Menuju konten utama

Rekayasa Lalin Diberlakukan Sekitar Istana Jelang HUT ke-80 RI

Rekayasa lalu lintas diberlakukan di Jalan Majapahit ke arah Harmoni, Jalan Merdeka Utara, dan Jalan Merdeka Barat sisi timur.

Rekayasa Lalin Diberlakukan Sekitar Istana Jelang HUT ke-80 RI
Calon Paskibraka saat mengikuti gladi kotor pelaksanaan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT Ke-80 Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/8/2025). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Polda Metro Jaya memberlakukan rekayasa lalu lintas di sekitar Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, mulai hari ini, Rabu (13/8/2025). Rekayasa lalu lintas ini diberlakukan dalam rangka pengamanan persiapan upacara HUT ke-80 RI pada Minggu (17/8/2025).

Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Robby Hefados, menyampaikan rekayasa lalu lintas yang diberlakukan sifatnya situasional. Saat ini pun situasi di sekitar Istana Negara sudah kembali normal, karena latihan upacara sudah selesai dilakukan.

“Bersifat situasional pada saat gladi upacara selesai, maka jalan sudah dinormalkan. Seperti saat ini rangkaian upacara sudah berada di dalam area Istana Negara, maka arus lalin sudah dinormalkan,” tutur Robby saat dihubungi, Rabu (13/8/2025).

Disampaikan Robby, situasi pengalihan arus lalu lintas ini akan berlaku hingga besok (14/8/2025). Pemberlakuannya ada di tiga titik jalan sekitar Istana Negara, Jakarta Pusat.

“Jadi ada tiga, Jalan Majapahit yang dari arah Harmoni, yaitu jalan Majapahit arah ke lampu lalu lintas di perempatan Oteva, terus dari Merdeka Utara juga sepanjang jalan Merdeka Utara sampai dengan lampu lalu lintas di perempatan Oteva, dan Merdeka Barat sisi timur,” ucap Robby.

Masyarakat pun diimbau Robby untuk terus memperbaharui situasi lalu lintas. Sehingga, jika ada pengalihan arus bisa dapat mencari jalan alternatif lainnya.

Baca juga artikel terkait HUT RI 2025 atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Bayu Septianto