Menuju konten utama

Apakah Mandi Setelah Makan Berbahaya bagi Tubuh?

Mandi membantu meningkatkan kebugaran dan menjaga kesehatan kulit. Akan tetapi, mandi setelah makan ternyata dapat memberikan efek lain. 

Apakah Mandi Setelah Makan Berbahaya bagi Tubuh?
Ilustrasi Mandi. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Aktivitas mandi dilakukan untuk menjaga kebersihan tubuh. Akan tetapi, rutinitas ini bisa jadi masalah karena faktor tertentu. Apakah mandi setelah makan sebenarnya berbahaya bagi tubuh?

Aktivitas mandi termasuk rutinitas yang cukup penting untuk kesehatan tubuh. Sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa selain dapat menjaga kebersihan kulit, mandi juga dapat meningkatkan sirkulasi darah dan imunitas tubuh, memperbaiki suasana hati, hingga relaksasi otot.

Meski punya segudang manfaat, faktanya aktivitas mandi juga memiliki risiko terhadap kesehatan jika disertai kondisi tertentu. Saat tubuh sedang tidak fit atau kelelahan, mandi berpotensi menjadi masalah, seperti timbulnya penyakit atau mengganggu kenyamanan tubuh.

Situasi tersebut juga banyak dikaitkan dengan aktivitas mandi setelah makan, yang disebut-sebut bisa berbahaya untuk kesehatan. Meski tidak dilarang secara medis, banyak yang menganjurkan agar tidak melakukan kebiasaan ini karena diyakini dapat mengganggu proses pencernaan.

Ilustrasi Mandi

Ilustrasi Mandi. FOTO/iStockphoto

Efek Mandi Setelah Makan, Apa Bahayanya?

Mandi memang membantu meningkatkan kebugaran dan menjaga kesehatan kulit. Akan tetapi, mandi setelah makan ternyata dapat memberikan efek lain. Sesuai analisis yang dikutip via laman resmi Healthline, mandi setelah makan tidak disarankan, karena berpotensi mengganggu proses pencernaan.

Setelah makan, bagian pencernaan akan menjalankan tugas berupa mencerna makanan yang masuk. Aktivitas ini juga dapat meningkatkan sedikit suhu tubuh sebagai respons terhadap peningkatan aliran darah ke organ pencernaan.

Pada waktu yang bersamaan, proses peningkatan aliran darah ke organ pencernaan bisa terganggu karena efek air yang membasahi tubuh. Terlebih, mandi juga dapat meningkatkan suhu tubuh internal, terutama jika menggunakan air hangat atau berendam, serta menimbulkan sensasi kurang nyaman pada detak jantung.

Ilustrasi Jantung Sehat

Ilustrasi Jantung Sehat. foto/istockphoto

Aktivitas makan sudah meningkatkan suhu tubuh, lalu bertabrakan dengan peningkatan suhu tubuh efek air panas. Alhasil, kondisi tersebut akan membingungkan tubuh, alih-alih peningkatan aliran darah ke saluran pencernaan, tubuh mengalami reaksi hipertermik.

Ketika mandi dengan air hangat atau berendam, proses hipertimik berlangsung dan dapat meningkatkan suhu tubuh internal sekitar satu atau dua derajat. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, mandi justru dapat membingungkan tubuh hingga memengaruhi aliran darah ke saluran pencernaan.

Sehingga, kondisi tersebut dapat memperlambat atau mengganggu pencernaan. Pada akhirnya menimbulkan rasa lesu atau lebih jauh lagi berdampak pada kram.

ilustrasi sistem pencernaan manusia

ilustrasi sistem pencernaan manusia. FOTO/iStockphoto

Meskipun belum ada bukti ilmiah yang dapat membuktikan, mandi setelah makan juga bisa memicu pencernaan yang melambat. Aliran darah seharusnya berkumpul di perut untuk mengolah makanan.

Namun, justru beralih menuju area permukaan kulit guna menyesuaikan suhu tubuh. Kondisi tersebut disinyalir dapat menyebabkan perut kembung, mual, kram perut, bahkan pusing.

Sementara itu, mandi dengan air dingin dapat menurunkan suhu inti tubuh, sekaligus mempercepat metabolisme dan membantu tubuh membakar lebih banyak lemak dari makanan yang baru saja dimakan. Akan tetapi, air dingin tidak akan mengalihkan aliran darah dari organ pencernaan.

