Menuju konten utama

Situasi Terkini Korban Gempa NTT, Evakuasi & Gempa Susulan

Evakuasi korban gempa NTT di tengah gempa susulan di wilayah tersebut serta situasi warga terdampak di pengungsian.

Situasi Terkini Korban Gempa NTT, Evakuasi & Gempa Susulan
Warga berjalan di dekat bangunan Masjid Al-Istiqomah Ronting yang rusak akibat gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026, dengan sekitar 7.480 rumah dan lebih dari 40 tempat ibadah tercatat mengalami kerusakan. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/kye
2026/08/20/antarafoto-kerusakan-tempat-ibadah-akibat-gempa-bumi-ntt-1787201590_15290.jpg
Kondisi dinding Gereja Stasi St. Paulus Satar Teu retak akibat gempa di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (19/8/2026). Menurut data BNPB, hingga Selasa (18/8) tercatat sebanyak 173 rumah ibadah di berbagai daerah wilayah NTT mengalami kerusakan akibat dampak dari gempa bumi. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym.
2026/08/20/antarafoto-pengungsian-korban-gempa-di-manggarai-timur-1787198786_15292.jpg
Foto udara tenda pengungsian korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) di kawasan Ronting, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Selasa (18/8/2026). BNPB mencatat sebanyak 15.465 orang mengungsi di Kabupaten Manggarai Timur, terdiri atas 14.499 orang yang mengungsi secara mandiri dan 966 orang yang mengungsi di sejumlah posko pengungsian. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/kye
2026/08/20/antarafoto-warga-pulau-palue-mengungsi-mandiri-pascagempa-1787198162_15297.jpg
Sejumlah warga terdampak gempa bumi mengungsi di tenda yang didirikan di dekat rumah mereka di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (19/8/2026). Sebagian warga Pulau Palue yang berpenduduk sekitar 11.000 jiwa dan berjarak 20–30 kilometer dari pusat gempa bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu (16/8) memilih mengungsi secara mandiri di sekitar rumah untuk menjaga harta benda dan hewan ternak.ANTARA FOTO/Mega Tokan/app/tom.
2026/08/20/antarafoto-gempa-susulan-di-ntt-1787198185_15286.jpg
Warga melakukan evakuasi mandiri menuju lokasi pengungsian usai terjadi gempa susulan di kawasan Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Kamis (20/8/2026). BMKG mencatat hingga Kamis (20/8) pukul 05.00 WIB telah terjadi 3.394 gempa susulan. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/agr
2026/08/20/antarafoto-kendala-warga-pulau-palue-pascagempa-1787198160_15288.jpg
Sejumlah warga membawa bantuan menyusuri jalanan berbatu dari posko bantuan Desa Rokirole ke Desa Nitunglea, Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (19/8/2026). Pulau berpenduduk sekitar 11.000 jiwa yang berjarak 20-30 dari pusat gempa bumi magnitudo 7,7 itu kesulitan mendistribusikan bantuan karena sejumlah jalan antardesa terputus akibat tanah longsor terdampak gempa. ANTARA FOTO/Mega Tokan/app/nym.
2026/08/20/antarafoto-kerusakan-rumah-warga-pulau-palue-akibat-gempa-1787198158_15289.jpg
Warga melintas di samping bangunan sekolah yang rusak akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (19/8/2026). Gempa bumi pada Sabtu (15/8/2026) tersebut menyebabkan ratusan rumah rusak di pulau berpenduduk sekitar 11.000 jiwa dan berjarak 20-30 kilometer dari pusat gempa. ANTARA FOTO/Mega Tokan/app/nym.
2026/08/20/antarafoto-evakuasi-korban-gempa-ntt-1787201602_15282.jpg
Petugas mengevakuasi korban gempa di Ronting, Lamba Leda, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa (18/8/2026). Basarnas bersama petugas gabungan mengevakuasi sejumlah korban luka menggunakan helikopter ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8) merusak fasilitas kesehatan di wilayah tersebut. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/tom.
2026/08/20/antarafoto-evakuasi-pengungsi-gemnpa-bumi-yang-sakit-1787198169_15284.jpg
