Menuju konten utama

7 Rekomendasi Bone Conduction Earphone Pilihan Tirto Shop

Temukan rekomendasi bone conduction earphone terbaik untuk aktivitas harian dan olahraga, dengan desain nyaman, tahan air, dan kualitas suara yang optimal.

7 Rekomendasi Bone Conduction Earphone Pilihan Tirto Shop
Ilustrasi Bone Conduction Ear. foto/Shockz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Bone conduction earphone menjadi perangkat audio modern yang semakin populer, terutama di kalangan orang-orang yang punya gaya hidup aktif dan mobilitas tinggi. Berbeda dengan earphone biasa, perangkat ini menawarkan pengalaman mendengarkan yang lebih aman bagi telinga.

Bone conduction earphone adalah jenis perangkat audio yang menggunakan getaran untuk mengirimkan suara langsung ke telinga bagian dalam melalui tulang pipi/tengkorak, bukan melalui udara ke gendang telinga seperti earphone biasa.

Dengan desain ini, perangkat tidak dimasukkan ke dalam lubang telinga, tapi justru ditempatkan di sekitar tulang pipi sehingga telinga tetap terbuka dan pengguna bisa mendengar suara di sekitar saat mendengarkan musik atau panggilan suara.

Ini adalah salah satu keunggulan bone conduction dibanding earphone biasa. Jadi, dengan telinga yang tetap terbuka, pengguna tetap sadar akan lingkungan sekitar. Hal ini sangat penting saat ingin mendengarkan musik sambil beraktivitas di luar ruangan seperti berlari atau bersepeda.

Selain itu, bone conduction earphone juga mengurangi tekanan atau gangguan pada saluran telinga karena tidak menutupinya. Perangkat ini pun lebih nyaman untuk dipakai dalam waktu lama dan bisa menjadi alternatif bagi orang yang merasa tidak cocok dengan earphone in-ear.

Hal yang Harus Diperhatikan saat Beli Bone Conduction Earphone

The new Shokz OpenRun Pro 2

Ilustrasi Bone Conduction Ear. foto/Shockz

Bone conduction earphone atau headphone konduksi tulang menawarkan cara mendengarkan yang lebih praktis dan aman, cocok bagi mereka yang gemar mendengarkan musik sambil beraktivitas.

Namun, sebelum membeli, ada beberapa faktor penting yang perlu dipertimbangkan agar mendapatkan perangkat yang sesuai dengan kebutuhan sekaligus memberikan pengalaman terbaik, berikut di antaranya:

1. Kualitas Suara: Frekuensi dan Versi Bluetooth

Kualitas suara adalah salah satu aspek penting saat memilih bone conduction earphone. Kualitas suara bisa dipengaruhi oleh rentang frekuensi. Rentang ideal 20 Hz–20 kHz memungkinkan perangkat menangkap detail suara secara lebih lengkap, mulai dari nada rendah seperti bass hingga nada tinggi.

Semakin luas dan seimbang rentang frekuensi yang dimiliki, semakin baik pula kemampuan perangkat dalam menerjemahkan berbagai jenis suara sehingga pengalaman mendengarkan terasa lebih natural.

Selain frekuensi, versi Bluetooth juga memegang peranan penting dalam menentukan kualitas audio dan tingkat keterlambatan suara (latency). Bluetooth versi terbaru menawarkan kecepatan transfer data yang lebih tinggi, koneksi yang lebih stabil, serta latensi yang lebih rendah.

Disarankan untuk memilih bone conduction earphone dengan Bluetooth versi 5.0 ke atas karena mampu meminimalkan gangguan koneksi. Saat ini, Bluetooth bahkan telah berkembang hingga versi 5.4 sehingga memilih versi terbaru akan memberikan performa yang lebih optimal.

2. Kenyamanan Pemakaian

Bone conduction earphone yang nyaman dipakai adalah yang ringan, ergonomis, dan tidak menekan area pipi atau kepala, terutama jika akan dipakai dalam waktu lama.

Bahan yang fleksibel dan desain yang stabil penting untuk memastikan earphone tetap pada posisinya saat bergerak aktif, seperti saat berlari atau berolahraga.

Selain itu, perhatikan kompatibilitasnya dengan aksesori lain seperti kacamata atau helm agar tetap nyaman digunakan dalam berbagai situasi.

3. Daya Tahan Baterai

Daya tahan baterai menentukan seberapa lama kita bisa memakai earphone tanpa sering mengisi ulang. Idealnya, pilih model yang menawarkan durasi pemutaran minimal 5 jam atau lebih sehingga bisa dipakai beraktivitas dalam waktu lama tanpa terganggu karena baterai habis.

Fitur quick charge juga bisa dipertimbangkan karena dapat memberikan beberapa jam waktu pakai hanya dengan pengisian singkat.

4. Ketahanan terhadap Air dan Keringat

Karena banyak bone conduction earphone dipakai untuk aktivitas olahraga, fitur tahan air dan keringat sangat penting. Perhatikan rating IP (Ingress Protection) dengan angka yang lebih tinggi menunjukkan perlindungan yang lebih kuat terhadap air dan debu.

Kode IP biasanya terdiri dari dua karakter, misalnya IP55 atau IPX5. Angka pertama menunjukkan ketahanan terhadap debu atau partikel padat, sedangkan angka kedua menunjukkan ketahanan terhadap air.

Jika huruf X digunakan (seperti IPX5), berarti perangkat tidak memiliki rating untuk aspek tersebut. Semakin besar angkanya, semakin tinggi pula tingkat perlindungannya sehingga rating IP penting untuk diperhatikan agar perangkat aman digunakan sesuai kondisi.

Penggunaan bone conduction earphone untuk harian dan olahraga ringan, IP55 biasanya sudah cukup, sementara IP68 lebih cocok jika ingin menggunakan perangkat untuk olahraga air.

5. Reputasi Merek dan Testimoni Pengguna Lain

Pertimbangan terakhir yang juga tak kalah penting adalah memilih produk dari merek yang tepercaya dan memiliki layanan purna jual yang baik agar dapat mengurangi risiko masalah di kemudian hari.

Merek dengan reputasi yang baik cenderung menawarkan produk yang lebih andal serta garansi yang jelas. Cari juga ulasan pelanggan atau review profesional untuk menilai keandalan produk yang ingin dibeli.

Rekomendasi Bone Conduction Earphone

The new Shokz OpenRun Pro 2

Ilustrasi Bone Conduction Ear. foto/Shockz

Saat ini ada banyak produk bone conduction earphone dari berbagai merek di pasaran, mulai dari yang harganya terjangkau sampai yang premium dan lebih mahal. Berikut rekomendasi bone conduction earphone terbaik pilihan Tirto Shop:

1. JETE Headset Open Fast Running Open Ear Bone Conduction IPX8

JETE Open Fast adalah headset bone conduction yang bisa digunakan hingga 8 jam pemakaian, dilengkapi desain neckband yang fleksibel dan ergonomis untuk kenyamanan pemakaian dalam waktu yang lama.

Dengan sertifikasi tahan air IPX8, perangkat tetap aman digunakan saat hujan atau aktivitas luar ruangan. Keunggulan lain terletak pada memori internal yang dapat menyimpan hingga 1.500 lagu.

Perangkat ini didukung Bluetooth 5.2 dengan jangkauan stabil hingga 10 meter, kualitas audio 20-20 kHz, serta baterai 180 mAh yang dapat diisi penuh dalam sekitar 2 jam, JETE Open Fast dibanderol dengan harga Rp850.00 - Rp900.000

2. Lenovo ERAZER XF22 Earphone Bone Conductor

Lenovo Erazer XF22 menggunakan teknologi konduksi tulang yang kompatibel dengan sistem iOS, Android, dan Windows, serta mendukung Bluetooth 5.4 untuk koneksi stabil berlatensi rendah.

Dibekali mikrofon MEMS HD, kualitas panggilan terdengar lebih jernih dan jelas, sementara desain antikeringat membuatnya aman digunakan untuk berbagai aktivitas luar ruangan seperti olahraga, berlari, atau bersepeda.

Perangkat ini dibekali baterai lithium yang mampu bertahan hingga sekitar 11 jam pemakaian pada volume sedang. Lenovo Erazer XF22 dibanderol dengan harga yang relatif terjangkau, yakni Rp150.000 - Rp160.000.

3. KiiP DTS11 Bone Conduction IPX8

Headphone bone conduction ini menghadirkan kualitas audio resolusi tinggi dengan efek suara panorama ACS 360° yang lebih imersif. Teknologi konduksi tulang dengan transmisi suara terarah mampu mengurangi kebocoran audio hingga 96% sehingga tetap nyaman dan aman digunakan di berbagai kondisi.

Memiliki desain yang ergonomis, perangkat ini kuat memutar musik selama 5 jam. Headphone ini sudah mengantongi sertifikasi tahan air IPX8 serta mendukung dua mode pemutaran, yaitu Bluetooth dan MP3 dengan memori internal 32 GB.

Didukung Bluetooth 5.4, baterai 200 mAh, pengisian daya magnetik cepat yang hanya memerlukan waktu sekitar satu jam untuk terisi penuh, serta jangkauan nirkabel lebih dari 10 meter, perangkat ini bisa didapatkan dengan harga Rp550.000 - Rp600.000.

