Menuju konten utama

Tangan Berkeringat Pertanda Gejala Penyakit Jantung, Apa Benar?

Keringat sering muncul di telapak tangan tak melulu menunjukkan gejala penyakit jantung. Simak penjelasan di sini.

Tangan Berkeringat Pertanda Gejala Penyakit Jantung, Apa Benar?
Ilustrasi Tangan Berkeringat. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Beberapa gejala penyakit dapat terlihat lewat tanda-tanda yang timbul pada anggota tubuh tertentu, seperti mata menguning karena liver. Lalu, apakah benar ketika tangan mudah berkeringat jadi penanda adanya gejala kelainan pada jantung?

Dalam dunia medis, suatu penyakit dapat terdeteksi lewat ciri atau gejala yang muncul pada bagian tubuh tertentu. Hal ini bisa terjadi karena tubuh memiliki sistem pertahanan dan mekanisme keseimbangan yang bereaksi ketika ada fungsi organ yang terganggu, terinfeksi, atau mengalami kerusakan sel.

Pada kasus penyakit berat, tanda dan gejala yang ditimbulkannya juga cukup signifikan, seperti gangguan pada organ hati. Penurunan berat badan yang drastis juga kerap menunjukkan adanya indikasi penyakit diabetes atau kanker.

Tanda-tanda yang muncul pada bagian tubuh lainnya juga banyak dikaitkan dengan indikasi penyakit tertentu, seperti tangan yang sering berkeringat meskipun dalam kondisi normal disebut-sebut sebagai ciri dari gejala penyakit jantung.

Untuk mengetahui apakah tangan berkeringat bisa jadi penanda gejala penyakit jantung atau tidaknya, simak penjelasan medisnya berikut.

Tangan Berkeringat Tidak Selalu Menandakan Penyakit Jantung

Tangan berkeringat termasuk kondisi yang cukup umum terjadi. Akan tetapi, kondisi tersebut memang bisa menunjukkan adanya kelainan medis jika intensitas keringatnya terbilang berlebihan atau tidak biasa.

Telapak tangan berkeringat dikenal juga sebagai Hiperhidrosis Palmar. Dalam beberapa kasus, keringat berlebihan yang muncul tak hanya di telapak tangan saja, tapi bisa juga di area tubuh tertentu seperti kepala, ketiak, hingga kaki.

Dalam hal ini, terdapat dua faktor utama yang dapat memicu keringat muncul berlebihan di telapak tangan. Pertama karena faktor eksternal sebagai efek samping dari kondisi lain seperti penyakit jantung, diabetes, hipertiroidisme, atau kehamilan.

Kebanyakan, kondisi tersebut muncul disebabkan oleh beberapa obat yang memicu keringat berlebihan, termasuk di bagian telapak tangan.

Sementara jika ditinjau dari faktor eksternalnya, telapak tangan berkeringat dapat terjadi ketika sistem saraf otonom yang mengatur kelenjar keringat di telapak tangan bekerja secara tidak normal dan menjadi terlalu aktif.

Ilustrasi Tangan Berkeringat

Ilustrasi Tangan Berkeringat. foto/istockphoto

Dalam beberapa kasus, munculnya keringat berlebihan pada telapak tangan bisa jadi penanda tubuh sedang mengalami kecemasan, stres, kegelisahan, atau faktor genetik dari anggota keluarga yang sama-sama memiliki kondisi serupa.

Sementara menurut analisis di Samitivej, keringat berlebihan di bagian tubuh tertentu dapat disebabkan oleh kelebihan hormon tiroid (Tirotoksikosis) yang memicu peningkatan metabolisme.

Selain itu, kondisi telapak tangan yang berkeringat secara tidak normal yang tidak disebabkan karena paparan panas, stres, atau olahraga, dapat menunjukkan gejala hiperhidrosis, suatu kondisi yang disebabkan oleh sistem limfatik dan sistem saraf otonom yang mengalami gangguan.

Penderita hiperhidrosis juga biasanya kerap mengalami ketidaknyamanan yang signifikan, baik secara fisik maupun emosional karena keringat yang tak terkendali.

Keringat tidak normal yang dimaksud dapat merujuk pada tetesan keringat yang terlihat jelas tanpa terpengaruh cuaca panas, muncul secara acak, atau muncul dengan intensitas banyak dan cukup sering hingga mengganggu aktivitas keseharian.

Kapan Keringat Menjadi Tanda Bahaya bagi Jantung?

Munculnya keringat berlebihan tidak selalu disebabkan hiperhidrosis atau kelainan kelenjar keringat yang terlalu aktif, tetapi bisa juga menunjukkan tanda adanya gangguan pada jantung jika disertai gejala seperti nyeri dada, sesak napas, pusing, atau keringat dingin yang cukup sering.

