tirto.id - Situasi banjir di Kabupaten Aceh Utara, Aceh Besar, dan Jogja hari ini, Senin, 24 November 2025 dapat diketahui oleh masyarakat sekitar sebagai upaya mitigasi bencana. Saat ini, ratusan keluarga di wilayah Aceh masih mengungsi akibat banjir.
Sejumlah wilayah di Aceh masih terendam banjir hingga hari ini, Senin, 24 November 2025. Banjir tersebut disebabkan intensitas hujan yang tinggi mengguyur Aceh selama sepekan lalu. Sementara itu, sebagian saluran air di wilayah banjir tersumbat sehingga air meluap ke pemukiman warga.
Kemudian, sejumlah wilayah di Jogja juga terendam banjir hingga tanah longsor. Masyarakat yang terdampak telah mengungsi di lokasi yang lebih aman.
Update Situasi Banjir di Kabupaten Aceh Utara, Aceh Besar, & Yogyakarta Hari Ini
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara mencatat banjir terjadi di 74 desa di 7 kecamatan. Berdasarkan hasil pengamatan BPBD, sebanyak 2.481 kepala keluarga (KK) terdampak banjir. Dari total tersebut, sebanyak 519 terpaksa mengungsi di tempat aman.
"Korban terdampak banjir saat ini ada yang mengungsi di sejumlah meunasah (musala). Jumlah kepala keluarga yang mengungsi sebanyak 519," kata Kabid Pencegahan dan Kedaruratan BPBD Aceh Utara, Mulyadi, dikutip dari RRI, Senin (24/11/2025).
Dalam dua hari terakhir, BPBD Aceh Utara melaporkan hujan mulai surut. Namun, genangan air masih melanda sejumlah daerah dengan tinggi 30-50 cm.
Data BPBD Aceh Utara juga menyebutkan tiga desa telah membuka pengungsian di meunasah (musala) yaitu, Desa Matang Jurong, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Desa Ulee Rubek Timu, Kecamatan Seunuddon, dan Desa Cot Mane, Kecamatan Baktiya.
Banjir di Aceh Utara disebabkan hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Jumat (21/11/2025). Akibat bencana tersebut, pemerintah daerah telah memberikan bantuan bagi warga terdampak.
Kemudian, rumah dinas (asrama) TNI Korem 011/Lilawangsa, di Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh juga tergenang banjir sekitar 40 cm. Keluarga TNI yang berada di wilayah tersebut dievakuasi ke tempat aman hingga air surut.
Sepekan sebelumnya, banjir juga melanda wilayah Aceh Besar pada Selasa (11/11). Baji di wilayah Aceh Besar tersebut diperkirakan mencapai 20 cm.
Banjir ini menggenangi badan jalan Gampong Geunteut dan persawahan siap panen milik petani seluas tujuh hektare. Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjit tersebut dan masyarakat masih bertahan di rumah masing-masing.
Banjir juga menggenang di beberapa titik lokasi di Jogja. Hingga kemarin sore, Minggu, 23 November 2025, underpass Kentungan di Jalan Padjajaran atau Ring Road Utara, Depok, Sleman masih tergenang banjir. Banjir tersebut diduga terjadi karena penambahan debit air dan luapan selokan di sekitar underpass.
Selain banjir, hujan deras yang mengguyur wilayah Jogja, khususnya daerah Kabupaten Bantul turut menyebabkan kejadian tanah longsor pada Jumat (21/11) di Kelurahan Sriharjo, Kecamatan Imogiri, hingga mengakibatkan akses jalan terputus.
Berdasarkan laporan Antaranews, Minggu, 23 November 2025, sebanyak 450 jiwa yang terdiri dari 300 warga Wunut dan 150 warga Sompok terdampak longsor. Pemerintah setempat tengah mengirimkan bantuan dan menyiapkan tempat evakuasi yang aman.
Mengacu pada prediksi BMKG, puncak musim hujan di Jogja diperkirakan terjadi pada kurun waktu Desember 2025 hingga Februari 2026. Guna menghadapi puncak musim hujan ini, masyarakat di sekitar Jogja diimnbau untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id
































