Sri Mulyani: Pertumbuhan Q1 2021 RI Sedikit Sentuh Kontraksi

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 11 Februari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Menkeu Sri Mulyani memprediksi pertumbuhan ekonomi RI pada Q1 2021 akan cukup dekat dengan angka nol persen.
tirto.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi pertumbuhan ekonomi RI pada Q1 2021 akan cukup dekat dengan angka nol persen bahkan berpotensi sedikit di bawah nol persen atau menyentuh zona negatif atau kontraksi.

Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan Q1 ini dipengaruhi oleh perbedaan pembatasan aktivitas masyarakat yang terjadi pada awal 2020 dan 2021.

“Saya belum dapat berspekulasi saat ini, tapi ada kemungkinan kalau kita akan mendekati nol persen pada Q1. Jadi dekat dengan nol, maksudnya akan relatif sedikit di zona negatif atau sedikit di zona positif,” ucap Sri Mulyani dalam webinar Jakarta Foreign Correspondents Club, Kamis (11/2/2021).

Prediksi yang disampaikan Sri Mulyani ini relatif lebih pesimistis ketimbang perkiraan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jumat (5/2/2021). Waktu itu Airlangga mengeluarkan angka positif 1,6-2,1 persen.

Sri Mulyani menjelaskan pada Q1 2020, pemerintah tidak menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak awal Januari 2020. PSBB baru berlaku di penghujung bulan Maret 2020 sehingga pertumbuhan Q1 2020 lalu dapat mencapai angka positif cukup tinggi yaitu 2,97 persen.

Berbeda halnya dengan situasi Q1 2021, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sudah diberlakukan sejak Januari 2021 dan masih berlanjut sampai pertengahan Februari 2021. Hal ini membuat Sri Mulyani berpikir pertumbuhan Q1 2021 akan semakin terkerek ke bawah.

Meski mengetahui kisaran pertumbuhan Q1 2021, Sri Mulyani bilang dirinya belum mau menyebutkan angka. Ia mengatakan Kemenkeu masih memerlukan waktu untuk memeriksa sejumlah indikator ekonomi yang ada. Dengan demikian, ia dapat memberikan prediksi yang lebih tegas.

Sri Mulyani menambahkan dirinya juga tetap optimistis melihat keseluruhan pertumbuhan 2021. Ia meyakini sejumlah kebijakan jaring pengaman sosial pemerintah mampu mendukung 20 persen masyarakat terbawah. Sementara kelompok 40 persen menengah dan atas sisanya akan kembali yakin untuk melakukan konsumsi berkat vaksinasi yang sudah mulai berjalan saat ini.

“Dengan pemulihan konsumsi, saya pikir ini akan menjadi peluang yang besar untuk pemulihan,” ucap Sri Mulyani.



Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN EKONOMI atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Maya Saputri
DarkLight