Menuju konten utama

Side Stitch, Ketika Perut Terasa Ditusuk saat Berlari

Side stitch atau suduken adalah sensasi perut seperti ditusuk ketika berolahraga. Kenali penyebab beserta cara mengatasinya, serta kapan harus waspada?

Side Stitch, Ketika Perut Terasa Ditusuk saat Berlari
Ilustrasi side stitch. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Di tengah lari, tiba-tiba perut terasa nyeri. Nyeri yang biasanya dirasakan pada salah satu sisi perut tersebut umumnya bisa mereda setelah berhenti berlari. Fenomena inilah yang disebut sebagai side stitch.

Side stitch menjadi salah satu keluhan yang biasa dialami dalam banyak aktivitas olahraga. Umumnya, kondisi ini terjadi pada aktivitas yang melibatkan gerakan tubuh berulang dalam posisi lurus, seperti berlari atau menunggang kuda.

Keluhan ini umum dialami berbagai kalangan, baik tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan. Apa yang menyebabkan terjadinya side stitch, bagaimana cara mencegah atau mengatasinya, apakah fenomena ini berbahaya?

Apa Itu Side Stitch dan Penyebabnya?

Side stitch dalam bahasa Jawa juga dikenal dengan suduken. Dalam sains, keluhan nyeri pada perut saat berlari disebut dengan exercise related transient abdominal atau ETAP.

Mengutip artikel Morton dan Callister (2015) berjudul Exercise-Related Transient Abdominal Pain (ETAP), fenomena ini merupakan nyeri lokal yang paling umum terjadi di bagian lateral perut bagian tengah di sepanjang batas tulang rusuk.

Nyeri tersebut juga dapat terjadi di wilayah perut mana pun. Kondisi ini bisa berhubungan dengan nyeri ujung bahu, yang merupakan lokasi rujukan dari jaringan yang dilalui saraf frenikus.

Side stitch atau ETAP cenderung terasa tajam atau menusuk ketika parah. Nyeri juga bisa terasa seperti kram, pegal, atau terasa tarikan ketika intensitas lebih rendah. Kondisi side stitch bisa diperburuk jika olahraga tepat setelah makan atau mengonsumsi minuman hipertonik.

Ilustrasi side stitch

Ilustrasi side stitch. FOTO/iStockphoto

Studi Morton dan Callister menyebut nyeri ini paling umum terjadi pada usia muda. Akan tetapi ETAP tidak selalu terkait dengan jenis kelamin, tipe tubuh, atau status pelatihan.

Lebih lanjut, Morton dan Callister dalam studinya juga menjelaskan beberapa faktor yang diduga turut memengaruhi pengalaman ETAP. Di antaranya karakteristik pribadi, cara latihan, konsumsi sebelum berolahraga, hingga pemanasan yang tidak memadai dan kondisi lingkungan dingin.

Namun demikian penyebab pasti ETAP masih bersifat spekulatif. Sampai saat ini sulit untuk menentukan penyebab dari nyeri side stitch.

Pencegahan dan Cara Mengatasi Side Stitch

Kendati etiologi ETAP masih spekulatif dan penyebabnya sulit diketahui secara pasti, untuk menghindari nyeri beberapa cara pencegahan bisa dilakukan. Morton dan Callister menjelaskan beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalisir risiko terjadinya side stitch.

Salah satunya, konsumsi makanan dan minuman dalam jumlah besar sebaiknya dihindari setidaknya 2 jam sebelum berolahraga. Sekitar 3-4 jam bisa menjadi waktu ideal bagi mereka yang lebih rentan mengalami side stitch.

Selama berolahraga, konsumsi cairan dalam jumlah kecil tapi teratur lebih bisa ditoleransi. Sedangkan konsumsi minuman hipertonik sebaiknya dihindari.