Mengutip American Heart Association, munculnya keringat berlebihan secara mendadak termasuk salah satu gejala umum dari serangan jantung. Terlebih, jika keringat tersebut timbul disertai dengan tekanan di dada, kelelahan yang tidak biasa, atau nyeri di lengan, rahang, leher, atau punggung.

Keringat muncul mendadak disertai gejala lainnya disebabkan oleh Aritmia atau kondisi ketika irama atau denyut jantung yang tidak normal, yang kerap memicu palpitasi jantung atau sensasi "bergetar" di dada atau leher.

Gejala Aritmia yang menyebabkan detak jantung berdebar cepat di dada bisa menunjukkan masalah jantung serius lainnya, seperti serangan jantung.

Ilustrasi Sakit Jantung

Ilustrasi Sakit Jantung. (FOTO/iStockphoto)

Para ahli medis menyebutkan bahwa sebagian besar serangan jantung dimulai perlahan, dengan rasa sakit atau ketidaknyamanan ringan. Gejala yang ditimbulkannya juga dapat menyebabkan sesak napas, keringat dingin, mual, hingga pusing.

Dengan kata lain, jika keringat dingin muncul secara tiba-tiba meski tidak sedang berolahraga, kepanasan, atau melakukan aktivitas berat, perlu diwaspadai.

Terlebih, jika keringat dingin yang muncul berbarengan dengan gejala lainnya seperti sakit dada dan pusing.

Selain itu, keringat dingin akibat serangan jantung juga biasanya akan terasa berbeda dari keringat setelah berolahraga, yaitu terasa lembap dan muncul hampir di seluruh tubuh, termasuk telapak tangan.

Penyebab Lain dan Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Selain jadi penanda adanya gangguan jantung, munculnya keringat berlebihan dapat berkaitan dengan gangguan hormon tiroid, gula darah rendah, efek obat-obatan tertentu, atau hiperhidrosis primer.

Menurut laporan WebMD, hiperhidrosis primer atau sistem saraf simpatis yang terlalu aktif kerap jadi penyebab paling umum dari timbulnya keringat berlebihan. Kondisi ini cenderung terjadi pada masa kanak-kanan dan diturunkan dalam keluarga, namun tidak disebabkan oleh kondisi medis apa pun.

Munculnya keringat berlebih juga dapat disebabkan oleh kondisi hiperhidrosis sekunder yang dipicu kondisi medis tertentu, seperti kanker, infeksi, atau efek samping pengobatan. Namun, kondisi ini biasanya dapat terjadi di area tubuh yang lebih luas, tidak hanya pada telapak tangan.

Ilustrasi dokter

Ilustrasi dokter. FOTO/iStockphoto

Saat tubuh mengalami stres atau kecemasan juga dapat menyebabkan munculnya keringat berlebih di bagian tubuh tertentu karena situasi tegang memicu sistem saraf simpatis sehingga tubuh memproduksi keringat dan membuat jantung berdebar lebih cepat.

Dalam beberapa kasus tertentu, keringat di telapak tangan dapat dipicu oleh perubahan hormon. Sebagaimana dikutip di Jakarta Heart Center, ketika terjadi ketidakseimbangan hormon, hipotalamus (bagian otak pengatur suhu) bisa menerima sinyal yang keliru bahwa tubuh sedang "kepanasan".

Akibatnya, sinyal keliru tersebut merangsang sistem saraf simpatis untuk bekerja lebih aktif, yang memicu produksi keringat berlebih, terutama pada area dengan konsentrasi kelenjar keringat tinggi seperti di bagian telapak tangan.

Kondisi ini juga erat kaitannya dengan gangguan tiroid (hipertiroid) yang memproduksi tiroid (tiroksin) secara berlebihan hingga membuat metabolisme tubuh meningkat drastis dan memicu mesin tubuh dipaksa untuk bekerja sangat aktif.

Adapun jika telapak tangan berkeringat disertai tanda-tanda lainnya seperti nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar kencang, pusing, atau mempengaruhi aktivitas keseharian, kondisi ini banyak dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke medis karena bisa jadi gejala awal dari serangan jantung.

Selain itu, keringat yang sering muncul disertai penurunan berat badan drastis, gemetar, demam, atau kecemasan ekstrem yang tidak terkendali bisa jadi tanda-tanda yang lebih berbahaya. Maka itu, mengkonsultasikan diri ke dokter bisa jadi tindakan pencegahan yang lebih baik.

Baca juga artikel terkait KESEHATAN atau tulisan lainnya dari Imanudin Abdurohman

tirto.id - GWS
Kontributor: Imanudin Abdurohman
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Yantina Debora