Sehingga, setelah makan lalu mandi, proses metabolisme akan berlangsung lebih cepat, yang berpotensi mengganggu pencernaan, meski tidak terlalu serius.

Ilustrasi makanan

Ilustrasi makanan. FOTO/istockphoto

Kenapa Sebaiknya Tidak Langsung Mandi Setelah Makan?

Sebagaimana dikutip dari wikiHow, umumnya mandi setelah makan terbilang aman. Akan tetapi, tindakan tersebut berpotensi mengganggu pencernaan. Mandi dengan air panas dapat meningkatkan suhu tubuh dan mengarahkan energi ke kulit, bukan ke pencernaan.

Kondisi tersebut kerap jadi penyebab masalah pencernaan ringan seperti gas atau kembung. Guna mencegah efek tersebut, solusinya adalah memberikan jeda 30-60 menit setelah makan sebelum mandi.

Meskipun belum cukup banyak penelitian ilmiah mengenai dampak tersebut, gangguan pencernaan akibat mandi air hangat setelah makan bisa terjadi karena aliran darah dialihkan ke kulit dan mengabaikan organ pencernaan yang membutuhkan energi untuk menyerap nutrisi dengan benar.

Akibatnya, kondisi tersebut kerap jadi pemicu utama timbulnya masalah pencernaan, seperti kram, kembung, serta gas. Bahkan, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa mandi segera setelah makan bisa menghilangkan minyak dan enzim alami kulit, yang juga membantu merangsang pencernaan.

Ilustrasi Mandi

Wanita mandi di bak mandi. (FOTO/iStockphoto)

Efek lain yang bisa timbul adalah dehidrasi. Kondisi ini bisa muncul karena air panas membuat tubuh jadi berkeringat. Suhu tubuh ikut meningkat karena mencoba mencerna makanan yang masuk.

Tekanan darah yang sudah lebih tinggi dari normal saat makan, konsumsi bahan-bahan tertentu seperti natrium, ditambah mandi dengan air panas turut berpotensi jadi masalah serius. Alasannya karena bisa meningkatkan risiko stroke hingga serangan jantung.

Sayangnya, tidak ada penelitian konkret untuk membuktikan dampak tersebut, Namun, para ahli banyak yang sepakat bahwa mandi setelah makan tidak memberikan manfaat nyata, serta bisa menimbulkan risiko terganggunya proses pencernaan.

Menurut laporan Cleveland Clinic, gejala pusing atau mual setelah makan, terutama dalam porsi besar, dapat muncul karena adanya efek Postprandial Hypotension, yakni penurunan tekanan darah setelah makan.

Dampak gejala tersebut bisa jadi lebih meningkat ketika segera mandi tanpa memberikan jeda setelah makan.

Ilustrasi pria mandi

Ilustrasi pria mandi. FOTO/iStockphoto

Apa yang Mesti Dilakukan Agar Lebih Aman?

Sejumlah pakar menyarankan agar memberikan jeda waktu sekitar 20-30 menit setelah mengonsumsi makanan ringan, serta berjarak 30-60 menit setelah makan besar. Tujuannya mencegah efek yang dihasilkan dari aktivitas mandi setelah makan, serta tidak mengganggu proses pencernaan makanan di dalam lambung.

Langkah ini juga banyak dianjurkan untuk para penderita riwayat tekanan darah rendah, maag, atau lansia dan anak-anak, yang cenderung lebih rentan bisa terdampak perubahan suhu atau tekanan darah.

Selain itu, jika dalam keadaan tergesa, solusi terbaik setelah makan ialah mandi dengan air bersuhu biasa atau air dingin, karena tidak terlalu memicu perubahan drastis pada aliran darah dibandingkan air hangat atau panas.

Ilustrasi Mandi

Ilustrasi Mandi. FOTO/iStockphoto

Anjuran lainnya, mengatur jadwal harian dengan mandi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi makanan berat cukup efektif. Pasalnya, setelah mandi, tubuh biasanya akan terasa lebih rileks serta sistem pencernaan pun bisa bekerja dengan optimal.

Menghindari langsung berbaring atau tidur setelah mandi dan makan juga cukup penting dilakukan. Tindakan ini dapat mencegah risiko asam lambung naik atau timbul gangguan pencernaan lain.

Baca juga artikel terkait MANDI atau tulisan lainnya dari Imanudin Abdurohman

tirto.id - GWS
Kontributor: Imanudin Abdurohman
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Beni Jo