Menuju konten utama

Skema Piala Dunia 2026: Berapa Tim yang Lolos dari Fase Grup?

Skema Piala Dunia 2026 berbeda dengan edisi terdahulu. Berapa tim yang lolos dari fase grup? Apakah tim peringkat 3 bisa lolos? Bagaimana aturan fase gugur?

Skema Piala Dunia 2026: Berapa Tim yang Lolos dari Fase Grup?
Pendukung Tim Nasional Meksiko melewati poster pemain andalan mereka di kawasan Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Rabu (10/6/2026). Pada sehari menjelang pembukaan Piala Dunia 2026 para pendukung dari sejumlah tim nasional telah memadati sejumlah titik kawasan di Azteca baik mencari tiket pertandingan maupun sekadar meramaikan suasana Piala Dunia 2026. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Skema Piala Dunia 2026 menggunakan format baru yang mengakomodasi total 48 negara di putaran final Dengan jumlah seperti itu, babak knockout pun akan ditambah satu level. Lantas, berapa tim yang akan lolos dari fase grup (babak penyisihan) serta bagaimana aturan untuk peringkat tiga klasemen?

Piala Dunia 2026 yang merupakan edisi ke-23 turnamen sepak bola empat tahunan paling bergengsi di dunia, menampilkan sejumlah perubahan cukup signifikan. Yang paling utama soal format baru untuk rangkaian laga yang berlangsung selama 39 hari mulai 12 Juni hingga 20 Juli mendatang.

Durasi turnamen ini jauh lebih lama dibandingkan edisi sebelumnya (sejak 1998-2022) yang hanya berlangsung rata-rata selama 29 hari saja.

Bertambahnya durasi turnamen ini tidak terlepas dari jumlah peserta Piala Dunia 2028. Angka 48 negara untuk edisi tahun ini bertambah 16 tim dibandingkan format 7 edisi sebelumnya, yang hanya 32 negara.

Dengan penambahan kuota tersebut, secara otomatis total pertandingan juga ikut mengalami perubahan. Piala Dunia 2026 akan memainkan total 104 pertandingan atau bertambah 40 match dari edisi sebelumnya yang hanya memuat 64 laga termasuk partai final.

Dengan lebih banyak negara yang lolos ke putaran final, antusiasme publik terhadap gelaran Piala Dunia 2026 kian melejit. Terlebih, untuk pertama kalinya dalam sejarah, turnamen empat tahunan tersebut dilaksanakan di tiga negara di Amerika Utara sekaligus, yakni Amerika Utara, Kanada, serta Meksiko.

Berkaitan dengan penggunaan format baru, jumlah tim yang akan lolos dari fase grup menuju knock-out juga mengalami perubahan, termasuk tim yang menempati peringkat tiga klasemen di babak grup.

Skema Piala Dunia 2026 & Pembagian Grup: Kenapa 48 Tim?

Sesuai ulasan sekilas sebelumnya, FIFA resmi menggunakan format baru untuk gelaran Piala Dunia 2026. Format tersebut kemudian membuat kuota terimbas bertambah pesat dari awalnya hanya diikuti sebanyak 32 tim menjadi 48 tim peserta.

Total 48 tim itu terbagi ke dalam 12 grup (Grup A-L), atau beda empat grup dari edisi sebelumnya, dengan tiap grup akan diisi masing-masing 4 tim peserta yang akan memperebutkan tiket menuju fase knockout.

Ide terkait penambahan jumlah peserta putaran final Piala Dunia ini sebenarnya telah mencuat sejak 2013 saat Michel Platini masih menjabat orang nomor satu FIFA. Kemudian, rencana tersebut dilanjutkan kepengurusan Gianni Infantino, ketua fiFA yang sekarang.

Awalnya rencana tersebut menuai pertentangan. Pasalnya, jumlah pertandingan yang akan dimainkan berpotensi menurunkan kualitas pertandingan. Namun, pada akhirnya FIFA tetap melakukan ekspansi dengan menyetujui rencana penambahan kuota tim peserta dari 32 menjadi 48 tim peserta pada 2017 lalu.

Selain itu, awalnya FIFA juga mencanangkan bahwa dari 48 tim akan terbagi ke dalam 16 grup dengan masing-masing grup diisi 3 tim peserta. Namun, rencana itu kemudian direvisi menjadi 12 grup berisikan 4 tim guna meminimalisasi risiko adanya main mata antara tim menjelang fase grup berakhir.

Berapa Tim yang Lolos dari Fase Grup ke Babak Knockout?

Berdasarkan pengumuman resminya, FIFA menjadwalkan bahwa pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 akan berlangsung mulai 11 hingga 27 Juni 2026. Total, 48 tim peserta terbagi ke dalam 12 grup, dengan masing-masing grup diisi 4 tim.

Di babak ini, FIFA menggunakan sistem round-robin. Setelah setiap tim memainkan 3 laga, dua tim teratas klasemen di setiap grup secara otomatis akan lolos ke fase knock-out. Mereka adalah sang juara dan runner-up grup.

Selain itu, FIFA juga menerapkan format untuk delapan tim dari 12 grup yang menempati posisi tiga akan melaju ke babak gugur. Sehingga, total tim yang akan maju ke fase knockout sebanyak 32 tim peserta.

