tirto.id - Seorang perenang andal bisa saja tenggelam saat berenang, bahkan saat berkompetisi. Hal ini bisa terjadi dengan berbagai macam faktor dan penyebab, beserta kemungkinan medisnya.
Tenggelamnya perenang pro bisa menyebabkan kematian, seperti yang terjadi pada seorang perenang elite perguruan tinggi, Tate Ramsden (21 tahun). Dia meninggal pada 2015 setelah mengalami kondisi yang disebut shallow water blackout atau hilangnya kesadaran secara mendadak saat berada di dalam air setelah berenang sejauh 4.000 yard.
Hampir satu abad lalu, pada Olimpiade London 1948, seorang atlet renang bernama Greta Andersen nyaris kehilangan nyawa. Dia pingsan di dalam air dan tenggelam. Atlet lain segera menyadari kesulitan yang dialaminya, lalu menyelamatkannya.
Berbagai kemungkinan bisa menyebabkan para perenang pro bisa tenggelam. Beberapa di antara mereka masih sempat diselamatkan, tapi tidak sedikit pula yang harus meregang nyawa bahkan setelah dievakuasi.
Kemungkinan Penyebab Perenang Pro Bisa Tenggelam
Menurut catatan World Health Organization (WHO), dikutip dari My Swim Pro, tenggelam merupakan penyebab kematian ketiga terbesar akibat cedera yang tidak disengaja bagi orang-orang dari segala usia.
Artinya, siapa pun bisa mengalami kondisi tersebut, termasuk perenang profesional atau atlet. Sekalipun sudah menguasai beberapa gaya dan sering mengikuti kompetisi, mereka memiliki kemungkinan untuk tenggelam.
Seorang perenang andal cenderung lebih berani mengambil risiko di dalam dan sekitar air. Ini bisa saja menempatkan mereka dalam situasi berbahaya yang berpotensi menyebabkan kematian.
Berbagai faktor eksternal ataupun internal bisa memengaruhi performa para perenang. Misalnya, arus deras atau suhu yang sangat dingin, mengingat olahraga berenang tidak selalu dilakukan di kolam renang yang terkontrol.
Setidaknya ada 5 penyebab seorang perenang mahir bisa tenggelam. Pertama, menahan napas dalam waktu yang lama sehingga pingsan di dalam air atau disebut dengan pingsan di air dangkal.

Kedua, panas atau dingin yang ekstrem juga sama-sama berbahaya. Berenang di cuaca panas dalam air hangat bisa menyebabkan kelelahan akibat panas.
Gejalanya meliputi lemas, kram otot, mual, dan pusing. Selain itu, kelelahan akibat panas bisa berkembang menjadi serangan panas jika tidak ditangani, dan ini bisa berakibat fatal.
Ketiga, arus kuat dan arus balik. Jika terjebak dalam arus balik, usahakan jangan melawannya. Berenanglah sejajar dengan pantai untuk keluar dari situasi tersebut.
Penyebab keempat, yakni keracunan, misalnya oleh alkohol atau narkoba. Pasalnya, puluhan perenang elite tercatat telah tenggelam setelah masuk ke air dalam keadaan mabuk.
Sementara itu, alkohol dan narkoba bisa mengganggu penilaian dan menyebabkan perenang mengambil risiko yang biasanya tidak akan diambil. Keduanya juga memengaruhi koordinasi dan membuat perenang kehilangan orientasi.
Terakhir, yakni berenang sendirian. Perenang berpengalaman sering kali merasa tidak membutuhkan penjaga pantai yang mengawasi mereka. Padahal, penjaga pantai bisa membantu mereka tetap hidup jika terjadi sesuatu tiba-tiba di dalam air.
Selain itu, disarankan juga untuk berenang bersama beberapa teman agar saling menjaga. Ini menjadi bentuk penghormatan perenang andal yang, meski tidak perlu takut air, harus senantiasa bersikap bijak dan waspada, serta mengetahui batas kemampuan diri.
Lebih lanjut, penelitian Duignan, dkk. (2024) menyebutkan beberapa faktor lain, seperti faktor lingkungan yang mencakup cedera fisik, listrik, hingga hewan air. Selain itu, tak hanya penggunaan narkoba/alkohol, faktor perilaku lain juga bisa menyebabkan tenggelam, seperti panik.
Kemudian, faktor fisiologis juga berpengaruh, seperti iskemia akibat air dingin dan olahraga, konflik otonom, dan edema paru akibat perendaman. Kondisi jantung dengan kanalopati dan sindrom QT panjang juga bisa menyebabkan tenggelam.
