tirto.id - Rahasia ampas kopi salah satunya bisa menghidupkan kembali lahan kritis. Menurut sebuah penelitian, area yang diberi ampas kopi mampu menghasilkan peningkatan pertumbuhan pohon, perbaikan kualitas tanah, dan keanekaragaman hayati.
Minum kopi menjadi kebiasaan yang dilakukan hampir setiap hari di berbagai belahan dunia. Produksi kopi dalam jumlah besar tentunya menghasilkan banyak ampas kopi. Kandungan zat yang terkandung di dalam ampas kopi ternyata dapat dimanfaatkan untuk lingkungan.
Ampas kopi diuji sebagai bahan pembenah tanah untuk mempercepat suksesi hutan di lahan bekas pertanian di selatan Kosta Rika. Hasilnya menunjukkan bahwa kandungan karbon, nitrogen, dan fosfor tanah meningkat secara signifikan pada perlakuan ampas kopi.
Penambahan ampas kopi secara signifikan mengubah karakteristik tutupan tanah, menghilangkan rumput, memfasilitasi pertumbuhan tanaman herba, dan meningkatkan persentase luas area yang tertutup serasah daun. Meski begitu, pemanfaatan ampas kopi harus terukur sesuai dengan kebutuhan. Terlalu banyak ampas kopi juga bisa bersifat racun bagi tanaman.

Khasiat Ampas Kopi untuk Tanaman & Kebun
Ampas kopi dapat dimanfaatkan sebagai mulsa atau bahan pembenah tanah yang bermanfaat bagi tanaman dan kebun. Secara umum, terdapat sejumlah senyawa yang terkandung dalam biji kopi saat diseduh. Tidak semua senyawa terekstraksi ke dalam secangkir kopi dan sebagian lain tertinggal di ampas kopi.
Studi berjudul "Using Coffee Grounds in Gardens and Landscapes (Home Garden Series) karya Linda Chalker-Scott" (2021) yang dimuat di Washington State University Extension Publications menjelaskan, sepuluh persen dari ampas kopi terdiri dari protein kaya nitrogen yang diperlukan untuk perkecambahan dan pertumbuhan benih.
Minyak, lipid, trigliserida, dan asam lemak, karbohidrat, serta minyak tetap tertinggal di dalam ampas setelah proses penyeduhan. Ampas kopi juga mengandung kalium, kombinasi fosfor, magnesium, dan kalsium dengan jumlah yang bervariasi.
Apabila dibiarkan di luar ruangan selama beberapa bulan, bakteri dan jamur akan menguraikan berbagai komponen kimia dalam ampas kopi. Senyawa kaya nitrogen, termasuk protein dan kafein, terurai dengan cepat dan melepaskan nitrogen yang dapat diserap oleh tanaman ke dalam tanah.
Selain itu, ampas kopi juga dapat menjadi sumber makanan bagi cacing tanah. Prosesnya, cacing tanah menarik ampas kopi lebih dalam ke dalam tanah, yang akhirnya memperbaiki struktur tanah. Penelitian ini menemukan adanya peningkatan agregasi tanah yang teramati setelah pemberian ampas kopi.

Selama degradasi ampas kopi ke tanah, rasio karbon terhadap nitrogen berubah. Yang awalnya cukup tinggi. lalu menurun mencapai rasio ideal untuk nutrisi tanaman dan tanah. Kehadiran ampas kopi dinilai membantu mengatur suhu tanah dan menjaga kelembapan tanah melalui zat kimia yang terkandung di dalamnya.
Ampas kopi mengikat residu pestisida serta logam berat beracun seperti kadmium sehingga mencegah zat-zat tersebut berpindah ke lingkungan sekitar. Ampas kopi juga dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi penting bagi tanaman, seperti nitrogen, fosfor, zat besi, dan seng terutama pada tanah yang cenderung basa.
Nitrogen yang tercukupi dalam tanah memicu peningkatan jumlah klorofil yang berampak signifikan terhadap fotosintesis. Lalu fosfor berguna untuk metabolisme tanaman yang mempengaruhi pembelahan dan diferensiasi sel.
Skripsi berjudul "Pemanfaatan Limbah Ampas Kopi Robusta Sebagai Pupuk Pendukung Pertumbuhan Tanaman Bayam Brazil (Alternanthera Sisso)"karya Irene Agni Teatrawan menemukan hasil uji kimia pupuk ampas kopi fermentasi dan non-fermentasi memiliki kandungan parameter kimia yang hampir sama menurut standar baku mutu yang ditetapkan oleh Surat Keputusan Menteri Pertanian No.261/KPTS/SR.310/M/4/2019.

Dengan demikian, pupuk ampas kopi dapat digunakan sebagai alternatif media tanam untuk mendukung pertumbuhan tanaman, termasuk bayam brazil (Alternanthera sisso). Pada tanaman bayam Brazil, pupuk ampas kopi fermentasi cenderung lebih efektif mempengaruhi pertumbuhan tanaman dibanding pupuk ampas kopi non-fermentasi.
Pupuk ampas kopi fermentasi pada dosis 140 gram mampu menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar dan bobot kering yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Pertumbuhan tanaman yang dihasilkan oleh pupuk ampas kopi fermentasi tidak jauh berbeda dengan pupuk komersil dengan dosis 70 gram.
Ampas kopi yang di dalamnya terkandung kafein juga berguna untuk mengusir hama alami. Bagi hama, aroma dan sifat kafein yang pahit cenderung tidak disukai sehingga tanaman tetap bisa tumbuh terlindungi. Beberapa hama yang tidak menyukai kafein di antaranya semut, siput, dan beberapa jenis serangga.
Kandungan nitrogen berperan penting dalam pembentukan daun hijau subur. Kandungan magnesium mendukung produksi klorofil, dan kalium mendukung perkembangan bunga serta buah. Dalam mendukung pertumbuhan tanaman, ampas kopi dapat ditaburkan secara langsung di sekitar pangkal tanaman atau menjadi bahan campuran kompos.

