Menuju konten utama
Ketahanan Pangan

Stok Beras di Pasar Tradisional Minim, di Ritel Modern Tersedia

Saat ini, di Pasar Palmerah rata-rata pedagang masih menjual beras Rp16.000 per kg, jauh di atas HET.

Stok Beras di Pasar Tradisional Minim, di Ritel Modern Tersedia
Pedagang beras di Pasar Palmerah, Jakarta mengeluhkan kondisi kelangkaan stok beras/ Faesal Mubarok

tirto.id - Perum BULOG memastikan ketersediaan beras di retail-retail modern sudah mulai normal. Penyaluran 226.000 ton beras Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP) ke ritel modern dan pasar tradisional secara nasional juga sudah dilakukan.

Berdasarkan pantauan reporter Tirto, di ritel modern Jakarta Pusat, stok beras sudah mulai terlihat, meski dengan jumlah yang belum melimpah. Namun, kondisi berbeda justru terjadi di pasar tradisional.

Di Pasar Palmerah, Jakarta, ketersediaan stok beras diakui pedagang masih sulit didapatkan. Pedagang bahkan sampai mencari di Pasar Induk Beras Cipinang untuk memastikan suplai berasnya tersedia.

Salah satu pedagang beras, Safira (50), mengaku kesulitan mendapatkan stok beras untuk toko miliknya. Dia bahkan mengaku masih kesulitan mencari beras yang harganya sudah turun.

Saat ini, di Pasar Palmerah rata-rata pedagang masih menjual beras Rp16.000 per kg, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Beras susah sekali dicari, stok kosong, saya jual masih Rp16.000,” ucap Safira kepada Tirto, Senin (19/2/2024).

Dia juga menyayangkan tidak adanya tindak-tanduk pemerintah untuk menstabilkan harga beras yang sudah terlampau tinggi. “Saya heran sudah lama harga beras naik terus, susah dicari,” kata dia.

Untuk diketahui, HET yang ditetapkan dalam Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) Nomor 7 Tahun 2023 sebesar Rp10.900 sampai dengan Rp11.800 per kg untuk beras medium dan Rp13.900 sampai dengan Rp14.800 per kilogram untuk beras premium.

Pada kesempatan terpisah, Manager Humas dan Kelembagaan Perum BULOG, Tomi Wijaya, menuturkan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan BULOG untuk melaksanakan dua instrumen untuk mengantisipasi gejolak harga beras di Tanah Air, melalui program Bantuan Pangan dan Operasi Pasar atau Stabilisasi Pasokan dan harga Pangan (SPHP).

“Masyarakat tidak perlu khawatir, pemerintah melalui BULOG sudah menggelontorkan beras operasi pasar atau SPHP di seluruh Indonesia,” ucap Tomi dalam keterangannya, dikutip Senin (19/2/2024).

Melalui dua instrumen tersebut, Tomi menjamin akan efektif meredam gejolak kenaikan harga beras yang terjadi sebagai dampak bencana El Nino yang melanda seluruh dunia.

Baca juga artikel terkait BERAS atau tulisan lainnya dari Faesal Mubarok

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Faesal Mubarok
Penulis: Faesal Mubarok
Editor: Abdul Aziz