tirto.id - Ringkasan materi perilaku konsumen dapat membantu siswa untuk memahami keputusan seorang pembeli barang maupun pelanggan jasa. Simak materi tentang perilaku konsumen, teori, faktor, dan dimensinya di dalam artikel ini.
Berbicara mengenai kegiatan perekonomian dan pemasaran, perilaku konsumen menjadi salah satu bahasan yang diajarkan kepada murid. Untuk memahami materi, peserta didik dapat membaca rangkuman dan contoh perilaku konsumen.
Materi perilaku konsumen di sini juga membahas tentang berbagai regulasi yang mengatur perilaku. Dengan menerapkan aturan, perilaku konsumen, tujuan, dan perlindungannya dapat dikaji secara jelas.
Apa Itu Perilaku Konsumen?
Mengutip PPM School of Management, perilaku konsumen adalah ilmu yang membahas tentang bagaimana seseorang maupun kelompok membeli sesuatu. Mulai dari pemilihan barang/jasa, pembelian, penggunaan, dan evaluasi.
Berbagai proses dalam perilaku konsumen tersebut ditujukan untuk menilai perilaku atas pemenuhan kebutuhan seseorang. Selain itu, pemenuhan keinginan seseorang yang melibatkan pembelian juga termasuk dalam perilaku konsumen.
Konsumen sendiri merupakan orang yang membeli barang atau menggunakan suatu jasa. Perilaku mereka kerap mengalami perubahan menyesuaikan dengan faktor-faktor tertentu.
Teori Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen adalah sikap yang memengaruhi keputusan seorang pelanggan dalam melakukan pembelian suatu produk atau jasa. Banyak ahli yang memaparkan teori perilaku konsumen.
Salah satunya Schiffman dan Wisenblit dalam bukunya yang bertajuk Consumer Behavior (2015). Mereka berdua memaparkan perilaku konsumen sebagai segala laku pelanggan.
Perilaku konsumen mencakup sikap ketika mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, atau berhenti mengonsumsi. Sejumlah hal tersebut diharapkan dapat memuaskan kebutuhan konsumen.
Perilaku konsumen juga mengacu pada dua hal. Pertama, cara individu atau kelompok saat mengambil keputusan.
Ketentuan pertama di atas memiliki kaitan dengan cara menggunakan sumber daya yang dimiliki, yaitu waktu, uang, dan usaha. Kemudian tentang apa yang dibeli, mengapa mereka membeli, kapan mereka beli, atau seberapa sering mereka menggunakan produk serta jasa.
Kedua, perilaku konsumen juga merujuk pada cara individu atau kelompok dalam memproses layanan jasa atau barang yang dibeli. Beberapa pertanyaannya mencakup apakah yang dibeli akan disimpan, dibuang, diberikan, dijual, dipinjamkan, atau disewakan.
Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen
Ada sejumlah lima faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen. Faktor tersebut mencakup penyebab personal, budaya, sosial, psikologis, dan situasional.
Berikut penjelasan tentang faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen.
- Faktor personal: perilaku konsumen ditentukan oleh gaya hidup, jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan pendapatan.
- Faktor budaya: perilaku konsumen ditentukan oleh kepercayaan, norma, nilai, maupun adat.
- Faktor sosial: perilaku konsumen ditentukan oleh lingkungan tempat seseorang melakukan interaksi sosial.
- Faktor psikologis: perilaku konsumen ditentukan oleh sikap, obsesi, persepsi, motivasi, maupun pengetahuan.
Contoh Perilaku Konsumen
Peserta didik dapat melihat berbagai macam contoh perilaku konsumen dalam kehidupan sehari-hari. Pada dasarnya, contoh tersebut kerap dipraktikkan oleh diri sendiri.
Mengutip laman Desert Dog Marketing, salah satu contoh perilaku konsumen bisa dilihat dari orang yang tidak membeli barang mewah karena kesulitan membayar biaya sewa rumah.