Selain itu, membatasi gerakan pada batang tubuh relatif bermanfaat. Ini bisa dicapai dengan mengenakan sabuk lebar dan penopang di sekitar pinggang, tapi meningkatkan stabilitas fungsional lebih diutamakan.

Mengatur kondisi fisik bisa dianggap sebagai strategi pencegahan. Penggunaan supportive broad belt secara tepat juga bisa diterapkan.

Postur tubuh yang buruk dapat meningkatkan risiko mengalami side stitch. Supportive broad belt memiliki tampilan seperti korset, sehingga bisa digunakan untuk membatasi gerakan pada bagian torso selama berolahraga.

Sementara untuk meredakan ETAP atau side stitch ketika rasa sakit muncul, teknik yang bisa dilakukan adalah melakukan pernapasan dalam, menekan area yang terkena, meregangkan area yang terkena, lalu posisi agak membungkuk ke depan.

sepatu gym

sepatu gym. foto/istockphoto

Sejumlah cara bisa diterapkan untuk mengatasi side stitch. Pertama, pelankan tempo atau kurangi frekuensi olahraga ketika side stitch muncul. Kemudian diikuti teknik pernapasan dalam dan hembuskan perlahan.

Kedua, peregangan otot perut bagian samping bisa dilakukan dengan melingkarkan satu tangan di atas kepala, lalu tekuk dengan lembut ke sisi tubuh yang terasa nyeri.

Ketiga, saat sudah merasakan nyeri side stitch hentikan aktivitas olahraga. Lalu tekan dengan lembut sisi perut yang merasakan nyeri.

Keempat, atur napas dengan pelan dan teratur. Tarik napas dari hidung, tahan beberapa detik, lalu hembuskan napas melalui mulut. Selanjutnya cara kelima bisa dilakukan dengan melakukan latihan pernapasan lewat perut untuk mengurangi nyeri.

Kapan Side Stitch Perlu Diwaspadai?

Berbeda dengan sakit perut pada umumnya yang biasa berkaitan dengan sistem pencernaan, side stitch tidak menyebabkan kembung, mual, atau diare. Biasanya penderita ETAP atau side stitch bakal merasakan nyeri perlahan mereda ketika aktivitas olahraga dihentikan.

Namun jika merasakan nyeri tidak kunjung mereda meski sudah menghentikan aktivitas, bisa jadi itu bukan side stitch dan menjadi pertanda lebih serius. Waspadai juga jika kondisi serupa side stitch namun turut menyebabkan mual, muntah, dan diare.

Disarankan menghubungi dokter ketika mendapati kondisi nyeri ETAP yang parah. Pasalnya melansir laman NHS, nyeri tiba-tiba di bagian bawah sisi kanan perut juga berpeluang menjadi pertanda kondisi radang usus buntu.

Sementara itu kondisi kram perut terus-menerus, disertai kembung, diare, atau sembelit, kemungkinan menjadi pertanda sindrom iritasi usus (IBS). Nyeri hebat sebaiknya tidak diabaikan dan segera mencari pertolongan medis.

Ilustrasi Masalah Pencernaan

Ilustrasi masalah pencernaan. Getty Image/iStockphoto

Nyeri hebat terus menerus bisa menjalar hingga selangkangan, mual, nyeri saat buang air kecil menandakan kemungkinan batu ginjal.

Di samping itu, nyeri yang berlangsung selama berjam-jam di tengah perut atau tepat di bawah tulang rusuk di sisi kanan kemungkinan pertanda gejala batu empedu.

Pastikan untuk mengetahui letak atau sumber nyeri. Jika nyeri masih terasa atau semakin parah meski setelah selesai beraktivitas, segera hubungi dokter atau menuju Unit Gawat Darurat (UGD).

Secara umum side stitch tidak membahayakan, namun gejala serupa yang tak kunjung mereda bisa jadi pertanda penyakit lain yang lebih serius.

Baca juga artikel terkait KESEHATAN atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

tirto.id - GWS
Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Oryza Aditama