Bagaimana Ampas Kopi Bisa Menghidupkan Lahan Kritis?
Studi berjudul "Coffee Pulp Accelerates Early Tropical Forest Succession On Old Fields" (2021) karya Rebecca J. Cole dan R. A. Zahawi yang dipublikasikan dalam jurnal Ecological Solutions and Evidence menguji ampas kopi sebagai bahan pembenah tanah untuk memperbaiki hutan tropis di lahan bekas pertanian di Kosta Rika selatan.
Penelitian ini meletakkan ampas kopi setebal 0,5 m di area seluas 35 x 40 m dan lahan kontrol dengan ukuran serupa tanpa penambahan ampas kopi. Selama 2 tahun, para peneliti mengamati nutrisi tanah, penutup tanah (ground cover), vegetasi tumbuhan bawah, pemapanan pohon, dan tutupan kanopi di area kontrol dan area pengujian.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pertumbuhan pohon, perbaikan kualitas tanah, dan keanekaragaman hayati yang berkembang signifikan pada area yang diberi ampas kopi. Ampas kopi setebal 0,5 m terbukti mampu mengubah kimia tanah dan meningkatkan kandungan nutrisi utama tanah.
Ampas kopi juga mengubah karakteristik penutup tanah, menghilangkan rumput padang, memfasilitasi pemapanan tumbuhan herba, dan meningkatkan persentase area yang tertutup serasah daun.

Pada plot kontrol, penutup tanah masih sebagian besar didominasi oleh rumput padang introduksi. Pada area penelitian, tercipta hutan muda setinggi lebih dari 4 m dengan tutupan kanopi lebih di atas 5 meter seluas 80% hanya dalam waktu 2 tahun.
Sementara, pemapanan pohon pada area kontrol cenderung lebih rendah, yakni hanya 3% wilayah yang memiliki tutupan kanopi lebih dari 5 meter. Pohon dan semak di area yang terdapat ampas kopi rata-rata luas basal 30 kali lebih besar dan kerapatan batang berkayu 20 kali lebih besar dibandingkan perlakuan kontrol. Selain itu, rata-rata tinggi kanopi empat kali lebih tinggi pada area yang diberi ampas kopi dibandingkan area kontrol.
Area kontrol hanya terdapat beberapa tanaman pohon, yaitu heliocarpus appendiculatus dan ligularia myriocephala yang tersebar melalui angin serta cecropia obtusifolia, cecropia peltata, dan cecropia microcalyx yang tersebar melalui burung dan kelelawar.
Meskipun semua spesies tersebut umum, dua spesies yang hanya ditanam pada area yang diberi ampas kopi (C. peltata dan C. microcalyx) dianggap sebagai spesies suksesi lanjut karena ditemukan di hutan sekunder matang di area tersebut.

Selain itu, pemapanan cepat vegetasi berkayu sangat menjanjikan. Pembentukan tutupan pohon menjadi salah satu cara mengatasi berbagai hambatan regenerasi hutan dengan menaungi rumput, meningkatkan kedatangan benih yang disebarkan burung, dan menciptakan lokasi yang aman untuk perkecambahan dan pemapanan bibit.
Linda Brewer, pakar tanah dari Oregon State University Extension Service menjelaskan, ampas kopi paling efektif digunakan untuk memperbaiki kondisi tanah. Namun, harus dilakukan secara terukur.
“Poin utamanya adalah orang-orang sering kali terlalu antusias. Anda benar-benar harus memperhatikan dosis yang disarankan. Saya pernah melihat sebuah bedengan tanaman yang rusak karena terlalu banyak diberi ampas kopi. Seperti kebanyakan limbah dapur lainnya, ampas kopi memang bahan tambahan yang baik untuk kebun, tetapi seperti hal lainnya, penggunaan yang berlebihan justru bisa merugikan,” ujar Linda Brewer, dikutip dari The Oregon State University Extension Service pada 23 Juni 2023.
Saat ampas kopi menjadi sumber makanan bagi mikroba tanah, mikroba tersebut akan melepaskan zat perekat alami yang membantu menciptakan struktur tanah yang baik dan meningkatkan drainase.

Jika menggunakan ampas kopi sebagai bahan pembenah tanah, menurut Brewer, perlu ditempatkan di kedalaman sekitar 10 sentimeter. Jika digunakan sebagai mulsa di permukaan tanah, tambahkan lapisan dedaunan atau mulsa kulit kayu di atasnya agar ampas kopi tidak mengering dan menjadi sulit menyerap air.
Saat menggunakan ampas kopi dalam wadah atau tumpukan kompos, gunakan perbandingan volume 3 bagian dedaunan, 1 bagian potongan rumput segar, dan 1 bagian ampas kopi. Aduk tumpukan tersebut seminggu sekali dan periksa kelembapannya.
Dalam waktu tiga hingga enam bulan, kompos telah siap digunakan. Pastikan kandungan ampas kopi dalam tumpukan kompos tidak melebihi 20% dari total volume, karena kadar yang terlalu tinggi bisa bersifat racun bagi tanaman.

Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id


