Sebagai konsumen, individu tersebut lebih mengutamakan kebutuhan utama sewa rumah dan mengesampingkan pembelian perhiasan. Hal ini serupa dengan orang yang lebih memprioritaskan beli nasi dibanding koleksi.
Dimensi Perilaku Konsumen
Dimensi perilaku konsumen terdiri atas 3 aspek utama. Di antaranya terdapat dimensi pelanggan, peranan konsumen, dan perilaku konsumen.
Berikut penjelasan dimensi dalam materi tentang perilaku konsumen.
1. Pelanggan
Pelanggan terdiri atas dua tipe. Pelanggan atau pembeli dapat dikategorikan sebagai konsumen akhir dan konsumen bisnis berikut.- Konsumen akhir: konsumen yang melakukan pembelian guna memenuhi kebutuhan sendiri, keluarga, atau sebagai hadiah tanpa diperjualbelikan.
- Konsumen bisnis: konsumen yang melakukan pembelian untuk kebutuhan pemrosesan lebih lanjut. Misalnya dijual, disewakan, atau dipakai untuk kebutuhan sosial dan publik.
2. Peranan Konsumen
Peranan konsumen dapat dibedakan menjadi tiga jenis. Masing-masing peran bisa dilakukan oleh orang atau individu yang sama maupun berbeda.Adapun peranan konsumen meliputi user (pengguna), payer (pembayar), dan buyer (pembeli) berikut.
- Pengguna: konsumen yang benar-benar mengonsumsi atau menggunakan produk.
- Pembayar: orang yang diuntungkan dari pembelian produk tersebut.
- Pembeli: orang yang terlibat dalam pembelian produk.
3. Perilaku konsumen
Perilaku konsumen meliputi aktivitas mental dan aktivitas fisik yang menunjukkan pihak terlibat, karakteristik konsumen, dan faktor yang memengaruhi proses perilaku konsumen.Perilaku konsumen penting diketahui oleh perusahaan agar kepuasan pelanggan dapat tercapai. Setidaknya, terdapat lima aspek khusus perilaku konsumen yang mencakup daftar berikut.
- Perilaku konsumen yang berkaitan dengan pemahaman atas sejumlah keputusan dengan whether, what, why, when, where, how, how much, how often, dan how long konsumen dalam membeli, memakan, atau menghentikan penggunaan produk.
- Perilaku konsumen yang tidak terbatas seputar pembelian berdasarkan 3 hal pokok, yaitu memperoleh, using behavior, dan disposing behavior.
- Perilaku konsumen beraneka ragam mengikuti bentuk produk seperti barang fisik, jasa, aktivitas, event, orang, hingga gagasan.
- Perilaku konsumen dapat melibatkan banyak orang dalam peran berbeda, misalnya ada pihak inisiator, influencer, pembuat keputusan, pembeli, dan pengguna.
- Perilaku konsumen merupakan konsep dinamis di mana fase akuisisi, konsumsi, dan pembuangan terjadi saban waktu.
Link Download UU Perlindungan Konsumen
Dalam memperlancar proses jual beli dan melindungi perilaku konsumen, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen pada 20 April 1999.
Tujuan aturan tersebut adalah memberikan perlindungan terhadap konsumen berdasarkan manfaat, keadilan, keseimbangan, keamanan konsumen, dan kepastian hukum.
UU No. 8 Tahun 1999 dapat diunduh melalui link berikut.
Link Download UU Perlindungan Konsumen No. 8 Tahun 1999
Ingin tahu lebih banyak tentang perilaku konsumen maupun materi ajar lainnya? Tirto telah merangkum berbagai materi ajar untuk kebutuhan belajar peserta didik. Pastikan untuk terus memantau informasi terbarunya di sini.
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Fadli Nasrudin
Penyelaras: Yuda Prinada
Masuk tirto.id







































