Menuju konten utama
Kampanye COVID-19

Satgas Minta Warga Tak Lengah Meski Angka Kasus Covid Terus Menurun

Kasus COVID-19 di Indonesia mengalami perkembangan yang positif di bulan Agustus 2021.

Satgas Minta Warga Tak Lengah Meski Angka Kasus Covid Terus Menurun
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito. ANTARA/HO-Youtube BNPB Indonesia

tirto.id - Penanganan kasus COVID-19 di Indonesia terus mengalami perkembangan yang membaik dan bulan Agustus 2021 tercatat kemajuan yang signifikan dibandingkan Juli 2021.

Satgas COVID-19 pun meminta warga agar tidak lengah walaupun catatan kasus COVID-19 terus mengalami perkembangan yang baik.

"Tentunya kita tidak boleh lengah meski perkembangan positif di Agustus. Kenaikan kasus harus diantisipasi mengingat telah dibukanya aktivitas sosial ekonomi secara bertahap," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan COVID-19 seperti dikutip dari laman resminya, Jumat (3/9/2021).

Dari laporan yang ada, menurunnya angka kasus positif nasional dan kasus aktif setiap harinya ditandai dengan kesembuhan yang meningkat, di mana terdapat dampak positif pada perkembangan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit rujukan.

Meski demikian, kata Wiku, masih ada yang perlu dibenahi, yakni angka kematian Agustus lebih tinggi dibandingkan Juli 2021.

Dalam pemaparannya ia menyebutkan, perbandingan penurunan kasus per 29 Agustus 2021 dan 15 Juli 2021, penurunannya mencapai 86,9%.

Lalu, perbandingan total kasus, pada Agustus mencapai 664.829 kasus atau telah turun 45% dari bulan Juli 2021. Juli lalu, mencatatkan jumlah kasus bulan tertinggi sejak pandemi dengan 1.225.765 kasus.

"Tentunya untuk menekan kasus hampir setengah dari sebelumnya dalam jangka waktu 1 bulan adalah perkembangan yang baik. Namun kita tidak boleh cepat berpuas diri," terang Wiku.

Menurutnya, kondisi ini terjadi karena penurunan dalam lonjakan kedua ini masih 2 kali lipat lebih tinggi dibandingkan lonjakan pertama, atau yang terjadi di bulan Januari 2021 mencapai 331.052 kasus.

Idealnya, lanjut dia, kasus lonjakan kedua ini harus harus ditekan di bawah angka kasus pada lonjakan pertama.

Jika melihat perkembangan di tingkat provinsi, ada 23 dari 34 provinsi menunjukkan penurunan kasus di bulan Agustus bandingkan Juli lalu.

Dalam catatan, masih terdapat 11 provinsi dengan kenaikan kasus positif pada Agustus ini. Di antaranya Aceh naik 152%, Sulawesi Tengah naik 111%, Gorontalo naik 57%, Kalimantan Selatan naik 47%, Sumatera Utara naik 44%, Kalimantan Utara naik 24%, Bali naik 15%, Babel naik 10%, Sulawesi Selatan naik 5% dan Jambi naik 5%.

Lebih lanjut, perkembangan baik lainnya pada kasus aktif per Agustus ini. Terjadi penurunan drastis jika dibandingkan Juli.

Akhir Agustus sebanyak 196.281 kasus atau 4,8%, sedangkan pada Juli lebih dari 500 ribu atau 16%. Angka kesembuhan juga meningkat per Agustus sebanyak 942.281 orang sembuh dibandingkan Juli sebanyak 896.501 orang sembuh.

Penurunan angka positivity rate bulanan juga terjadi di bulan Agustus menjadi 18,38% dari Juli sebesar 27,4%. Sama halnya, angka BOR pada Agustus turun menjadi 40,05% dari Juli sebesar 72,77%.

Wiku mengatakan, pemerintah masih terus memperbaiki sinkronisasi data antara pusat dan daerah.

"Namun, kita perlu mengantisipasi delay data yang dapat berkontribusi terhadap perbedaan data dan berpotensi lebih tinggi dari seharusnya," imbuhnya.

Ia menambahkan jika perkembangan baik ini juga bisa tercapai karena dukungan seluruh lapisan masyarakat yang mentaati peraturan pemerintah dalam bentuk PPKM selama Juli dan Agustus sehingga berkontribusi langsung dalam menurunkan jumlah kasus.

Meski hampir semua indikator penanganan berkembang ke arah yang lebih baik, sayangnya angka kematian di bulan Agustus tercatat sebanyak 37.330 kasus yang lebih tinggi dibandingkan bulan Juli sebanyak 34.394 kasus.

Di tingkat provinsi pun, hanya ada 8 provinsi yang mengalami penurunan kasus kematian, lalu ada 16 provinsi yang mencatatkan kenaikan.

Untuk kenaikan kasus, ada 5 provinsi di antaranya yang tertinggi di bulan Agustus yakni Bali naik 752 kasus, Sumatera Utara naik 610 kasus, Lampung naik 585 kasus, Kalimantan Selatan naik 501 kasus dan Sulawesi Tengah naik 470 kasus.

Tingginya kasus kematian di bulan Agustus ini menandakan bahwa perjuangan dalam menurunkan kasus pada lonjakan kedua ini belum selesai.

Wiku kembali meminta semua pihak untuk bekerja keras dalam menurunkan angka kasus terutama pasien, agar ditangani dengan baik dan mencegah bertambahnya angka kematian.

"Oleh karena itu kita tidak boleh berpuas diri, dan harus tetap waspada. Agar pelonggaran kegiatan ekonomi yang sudah berjalan, dapat berjalan dengan aman dan baik," tukas Wiku.

Banner BNPB Info Lengkap Seputar Covid19

Banner BNPB. tirto.id/Fuad

Baca juga artikel terkait KAMPANYE COVID-19 atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Iswara N Raditya