Selain itu, ada pula faktor struktural seperti arteri koroner anomali, displasia/kardiomiopati ventrikel kanan aritmogenik (ARVD/C), dan takikardia ventrikel polimorfik katekolaminergik (CPVT). Di sisi lain, kejang atau epilepsi juga turut berpengaruh.
Tips Berenang dengan Aman dari Profesional
Seorang perenang, baik mahir maupun dengan kemampuan biasa, perlu mengetahui tips berenang dengan aman. Ini lebih penting daripada capaian dalam kompetisi mana pun karena berkaitan dengan nyawa yang berharga.
Seorang perenang andal yang meraih 2 medali olimpiade, Cammile Adams, membagikan tips berenang. Dia merupakan seorang ibu dan pemilik sekolah renang di Houston.
Aturan tentang berenang yang dia terapkan pada anak-anaknya sendiri tidak ada hubungannya dengan menghasilkan perenang hebat. Lebih jauh, aturan tersebut dirancang untuk mencegah tragedi.
Sebagai perenang olimpiade dan sebagai seorang ibu, dia membagikan tips agar bisa berenang dengan aman. Ini dikhususkan bagi anak-anak, tapi juga bisa diterapkan pada orang dewasa agar mengutamakan keselamatan.
Melalui laman Pool Magazine, Adams membagikan beberapa kebiasaan sederhana, seperti mewajibkan anak-anak untuk meminta izin sebelum memasuki kolam renang, pantai, danau, atau perairan lainnya. Jangan mengizinkan mereka memasuki air kecuali ada orang dewasa yang mengawasi secara aktif.
Kemudian, periksa penghalang keselamatan dan peralatan penyelamatan secara teratur, termasuk pagar, gerbang pengunci otomatis, alarm kolam renang, pelampung, dan tiang jangkauan.
Disarankan juga agar anak-anak bermain di air dan belajar renang sejak dini. Ini bisa berguna untuk membangun keakraban dengan air dan keterampilan keselamatan dasar.

Di samping itu, laman HealthLinkBC juga menyarankan agar mencari dan membaca tanda atau informasi dan petunjuk keselamatan yang tertera agar tetap aman saat berenang.
Kemudian, jangan berlari di sekitar area kolam renang karena area tersebut bisa sangat licin, terutama saat basah. Sebelum berenang, disarankan untuk berhati-hati saat masuk dan keluar dari kolam renang dengan menggunakan pegangan tangan jika tersedia.
Hal penting sebelum masuk ke air, yakni mempertimbangkan kondisi kolam. Pasalnya, melompat tanpa melihat ke dalam kolam juga bisa melukai seseorang yang berenang di bawahnya.
Usahakan berenang di tempat yang membuat diri merasa nyaman. Jangan berenang lebih jauh atau lebih dalam dari kemampuan. Air dingin atau kondisi yang bergelombang bisa memengaruhi kemampuan.
Selanjutnya, hal terpenting yakni jangan berenang sendirian. Meskipun ada penjaga pantai, jika berenang di pantai, ajaklah seseorang yang mahir berenang untuk berenang bersama.
Tak hanya keselamatan diri sendiri, keselamatan sesama perenang juga penting. Maka, bermainlah dengan hati-hati selama di air agar tidak menyebabkan perenang lain yang lemah menjadi panik atau bahkan tenggelam secara tiba-tiba.
Perenang juga dilarang minum alkohol dan berenang dalam keadaan mabuk. Alkohol bisa memperlambat waktu reaksi dan bisa membuat tertidur sehingga menyebabkan kecelakaan.
Di sisi lain, kondisi air juga perlu diperhatikan. Jangan bermain-main di dekat saluran pembuangan atau penyaring kolam renang. Kemudian, waspadai jebakan bawah air, yakni peralatan seperti pagar pembatas, tangga, atau peralatan kolam renang.
Jika berenang di alam, seperti danau, sungai, dan laut, usahakan untuk mengetahui titik-titik rawan di daerah tersebut sebelum berenang. Hubungi pemerintah daerah atau unit kesehatan setempat untuk informasi tentang pengujian kualitas air untuk rekreasi.
Selain kemampuan berenang, penting juga untuk memiliki kemampuan pertolongan pertama, seperti pernapasan buatan, resusitasi kardiopulmoner (CPR) untuk dewasa dan anak-anak, serta penyelamatan diri dan keterampilan untuk menyelamatkan orang lain.
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id


































