendaraan jika selesai digunakan.Naiknya BBM diakibatkan oleh Kapal pertamina yang tertahan di selat Hormuz. Isunya Iran tidak mengijinkan kapal sekutu AS lewat termasuk Indonesia mata2 Israel,” begitu keterangan tertulis dalam unggahan.

Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (01/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 88 likes, 170 komentar, dan 4 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi kritik masyarakat terhadap Bahlil dan sebagian tidak mempercayai informasi tersebut.

Lantas, benarkah Bahlil umumkan BBM naik 10% per tanggal 1 April 2026?

Periksa Fakta Bahlil BBM Naik
Periksa Fakta Bahlil BBM Naik. foto/Hotline periksa fakta tirto

Penelusuran Fakta

Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Bahlil mengumumkan BBM naik 10% per tanggal 1 April 2026.

Kami justru diarahkan ke laman Kompas.com yang menampilkan gambar asli pada unggahan tersebut. Gambar dalam unggahan tidak ada kaitannya dengan Bahlil umumkan BBM naik. Gambar tersebut merupakan dokumentasi operasi bantuan udara tetap diperkuat. Pertamina Patra Niaga menjamin pasokan avtur untuk kebutuhan pesawat Hercules dan helikopter yang digunakan untuk evakuasi serta penyaluran logistik bagi masyarakat.

Melansir laman Kementerian ESDM, pemerintah utamakan kepentingan rakyat di tengah gejolak energi global. Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah memutuskan untuk tidak melakukan penyesuaian harga BBM subsidi. Dengan demikian, harga Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) dan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) tetap sama seperti saat ini. Adapun untuk Jenis Bahan Bakar Umum (JBU) atau BBM nonsubsidi, pembahasannya masih dilakukan bersama Badan Usaha Niaga BBM.

Dalam rangkuman Tirto, “Istana Pastikan Harga BBM Pertamina Tak Naik di April 2026”, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menegaskan PT Pertamina (Persero) tidak akan menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) baik untuk kategori subsidi maupun non-subsidi. Jadi, tidak akan ada kenaikan harga BBM subsidi dan nonsubsidi.

Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi,” begitu keterangan Mensesneg Prasetyo kepada awak media, Selasa (31/3/2026).

Prasetyo menjelaskan, keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi dan non subsidi diambil setelah pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan koordinasi dengan Pertamina atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

Setelah kami melakukan koordinasi dalam hal ini pemerintah dan Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina dan atas petunjuk dari Bapak Presiden. Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan,” begitu keterangan Prasetyo.

Masyarakat diimbau agar tidak panik ataupun resah karena tidak ada penyesuaian harga BBM. Apalagi, pemerintah juga menjamin ketersediaan pasokan BBM, kendati gejolak pasokan energi akibat perang Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran masih terus berlangsung.

Senada dengan itu, Tirto juga menulis, pemerintah memastikan belum ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi maupun non subsidi dalam waktu dekat. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa harga BBM subsidi bersifat tetap, tanpa ada kenaikan ataupun penurunan.

Kami sampaikan pemerintah atas arahan Presiden penyesuaian harga BBM subsidi tidak ada penyesuaian naik atau turun, artinya flat masih pakai harga sekarang,” begitu keterangan Bahlil dalam konferensi pers secara daring, Selasa (31/3/2026).

Dengan demikian, harga BBM Pertamina tetap berlaku di seluruh Indonesia pada 1 April 2026. Untuk BBM subsidi, jenis Pertalite masih dipatok Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Bahlil tidak pernah mengumumkan bahwa BBM naik 10% per tanggal 1 April 2026.

Sementara untuk BBM nonsubsidi, berikut daftar harga yang berlaku per 1 April 2026, yang masih mengikuti harga sebelumnya:

Harga BBM Pertamina

  • Pertamax: Rp12.300 per liter
  • PertamaxTurbo: Rp13.100 per liter
  • PertamaxGreen 95: Rp12.900 per liter
  • Dexlite: Rp14.200 per liter
  • PertaminaDex: Rp14.500 per liter
Harga BBM Shell

  • Shell Super: Rp12.390 per liter
  • Shell V-Power Diesel: Rp14.620 per liter
Harga BBM BP

  • BP 92: Rp12.390 per liter
  • BP Ultimate: Rp12.930 per liter
  • BP Diesel: Rp14.610 per liter
Harga BBM Vivo

  • Revvo 90: Rp12.090 per liter
  • Revvo 92: Rp12.390 per liter
  • Revvo 95: Rp12.930 per liter
  • Diesel Primus Plus: Rp14.610 per liter
Dengan demikian, klaim yang menyebutkan Bahlil umumkan BBM naik 10% per tanggal 1 April 2026 adalah tidak benar. Sampai artikel ini ditulis tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

Kesimpulan

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan Bahlil umumkan BBM naik 10% per tanggal 1 April 2026 adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

Dalam siaran pers Kementerian ESDM pada 31 Maret 2026, Pemerintah memutuskan untuk tidak melakukan penyesuaian harga BBM subsidi.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, juga menegaskan PT Pertamina (Persero) tidak akan menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) baik untuk kategori subsidi maupun non-subsidi. Jadi, tidak akan ada kenaikan harga BBM subsidi dan nonsubsidi.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait HARGA BBM atau tulisan lainnya dari Tim Riset Tirto

tirto.id - Periksa Fakta
Penulis: Tim Riset Tirto
Editor: Tim Riset Tirto