Tantangan Wilayah Pesisir: Permukiman Kumuh hingga Banjir Rob

Reporter: Riyan Setiawan, tirto.id - 3 Des 2022 11:25 WIB
Zaki mengatakan pembangunan wilayah pesisir tidak hanya mencakup infrastrukturnya saja, tetapi juga ekonomi dan lingkungan.
tirto.id - Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan tantangan yang dihadapi wilayah pesisir adalah pemukiman kumuh, sampah, masyarakat miskin, laju urbanisasi yang tinggi, abrasi, banjir rob hingga penurunan habitat mangrove.

Hal tersebut dikatakan Zaki saat menjadi pembicara dalam ASEAN Mayors Forum (AMF) 2022 – Forum Gubernur dan Walikota se-ASEAN yang berlangsung di Phnom Penh, Kamboja pada Jumat (2/12/2022).

Dalam kesempatan itu, dia menjelaskan bagaimana mengelola kawasan pesisir yang punya banyak masalah, terutama soal urban.


“Menyulap kawasan pesisir menjadi kawasan yang sehat dan masyarakatnya berdaya sungguh menjadi tantangan tersendiri. Yang diperhatikan adalah manusianya. Menciptakan simbiose yang sehat dengan pesisir.” kata Zaki dikutip dari keterangan tertulisnya, Sabtu (3/12/2022).

Ia menuturkan Kabupaten Tangerang telah membuat penataan kawasan pesisir di desa Ketapang, Mauk, Tangerang yang dijadikan lokasi percontohan nasional dan internasional saat Forum PEMSEA Network of Local Government (PNLG) Forum 2022, Oktober lalu.

Menurutnya, dalam peningkatan dan pengelolaan kawasan pesisir perlu dilakukan secara beriringan. Artinya, bukan hanya pembangunan infrastrukturnya saja, namun juga ekonomi serta lingkungan.

"Konsep pembangunan ini adalah yang terintegrasi antara ekonomi, infrastruktur dan lingkungan yang dibutuhkan untuk menopang perkembangan urbanisasi," ucapnya.

Sejumlah program pun dijalankan untuk mengatasi hal itu. Salah satunya melalui Gerakan Pembangunan Masyarakat Pantai (Gerbang Mapan).

Di Kawasan Ketapang, ada juga ruang untuk pembudidayaan ikan dan udang, penyediaan tempat pelelangan ikan pelabuhan serta konservasi mangrove untuk menangani permasalahan abrasi di pesisir Tangerang.


Baca juga artikel terkait WILAYAH PESISIR atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Fahreza Rizky

DarkLight