4. MIXIO MB-08 Bone Conduction IP68

Bone conduction earphone yang satu ini dirancang untuk mendukung berbagai aktivitas, mulai dari berenang, olahraga di gym, jogging, hingga bekerja dan traveling. Dilengkapi sertifikasi tahan air IP68, perangkat aman digunakan di kedalaman hingga sekitar 4-5 meter serta tetap terlindungi dari hujan dan keringat.

Memori internal 32 GB memungkinkan penyimpanan hingga kurang lebih 2.000 lagu, sementara baterai 180 mAh mampu menunjang pemakaian hingga 7 jam dengan waktu siaga mencapai 220 jam.

Perangkat ini turut didukung Bluetooth 5.4 dengan jangkauan hingga 10 meter. MIXIO MB-08 Bone Conduction IP68 dibanderol dengan harga Rp450.000 - Rp550.000.

5. Jovitech Sport Headset Bone Conduction

Jovitech menghadirkan headset berbasis teknologi bone conduction yang mengusung Bluetooth 5.4 dengan chip khusus BT8922B, menawarkan koneksi stabil hingga jarak 10 meter serta dukungan format audio populer seperti SBC dan AAC.

Sertifikasi tahan air IPX8 membuatnya aman digunakan saat berenang hingga kedalaman tertentu. Dengan memori internal 32 GB, pengguna dapat menikmati ratusan hingga ribuan lagu tanpa perlu terhubung ke ponsel.

Dilengkapi baterai polimer 200 mAh dengan waktu pemakaian hingga sekitar 5 jam, serta desain ringan yang nyaman dipakai, Jovitech BC81 bisa didapatkan dengan harga Rp650.000 - Rp700.000.

6. ONPOINT IRON Open Ear Bone Conduction

ONPOINT OpenEar Iron adalah headphone bone conduction yang memiliki sertifikasi IP68 sehingga tahan air dan debu, aman digunakan untuk olahraga intens hingga berenang. Headset ini dilengkapi pemutar MP3 internal dengan kapasitas penyimpanan 32 GB yang mampu menampung ribuan lagu.

Perangkat ini juga mengusung Bluetooth 5.3 untuk mendengarkan musik dan menerima panggilan dengan koneksi stabil hingga sekitar 10 meter. Dengan baterai 180 mAh yang mampu menunjang pemakaian hingga hampir 10 jam pada volume rendah, ONPOINT OpenEar Iron dibanderol harga Rp1.400.000 - Rp1.600.000.

7. Shokz OpenRun Pro 2 - Black

Shokz menghadirkan bone conduction earphone premium dengan teknologi DirectPitch yang mampu meminimalkan kebocoran suara. Mengusung konektivitas Bluetooth 5.3 dengan jangkauan hingga sekitar 10 meter, perangkat ini mendukung kualitas audio seimbang pada rentang frekuensi 20Hz–20KHz.

Bobotnya yang ringan, hanya 31 gram, membuatnya nyaman digunakan dalam waktu lama, ditunjang baterai 150 mAh yang mampu bertahan hingga 12 jam pemakaian dan standby hingga 10 hari.

Sertifikasi tahan air IP55 menjadikannya aman dari keringat dan cipratan air, sementara fitur quick charge memungkinkan penggunaan hingga 2,5 jam hanya dengan pengisian 5 menit. Shokz OpenRun Pro 2 bisa didapatkan dengan harga Rp2.800.000 - Rp3.000.000.

Itu dia beberapa rekomendasi bone conduction earphone yang bisa dipilih. Dari seluruh produk di atas, Mixio, Kiip, dan JETE menjadi tiga pilihan terbaik karena menawarkan kombinasi paling seimbang antara spesifikasi, fitur, dan nilai harga.

Mixio unggul untuk kebutuhan olahraga air dan outdoor karena dibekali sertifikasi IP68 yang aman untuk berenang, Bluetooth 5.4, serta memori internal 32 GB yang praktis untuk menyimpan ribuan lagu. Mixio juga memiliki playtime 7 jam yang cukup untuk aktivitas harian maupun olahraga.

Di sisi lain, KiiP juga memiliki spek yang tak kalah mumpuni dengan Bluetooth 5.4, ketahanan air IPX8, memori internal 32 GB, hingga baterai 200 mAh dengan pengisian daya magnetik cepat. Dengan harga yang kompetitif di kelasnya, KiiP sudah memberikan performa maksimal.

Sementara itu, JETE Open Fast juga bisa dijadikan opsi karena didukung sertifikasi IPX8, baterai cukup awet hingga 8 jam, serta ada MP3 internal untuk memuat banyak lagi.

Setiap merek memang memiliki keunggulan masing-masing. Apa pun pilihannya, tetap sesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran agar mendapatkan bone conduction earphone yang terbaik.

Butuh informasi lain terkait gadget? Temukan tips, rekomendasi produk, spesifikasi perangkat, hingga berita terkini tentang gawai melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Gadget

Baca juga artikel terkait EARPHONE atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Byte
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani