Tata Cara Shalat Gerhana Bulan Sendiri di Rumah dan Bacaan Niat

Kontributor: Abdul Hadi - 9 Mei 2022 12:00 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Tata cara shalat gerhana bulan sendiri di rumah. Berikut selengkapnya.
tirto.id - Bagaimana tata cara shalat gerhana bulan sendiri di rumah?

Dalam buku Fiqih Shalat Gerhana (2019), Isnan Ansory menuliskan bahwa salat gerhana hukumnya sunah dan memperoleh pahala bagi yang mendirikannya.

Dalilnya adalah sabda Nabi Muhammad SAW:

”Jika kalian melihat gerhana [matahari atau bulan], maka bersegeralah untuk melaksanakan salat,” (H.R. Bukhari).

Data astronomi menunjukkan bahwa pada Rabu, 26 Mei 2021 akan terjadi gerhana bulan total. Dalam Islam, istilahnya adalah khusuful qamar (خوف القمر) yang diperkirakan berlangsung sejak pukul 18.09-20.51 WIB.

Dalam rentang gerhana tersebut, umat Islam dapat melakukan salat gerhana sebagaimana yang dianjurkan Rasulullah Saw.

“Mempertimbangkan waktu terbit bulan di masing-masing daerah, maka salat gerhana bisa dilakukan pada rentang setelah salat Maghrib sampai selesai gerhana sesuai dengan waktu di atas [18.09-20.51],” kata Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin di Jakarta, Senin (24/5/2021), dikutip laman Kemenag.

Namun, karena pandemi Covid-19 belum mereda di Indonesia, salat gerhana berjemaah di masjid harus tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti membawa sajadah masing-masing dari rumah, mengenakan masker, menjaga jarak antar jemaah, hingga menghindari bersalaman.

Sementara itu, di kawasan yang tinggi penyebaran Covid-19 (zona merah dan zona oranye), maka salat gerhana dapat dilakukan sendirian (munfarid) atau di rumah masing-masing.

Bagaimana cara mendirikan salat gerhana sendirian? Berikut ini tata caranya sebagaimana dilansir dari NU Online.

Panduan Salat Gerhana Bulan Sendirian


Jika seorang muslim bermaksud mendirikan salat gerhana bulan sendirian, ia dapat melakukan tata cara sebagai berikut.

1. Niat dalam hati atau dilafalkan. Bacaan niat salat gerhana adalah sebagai berikut:

صَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى

Bacaan latinnya "Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ."

Artinya: “Saya berniat salat sunah gerhana bulan dua rakaat karena Allah SWT.”

2. Mengucapkan takbir (الله أكبر/Allahu Akbar).
3. Membaca ta'awudz dan surah Al-Fatihah. Kemudian, dilanjutkan dengan membaca salah satu surat pendek Al-Quran.
4. Rukuk.
5. Iktidal.
6. Sujud pertama.
7. Duduk di antara dua sujud.
10. Sujud kedua.
11. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.
12. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Durasi pengerjaan rakaat kedua sebaiknya lebih pendek daripada rakaat pertama.
13. Salam.
14. Membaca istigfar dan doa

Shalat sunah gerhana bulan juga dapat dikerjakan dengan ringkas. Bahkan menurut ulama mazhab Syafi'i, hanya membaca surat Al-Fatihah saja pada setiap rakaat tanpa surat lainnya dianggap sah sebagai salat sunah gerhana.

Jumlah rakaatnya tidak dibatasi, namun mesti dikerjakan dalam formasi dua rakaat-dua rakaat.

Usai salat gerhana, seorang muslim dianjurkan untuk memperbanyak meminta ampun kepada Allah dengan mengucapkan istigfar sebagai berikut:

أستغفر الله العظيم

Bacaan latinnya: "Astaghfirullahal adzim"

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung."

Selain itu, ia juga dianjurkan berdoa kepada Allah karena momen gerhana bulan termasuk salah satu waktu mustajab berdoa. Doa yang dipanjatkan di waktu gerhana cenderung lebih mudah dikabulkan Allah Swt, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

"Jika kalian melihat gerhana, maka perbanyaklah berdoa kepada Allah, bertakbirlah, dirikan salat dan bersedekahlah," (H.R. Bukhari).


Tata Cara Shalat Gerhana Bulan Berjamaah


1. Berniat di dalam hati;
2. Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa;
3. Membaca do'a iftitah, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang lain sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih);
4. Kemudian ruku’;
5. Kemudian bangkit dari ruku' (i'tidal);
6. Setelah i'tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat lain. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama;
7. Kemudian ruku' kembali (ruku' kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku' sebelumnya;
8. Kemudian bangkit dari ruku' (i'tidal);
9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku', lalu duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kembali;
10.Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka'at kedua sebagaimana rakaat pertama, hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya;
11.Salam.

Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jemaah yang berisi anjuran untuk berzikir, berdoa (khususnya agar pandemi COVID-19 berakhir), beristighfar, dan bersedekah.



Baca juga artikel terkait TATA CARA SHALAT GERHANA BULAN atau tulisan menarik lainnya Abdul Hadi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Abdul Hadi
Penulis: Abdul Hadi
Editor: Dhita Koesno
Penyelaras: Yulaika Ramadhani
DarkLight