Respons Menperin soal Ribuan Karyawan di Batam Terancam PHK

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 15 Agustus 2019
Airlangga mengatakan perusahaan-perusahaan di Batam memang tengah mengalami permasalahan yang membuat relatif kalah bersaing.
tirto.id - Ribuan karyawan perusahaan elektronik di Batam terancam mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Hal ini menyusul adanya kabar bahwa dua perusahaan elektronik akan menutup pabriknya di Batam.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto tidak membantah kabar ini. Sebaliknya, ia mengatakan perusahaan-perusahaan di Batam memang tengah mengalami permasalahan yang membuat relatif kalah bersaing. Salah satunya, kata Airlangga, adalah biaya logistik.

“Ya nanti kita lihat. Itu terkait dengan daya saing dan biaya logistik,” ucap Airlangga kepada wartawan saat ditemui di Kemenperin pada Rabu (15/8/2019).

Kendati demikian, Airlangga mengatakan secara keseluruhan industri elektronik di Batam masih cukup baik. Ia bahkan menyebutkan investasinya masih meningkat.

Airlangga pun mencontohkan perusahaan Pegatron yang bergerak di bidang perakitan telepon seluler merek Apple atau iPhone. Bahkan saat ini kata Airlangga perusahaan itu sedang gencar-gencarnya melakukan ekspor.

“(Industri) elektronik di Batam kita investasi meningkat. Seperti Pegatron dia nilai ekspor cukup besar,” ucap Airlangga.

“Saya kira cukup tinggi (investasi yang akan masuk ke Batam),” tambah Airlangga.

Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyatakan bahwa dua pabrik di Batam dan Kepulauan Riau akan tutup.

Presiden KSPI, Said Iqbal menyatakan kepada salah satu media elektronik, bahwa perusahaan di Batam terdampak kondisi ekonomi global yang melambat. Alhasil, kuantitas produksi mereka turun menyusul jatuhnya permintaan pasar.

Sejumlah perusahaan di area itu pun mulai melakukan efisiensi. Alhasil, ada banyak upaya pengurangan tenaga kerja seperti tak memperpanjang kontrak maupun PHK.


Baca juga artikel terkait PHK MASSAL atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight