tirto.id - Penyanyi Rony Parulian merilis album keduanya, Dunia dan Seisinya, pada 4 September 2026 melalui Universal Music Indonesia. Album ini berisi 10 lagu yang ditulis Rony bersama sejumlah musisi dan produser, di antaranya Lafa Pratomo, Petra Sihombing, Rendy Pandugo, dan Krisna Trias. Album Dunia dan Seisinya menjadi kelanjutan dari perjalanan Rony sebagai singer-songwriter. Dalam album ini, Rony terlibat dalam penulisan seluruh materi yang mengangkat sejumlah tema, mulai dari cinta, kecemburuan, kerinduan, harapan, hingga ketidakpastian.
Berbeda dari album yang dibangun sebagai satu cerita utuh, 10 lagu dalam Dunia dan Seisinya lahir dari pengalaman dan situasi yang berbeda. Rony mengatakan setiap lagu memiliki cerita dan karakter masing-masing, tetapi tetap memiliki benang merah ketika disatukan sebagai sebuah album.
"Buatku, album ini tentang gimana kita harus mengerti pola-pola kehidupan. Setiap hari mengalami hal berbeda, warna berbeda, cerita beda, nuansa berbeda," ujar Rony dalam acara konferensi pers yang diadakan di Jakarta Selatan, Rabu (2/9).
Salah satu lagu dalam album ini adalah “Dunia Imajiner”, yang ditulis Rony bersama Lafa Pratomo. Lagu tersebut bercerita tentang ruang imajinasi yang dimiliki seseorang untuk membayangkan sesuatu yang belum tentu ditemukan dalam kehidupan nyata.
Dalam pengerjaan “Dunia Imajiner”, Lafa Pratomo bertindak sebagai produser dan arranger. Ia bekerja bersama Refo Alpha Ramadhan sebagai co-producer dan Kamga sebagai vocal director.
Selain Lafa, Rony menggandeng Krisna Trias dan Petra Sihombing untuk menggarap sejumlah materi dalam album tersebut. Kolaborasi dengan sejumlah produser menghasilkan pendekatan musik yang berbeda pada setiap lagu, dengan pop-rock alternatif sebagai salah satu karakter utama album.
Menurut Lafa, Rony sudah berkembang sebagai seorang musisi. Di album pertama, ia cenderung lebih pemalu dan menahan diri untuk berkreasi. Di album baru ini, Lafa menganggap Rony sudah terbuka dan mulai banyak hal yang ia tumpahkan untuk jadi karya.
Sedangkan Krisna dan Petra menganggap bahwa album ini adalah album multi genre yang mengusung banyak warna lagu.
"Jadi banyak yang mulai tumpah, dia udah tahu apa aja hal yang pengen dibuat," ujar Lafa.
Sedangkan Rony mengakui hal itu. Menurutnya, album ini adalah bentuk pendewasaan dirinya.
"Menurutku, album ini lebih mendewasakan. Jadi lebih tahu mana yang mau dibuat, mana yang mau dikeluarkan, mana yang enggak perlu dimasukkan," kata Rony.
Album Dunia dan Seisinya akan resmi dirilis pada 4 September 2026 dan dapat didengarkan melalui berbagai platform streaming digital.
Editor: Nuran Wibisono
Masuk tirto.id

