Dalam menentukan peringkat tim pada fase grup, kriteria utama yang digunakan adalah jumlah poin total yang dikumpulkan oleh masing-masing tim dari tital 3 pertandingan yang telah dimainkan. Namun, jika terdapat dua tim atau lebih yang memiliki poin sama setelah seluruh laga grup berakhir, FIFA menerapkan sistem tie-breake yang terbagi menjadi dua tahapan utama, yaitu kriteria head-to-head dan kriteria performa keseluruhan.

1. Kriteria Head-to-Head (Antar Tim yang Bersangkutan)

Langkah pertama untuk memisahkan tim dengan poin sama adalah melihat rekam jejak pertemuan langsung di antara tim-tim yang angkanya sama tersebut. Aturan ini ditinjau secara berurutan sebagai berikut.
  • Poin Head-to-Head: Jumlah poin tertinggi yang didapat dari pertandingan yang hanya melibatkan tim-tim yang poinnya sama.
  • Selisih Gol Head-to-Head: Selisih gol terbaik yang dihasilkan khusus dari pertandingan antar tim yang bersangkutan.
  • Jumlah Gol Head-to-Head: Jumlah gol memasukkan terbanyak yang dicetak dalam pertandingan antar tim yang bersangkutan.
Catatan Penting, jika setelah menerapkan tiga poin di atas masih ada tim yang posisinya sama, maka prosedur kriteria head-to-head (poin, selisih gol, dan jumlah gol) akan diaplikasikan kembali secara eksklusif hanya kepada tim-tim yang masih berimbang tersebut, sebelum berlanjut ke kriteria berikutnya.

2. Kriteria Performa Keseluruhan Grup

Jika prosedur head-to-head tetap tidak mampu memecahkan situasi imbang, maka penilaian siapa yang lebih unggul peringkat, akan diperluas ke seluruh pertandingan yang ada di dalam grup tersebut. Urutannya adalah sebagai berikut.

  • Selisih Gol Keseluruhan: Selisih antara gol memasukkan dan gol kemasukan dalam seluruh pertandingan grup.
  • Jumlah Gol Keseluruhan: Total gol memasukkan terbanyak yang dicetak di sepanjang fase grup.

3. Poin Penilaian Kedisiplinan (Fair Play)

Apabila semua aspek performa di atas masih menghasilkan angka yang identik, peringkat grup Piala Dunia 2026 akan ditentukan berdasarkan rekam jejak kedisiplinan tim di seluruh pertandingan grup. Setiap tim memulai dengan poin fair play bersih. Ini kemudian akan dikurangi berdasarkan sanksi kartu yang diterima pemain atau staf pelatih. Aturannya sebagai berikut.

  • Kartu Kuning: Minus 1 poin.
  • Kartu Merah Tidak Langsung (akumulasi 2 kartu kuning): Minus 3 poin.
  • Kartu Merah Langsung: Minus 4 poin.
  • Kartu Kuning yang Diikuti Kartu Merah Langsung: Minus 5 poin.

4. Peringkat FIFA (FIFA World Ranking)

Jika semua indikator di atas masih sama kuat, mulai dari poin, produktivitas gol, hingga poin kedisiplinan masih ada satu penentu lagi yang dipastikan berbeda. Penentu tersebut adalah peringkat FIFA terbaru yang dirilis sebelum turnamen.

Jika peringkat FIFA pun masih sama, penentuan akan melihat posisi terbaik pada Peringkat FIFA edisi-edisi sebelumnya secara progresif hingga kedua tim dapat dipisahkan.

Aturan Klasemen Peringkat 3 Fase Grup Piala Dunia 2026

FIFA telah merincikan bahwa 8 tim peserta terbaik dari semua grup di fase grup akan menemani 24 tim peringkat dua besar untuk melaju ke fase knockout.

Terkait penentuan 8 tim terbaik dari total 12 grup ini, FIFA nantinya akan menggabungkan semua tim yang menempati peringkat ketiga ke dalam satu klasemen khusus. Kemudian, tim-tim tersebut akan diurutkan dengan mengacu pada kriteria yang telah ditentukan.

Dalam proses awal, tim peringkat tiga akan dibandingkan tim mana yang mendapat poin terbanyak yang diperoleh dalam pertandingan grup yang telah dimainkan, lalu selisih gol yang didapat, serta jumlah gol yang dilesakkan setiap tim selama fase grup.

Akan tetapi, jika tiga kriteria utama tersebut masih menampilkan angka yang sama, maka FIFA akan merujuk pada poin Fair Play atau skor kedisiplinan setiap tim. Skor yang diperoleh memuat jumlah kartu kuning (-1 poin), kartu merah tidak langsung (-3 poin), kartu merah langsung (-4 poin), serta kartu kuning dan kartu merah langsung (-5 poin).

Jika proses pemeringkatan masih sulit dilakukan, FIFA akan mengacu pada kriteria akhir, yakni berdasarkan Peringkat Dunia FIFA terbaru yang ditempati setiap tim.

Ikuti kabar terbaru seputar Piala Dunia 2026 dari Tirto.id dengan cara klik tautan ini. Jika ingin mengetahui informasi soal film, anime, drachin, drakor, hingga serial televisi, klik di sini.

Baca juga artikel terkait PIALA DUNIA 2026 atau tulisan lainnya dari Imanudin Abdurohman

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Imanudin Abdurohman
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Fitra Firdaus