tirto.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menyiapkan lahan seluas 7,1 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen.
Lahan milik Pemkab Sumenep tersebut berada di Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, tepat di seberang Universitas Wiraraja. Sebelumnya, lahan itu direncanakan untuk pembangunan sport center.
Kabid Linjamsos Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumenep, R Erwien Hendra Laksmono, mengatakan lahan tersebut merupakan lokasi kedua yang diusulkan setelah lokasi pertama dinilai tidak memenuhi persyaratan.
"Status lahan milik Pemkab dengan luas 7,1 hektare," ujarnya di Sumenep, Jawa Timur, merujuk keterangan resmi pada Senin (10/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan saat peninjauan lahan bersama Staf Khusus Menteri Sosial, Ishaq Zubaedi Raqib; Tenaga Ahli Menteri, Ahmad Rifai; Kabid Tata Ruang Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Sumenep, Hariyanto Effendi, serta rombongan.
Menurut Erwien, dokumen pengajuan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di lahan tersebut telah disiapkan. Dokumen itu akan diserahkan langsung ke Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat di kantor Kementerian Sosial.
"Proposal akan langsung dikirim. Kepala dinas sosial dan PU akan segera ke Jakarta," jelasnya seraya berharap pembangunan bisa mulai tahun ini.
Berdasarkan pantauan di lokasi, lahan yang disiapkan berada tidak jauh dari akses jalan nasional, yakni Jalan Trunojoyo. Kondisi lahan juga relatif datar dan telah memiliki akses kendaraan berupa jalan desa.
"Tinggal diuruk dan diperluas saja," kata Erwien.
Staf Khusus Menteri Sosial, Ishaq Zubaedi Raqib, mengapresiasi keseriusan Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperluas akses pendidikan gratis sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan.
"Sumenep sudah ikhtiar siapkan lahan yang awalnya untuk sport center diubah untuk Sekolah Rakyat, ini iktikad baik Pak Bupati terlibat secara aktif memastikan program prioritas Presiden. Bupati Sumenep telah berjuang sekuat tenaga, mudah mudahan ini jadi legacy beliau yang sudah habis-habisan memperjuangan SR," katanya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri, Ahmad Rifai, menyarankan Pemkab Sumenep membentuk sekretariat bersama untuk mempermudah proses konsolidasi dalam pengajuan lahan Sekolah Rakyat permanen.
"Sekber akan mempercepat koordinasi dinas PU, dinas pendidikan, dinas sosial, dinas pertanian dan Katim PKH. Jadi konsolidasi nanti enak lengkap, konsolidasi persyaratan bisa cepat," katanya.
Sekolah Rakyat permanen tersebut nantinya akan digunakan untuk memfasilitasi para siswa yang saat ini menimba ilmu di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 49 Sumenep yang berlokasi di Gedung SKB Kecamatan Batuan.
SRT 49 Sumenep telah beroperasi sejak 2025 dengan jumlah peserta didik sebanyak 76 siswa jenjang SD dan SMP. Saat ini, sekolah tersebut masih berstatus rintisan dan menempati gedung SKB sehingga daya tampungnya masih sangat terbatas.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id


