Petugas kesehatan menggendong warga terdampak gempa bumi yang sakit untuk dipindahkan dari lokasi pengungsian Gelora Samador ke RSUD TC Hillers Maumere di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Senin (17/8/2026). Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka memberikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak gempa bumi untuk memastikan kesehatan para pengungsi terhindar dari berbagai penyakit. ANTARA FOTO/Mega Tokan/app/foc.
2026/08/20/antarafoto-posko-pengungsian-korban-gempa-di-manggarai-1787201641_15294.jpg
Warga beristirahat di tenda posko pengungsian korban gempa bumi NTT di Lapangan Barangkolong, Reo, NTT, Senin (17/8/2026). Sebanyak 1.364 orang warga yang terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di NTT tercatat mengungsi di posko tersebut. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc.
2026/08/20/antarafoto-rsud-maumere-rawat-pasien-di-tenda-akibat-gempa-1787198172_15296.jpg
Sejumlah pasien menjalani perawatan di tenda darurat RSUD TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Senin (17/8/2026). Rumah sakit tersebut mengoperasikan tenda-tenda darurat untuk merawat pasien-pasien mereka karena bangunan utama mengalami kerusakan di sejumlah titik akibat gempa yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) sekaligus sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. ANTARA FOTO/Mega Tokan/app/foc.
2026/08/20/antarafoto-pengungsi-korban-gempa-di-manggarai-timur-1787198784_15293.jpg
Sejumlah anak mengaji di tenda pengungsian korban gempa bumi di kawasan Ronting, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). BNPB mencatat sebanyak 15.465 orang mengungsi di Kabupaten Manggarai Timur, terdiri atas 14.499 orang yang mengungsi secara mandiri dan 966 orang yang mengungsi di sejumlah posko pengungsian. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/kye
2026/08/20/antarafoto-kerusakan-tempat-ibadah-akibat-gempa-bumi-ntt-1787201596_15291.jpg
Warga memotret kondisi bangunan Gereja Stasi St. Paulus Satar Teu yang mengalami kerusakan di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) Rabu (19/8/2026). Menurut data BNPB, hingga Selasa (18/8) tercatat sebanyak 173 rumah ibadah di berbagai daerah wilayah NTT mengalami kerusakan akibat dampak dari gempa bumi. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym.
2026/08/20/antarafoto-evakuasi-korban-gempa-ntt-1787201606_15283.jpg
Seorang korban gempa beristirahat saat menunggu evakuasi oleh petugas di Ronting, Lamba Leda, Manggarai Timur, NTT, Selasa (18/8/2026). Basarnas bersama petugas gabungan mengevakuasi sejumlah korban luka menggunakan helikopter ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8) merusak fasilitas kesehatan di wilayah tersebut. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/tom.

tirto.id - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 menimbulkan kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak, terutama mereka yang harus mengungsi dan kehilangan akses terhadap layanan dasar. Beberapa pusat donasi dibuka untuk memudahkan masyarakat dalam menyalurkan bantuan.

Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengirimkan ratusan ton bantuan yang mencakup sembako, tenda, selimut, kasur lipat, hygiene kit, pakaian, penjernih air, genset, hingga perangkat komunikasi yang disalurkan melalui pos pendukung logistik nasional Halim Perdanakusuma pada Selasa (18/8/2026).

Gempa susulan terus terjadi sampai hari ini di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat jumlah gempa susulan NTT mencapai 2.768 kali.

Berdasarkan keterangan tertulis BMKG per Rabu (19/8/2026), lebih dari 2.000 gempa susulan tersebut berlangsung dalam intensitas yang bervariasi, antara magnitudo 1,1 hingga 6,2. Dari jumlah tersebut, 81 di antaranya tergolong gempa yang dapat dirasakan.

Baca juga artikel terkait FOTO - TIRTO atau tulisan lainnya dari Qurrota Ayun

Oleh: Qurrota Ayun
Editor: Maya Saputri