Rizieq Serukan Lawan Persekusi, PA 212: Kami Siap Melawan Preman

Oleh: Andrian Pratama Taher - 28 Agustus 2018
Dibaca Normal 1 menit
Video rekaman pernyataan Rizieq yang menyerukan perlawanan terhadap persekusi oleh preman bayaran beredar di media sosial, pada hari ini.
tirto.id - Video berdurasi 59 detik yang merekam pernyataan Rizieq Shihab mengenai seruan untuk melawan persekusi beredar di media sosial, pada hari ini. Video unggahan akun twitter @4binya_almumtaz itu menampakkan Rizieq berdiri bersama puluhan orang yang berada di sekelilingnya.

Unggahan itu memuat keterangan bahwa pernyataan Rizieq disampaikan di Mekah saat tokoh Front Pembela Islam tersebut berkumpul bersama sejumlah ulama dan tokoh nasional, di antaranya Nazar Haris dan Mayjen TNI (Purn) Tri Tamtomo. Namun, kualitas video itu buruk sehingga kurang jelas siapa saja mereka yang berada di sekeliling Rizieq.

Humas Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bakmumin membenarkan video itu memuat pernyataan Rizieq Shihab yang kini sedang berada di Arab Saudi.

"Itu video [dibuat] dalam rangka musyawarah mempersiapkan Ijtima Ulama kedua yang rencananya akan diadakan awal September," kata Novel pada Selasa (28/8/2018).

Pernyataan Rizieq dalam video itu hanya memuat seruan untuk melawan preman-preman bayaran yang melakukan persekusi. Namun, Rizieq tidak menjelaskan kasus yang terkait dengan persekusi itu.

“Keprihatinan kita terhadap munculnya preman-preman bayaran yang melakukan persekusi terhadap ulama, terhadap tokoh-tokoh, terhadap para aktivis dan ibu-ibu. Ini tidak boleh dibiarkan, kami serukan dari kota suci Mekah, seluruh umat, seluruh bangsa, seluruh umat, rakyat bersatu jihad lawan preman-preman bayaran yang ingin memecah belah umat, yang ingin mengacaukan Indonesia, yang ingin merusak perdamaian,” demikian kata Rizieq.

“Kami akan lawan segala bentuk kezaliman. Kezaliman tidak boleh dibiarkan,” ujar Rizieq menutup pernyataannya.


Novel Bamukmin enggan menafsirkan kemungkinan seruan Rizieq itu berkaitan dengan kasus-kasus pembubaran aksi deklarasi #2019GantiPresiden yang belakangan terjadi. Namun, dia menegaskan Persaudaraan Alumni (PA) 212 kini telah bersiap melawan upaya pembubaran aksi #2019GantiPresiden.

"Kami di PA 212 sudah menyambut seruan itu untuk waspada, siap-siap melakukan perlawanan kepada para preman dan oknum ormas yang sekiranya akan mempersekusi gerakan dakwah #2019GantiPresiden," kata Novel.

Dia menambahkan upaya perlawanan itu akan dilakukan sesuai ketentuan hukum. Misalnya, mereka akan melaporkan kepada aparat hukum jika masih ada pihak yang mengadang aksi-aksi #2019gantipresiden.

Apabila pembubaran aksi masih terjadi, Novel menambahkan PA 212 akan mendesak aparat terkait, baik kapolsek hingga kapolda, untuk dicopot.

"Kalau aparat tidak berdaya membendung aksi premanisme yang sudah turun ke jalan, yang membuat aksi anarkis dan membahayakan keselamatan manusia maka kami juga siap mempertahankan diri kami melawan aksi mereka, maka seruan Jokowi untuk siap berkelahi juga kami sambut," kata Novel.


Baca juga artikel terkait DEKLARASI 2019GANTIPRESIDEN atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Politik)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Addi M Idhom