Menuju konten utama

Roy Suryo Klaim Diintimidasi saat akan Luncurkan Buku di UC UGM

Roy Suryo lantas memindahkan acara peluncuran buku Jokowi's White Paper ke sebuah kafe serta mengalami insiden pemadaman saat peluncuran buku.

Roy Suryo Klaim Diintimidasi saat akan Luncurkan Buku di UC UGM
Pakar telematika Roy Suryo (tengah) menjawab pertanyaan wartawan saat jeda pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/5/2025). . ANTARA FOTO/Fauzan/bar

tirto.id - Pengamat telematika, Roy Suryo, mengklaim dirinya bersama tim sempat mendapat intimidasi ketika hendak menggelar soft launching buku Jokowi’s White Paper yang digelar pada Senin, (18/8/2025).

Dia menyebut, acara yang semula dijadwalkan di UC UGM Yogyakarta mendadak dibatalkan setelah adanya tekanan aparat. Padahal, Roy mengaku telah melakukan pemesanan dan melakukan sejumlah pembayaran untuk menggelar acara di tempat tersebut.

“Jadi booking sudah kami lakukan, tapi mendadak, kami dengar kabar minggu malam tanggal 17 Agustus, 17 Agustus Iho, kami sedang merayakan 80 tahun kemerdekaan Indonesia. Tiba-tiba gedung itu disatroni, saya bilang disatroni karena katanya enggak resmi, ada petugas dari polsek setempat itu datang, dan kemudian melakukan intimidasi dan lain sebagainya, interogasi,” ujar Roy kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, pada Rabu (20/8/2025).

Akan tetapi, Roy menyebut acara tersebut akhirnya tetap berjalan meskipun harus dipindahkan ke sebuah kafe dan menjadi umum didatangi masyarakat.

Di tengah jalannya acara peluncuran buku, tepatnya setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, Himne Gadjah Mada, dan doa bersama, Roy menyebut bahwa lampu dan AC yang digunakan mendadak padam.

“Ini kan luar biasa jahatnya, luar biasa tidak bermoralnya, luar biasa tidak beragamanya, oknum yang melakukan itu,” katanya.

Akan tetapi, eks Menpora (Menteri Pemuda dan Olahraga) RI itu menyebut acara soft launching tetap dilaksanakan hingga selesai. Roy beralasan, pihaknya telah menyiapkan antisipasi terhadap kemungkinan yang terjadi.

“Juga mikrofon, juga tetap on, karena kita pakai wireless yang sudah kita antisipasi, pakai baterai,” jatanya.

Atas hal ini, Universitas Gadjah Mada (UGM), melalui Juru Bicara I Made Andi Arsana, mengatakan bahwa UC Hotel UGM tidak memfasilitasi kegiatan yang bernuansa politis dan berkaitan dengan isu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

"UGM memandang bahwa acara ini bernuansa politis seperti yang sudah disebutkan di atas dan UGM tidak bersedia terlibat dan memfasilitasi acara tersebut," kata Andi dalam keterangan rilisnya.

Selain itu, Andi menyebut keputusan ini diambil juga berdasarkan alasan prosedural. Sebab, katanya, terdapat perbedaan antara rencana awal yang disampaikan saat pemesanan dengan kegiatan yang sebenarnya akan dilaksanakan.

Baca juga artikel terkait ROY SURYO atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher