tirto.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria mengklaim bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur untuk menangani pasien COVID-19 menurun menjadi 64 persen per Rabu 28 Juli 2021.
Angka tersebut menurun sebanyak 9 persen dibandingkan pada 26 Juli yaitu 73 persen. Tingkat keterisian tersebut terdiri dari 140 rumah sakit yang khusus menangani pasien COVID-19.
"Perlu juga kami sampaikan di sini, alhamdulillah angka okupansi sudah turun di 64 persen," kata Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (29/7/2021).
Berdasarkan data real time Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI per pukul 17.15 WIB, Kamis (29/7):
Isolasi Tekanan Negatif tersisa 386 dari 1.317 atau terpakai 71 persen; Isolasi Tanpa Tekanan Negatif tersisa 1.185 dari 2.835 bed atau terpakai 58 persen; NICU khusus COVID-19 tersisa 19 dari 37 bed atau terpakai 49 persen; Perina khusus COVID-19 tersisa 37 dari 100 bed atau terpakai 37 persen; PICU khusus COVID-19 tersisa 5 dari 24 bed atau terpakai 79 persen; OK khusus COVID-19 tersisa 1 dari 21 bed atau terpakai 95 persen; dan HD khusus COVID-19 tersisa 10 dari 47 bed atau terpakai 79 persen.
Riza juga mengklaim keterisian ruang ICU sudah menurun menjadi 86 persen. Angka tersebut menurun sebanyak 3 persen dari tanggal 26 Juli yaitu 89 persen.
Berdasarkan data real time Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI per pukul 17.15 WIB, Kamis (29/7): ICU Tekanan Negatif Dengan Ventilator tersisa 25 dari 231 bed, atau terpakai 89 persen; ICU Tekanan Negatif Tanpa Ventilator tersisa 31 dari kapasitas 169 bed atau terpakai 82 persen; ICU Tanpa Tekanan Negatif dengan Ventilator tersisa 26 dari kapasitas 70 bed atau terpakai 63 persen; dan ICU Tanpa Tekanan Negatif Tanpa Ventilator tersisa 25 dari kapasitas 123 bed atau terpakai 80 persen.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, kata Riza, akan meningkatkan terus testing, tracing, dan treatment (3T) selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.
"Tugas masyarakat tetap berada di rumah, laksanakan prokes, dan tentu laksanakan PPKM Level 4 secara disiplin dan bertanggungjawab," tuturnya.
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id


























