tirto.id - Apakah Luca Zidane, kiper Aljazair di Piala Dunia 2026 yang tampil dalam starting XI vs Argentina pada Rabu (17/6/2026) adalah anak Zinedine Zidane? Jawabannya, iya. Penjaga gawang berusia 28 tahun itu adalah anak kedua dari empat bersaudara putra Zidane, di samping Enzo Zidane, Theo Zidane, dan Elyaz Zidane.
Laga Argentina vs Aljazair di Arrowhead Stadium, Kansas City pada Rabu (17/6) jadi catatan tersendiri. Partai Grup J Piala Dunia edisi ke-23 tersebut menjadi arena bagi Luca Zidane menjalani debut di turnamen empat tahunan terakbar dunia tersebut. Luca sebelumnya sudah tercatat menjalani 7 caps internasional bagi Aljazair.
Bagi pencinta sepak bola yang penasaran dengan siapa sebenarnya Luca Zidane, bagaimana ia bisa membela Aljazair, dan bagaimana kiprah saudaranya yang lain sebagai putra Zinedine Zidane, berikut profil singkat sang kiper kelahiran 13 Mei 1998.
Siapa Luca Zidane dan Apakah Putra Zinedine Zidane?
Luca Zidane yang bernama lengkap Luca Zinedine Zidane Fernández lahir di Aix-en-Provence, Prancis pada 13 Mei 1998. Usianya kini adalah 28 tahun.
Luca Zidane memilih posisi sebagai penjaga gawang. Ini tentu berbeda dengan 3 saudaranya yang semuanya pemain lapangan. Enzo Zidane (31 tahun), kakak tertua, saat ini sudah pensiun setelah terakhir kali tampil untuk Fuenlabrada, klub Primera Federacion Liga Spanyol.
Sementara itu, Theo Zidane (24 tahun), anak ketiga Zidane, bermain sebagai gelandang. Seperti Enzo dan Luca, Theo pernah berkarir di tim junior Real Madrid. Ia tercatat tampil untuk Real Madrid Castilla dalam 93 laga, lalu menyeberang ke Cordoba sejak 2024.
Terakhir, yang paling muda adalah Elyaz Zidane (20 tahun) yang berposisi sebagai bek tengah. Saat ini dia tampil untuk tim cadangan Real Betis, Betis Deportivo, yang berlaga di Primera Federacion Liga Spanyol.
Bagaimana dengan Luca Zidane? Penjaga gawang bertinggi 1,83 meter ini tercatat pernah tampil 2 kali bersama tim senior Real Madrid. Debutnya terjadi pada 19 Mei 2018 saat Los Blancos bermain imbang 2-2 lawan Villarreal.
Tidak mendapatkan tempat di tim utama Real Madrid, Luca Zidane kemudian dipinjamkan ke Racing Santander yang berkiprah di Segunda Division. Di sana, ia tampil 33 kali pada musim 2019/20.
Rayo Vallecano kemudian tertarik mengambil Luca Zidane pada 2020/21. Meskipun awalnya sulit menembus tempat inti, Luca punya andil membawa Rayo promosi ke LaLiga, ketika ia menggantikan posisi Stole Dimitrievski, kiper utama yang tampil di EURO 2020.
Luca Zidane berpindah klub lagi pada musim 2022/23 ke Eibar. Di klub Basque tersebut dia bermain 63 kali dalam 2 musim. Terakhir, klub terbarunya adalah Granada, lagi-lagi klub Segunda Division, dalam 2 musim termutakhir.
Kehadiran Luca Zidane di skuad Aljazair arahan pelatih Vladimir Petkovic menjadi salah satu magnet perhatian terbesar di Piala Dunia 2026. The Fennecs, julukan Aljazair, kembali ke panggung dunia setelah absen selama 12 tahun sejak Brasil 2014.
Di babak penyisihan Piala Dnia 2026, Aljazair tergabung di Grup J bersama sang juara bertahan Argentina. Di samping itu, ada pula Austria dan Yordania.
Luca Zidane sebenarnya bisa memilih tiga kewarganegaraan. Pertama, Prancis, negara kelahirannya dan tempat sang ayah menjadi ikon global. Kedua, Spanyol, negara tempat ia ditempa sejak kecil di akademi Real Madrid. Terakhir, Aljazair, tanah kelahiran kakek dan neneknya dari jalur sang ayah. Pasalnya, Zinedine Zidane berasal dari keluarga imigran Aljazair asal Aguemoune.
Pada usia muda, Luca membela Timnas Prancis. Ia adalah bagian penting dari skuad Les Bleuets yang menjuarai Euro U17 2015. Bahkan, ia menjadi pahlawan di babak semifinal dengan menepis tiga penalti berturut-turut melawan Belgia. Ia juga tercatat membela Prancis U20 pada 2018.
Meskipun bersinar di level tim muda, Luca Zidane tak kunjung menembus dinding Timnas Prancis dengan ketatnya persaingan di sektor penjaga gawang. Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Aljazair (FAF) terus memantau situasi Luca.
Pada 19 September 2025, FIFA secara resmi menyetujui permohonan perpindahan asosiasi Luca Zidane dari Prancis ke Aljazair. Hanya berselang beberapa minggu, ia langsung mendapatkan panggilan senior pertamanya dan melakoni debut penuh pada 14 Oktober 2025 dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026. Ketika itu, Aljazair melawan Uganda yang berakhir dengan kemenangan 2–1.
Hingga menjelang bergulirnya fase grup Piala Dunia 2026, Luca telah mencatatkan 7 caps resmi bersama Aljazair. Ini termasuk menjaga gawang nirbobol saat The Fennecs menang 1–0 atas Belanda dalam laga uji coba Juni 2026.
Kini, dengan tampil untuk Aljazair, Luca Zidane membuka sejarah baru dalam keluarga Zinedine Zidane. Sang ayah adalah legenda Prancis yang mengantarkan tim tersebut juara Piala Dunia 1998 dan tembus final pada 2006. Selang 20 tahun sejak penampilan terakhir Zinedine Zidane, anak keduanya debut di Piala Dunia dengan membela negara leluhurnya.
Seluruh pertandingan FIFA World Cup 2026 dapat disaksikan di kanal TVRI Nasional dan TVRI Sport.
Ikuti kabar terbaru seputar Piala Dunia 2026 dari Tirto.id dengan cara klik tautan ini.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id































