Menuju konten utama

Rangkuman Materi TIK Kelas 10: Pengertian Algoritma & Pseudocode

Berikut ini rangkuman Materi TIK Kelas 10 Kurikulum Merdeka atau Informatika, khusus pembahasan tentang pengertian Algoritma dan Pseudocode

Rangkuman Materi TIK Kelas 10: Pengertian Algoritma & Pseudocode
Ilustrasi menggunakan komputer. FOTO/Istockphoto

tirto.id - Materi TIK kelas 10 semester 2 Kurikulum Merdeka berisi sejumlah pembahasan berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi. Bab Algoritma dan Pemrograman adalah salah satunya.

Terdapat 4 subbab di dalam materi TIK kelas 10 semester 2 Kurikulum Merdeka Bab Algoritma dan Pemrograman. Subbab pertama ialah Algoritma. Di dalamnya, ada pembahasan tentang Algoritma hingga Pseudocode.

Rangkuman materi TIK kelas 10 ini berfokus pada pengertian Algoritma dan Pesudocode, dengan merujuk ke beberapa sumber, termasuk Buku Informatika Kelas 10 terbitan Kemdikbudristek.

Pengertian Algoritma dalam Informatika

Algoritma termasuk salah satu istilah yang sering dikaitkan dengan pemrograman komputer. Untuk membuat membuat program di sistem komputer hampir pasti dibutuhkan algoritma.

Algoritma adalah kumpulan instruksi terstruktur dan terbatas yang dapat diterapkan di program komputer guna menyelesaikan permasalahan komputasi tertentu.

Dalam bahasa lebih sederhana, algoritma adalah sekumpulan instruksi yang jika dijalankan dapat menyelesaikan suatu tugas tertentu.

Algoritma ibarat "resep" untuk menyelesaikan masalah. "Resep" algoritma itu merupakan hasil dari proses berpikir komputasional.

Oleh sebab itu, pembuatan algoritma memerlukan campur tangan dari orang-orang yang mampu berpikir komputasional. Dari sini kemudian akan lahir karya informasi yang bisa digunakan dengan efektif dan efisien.

Penyusunan algoritma diawali dengan menganalisis suatu masalah memakai teknik abstraksi dan dekomposisi. Algoritma lantas disusun dengan mengenali pola dari masalah sejenis.

Kemudian, algoritma mesti direpresentasikan melalui bentuk yang mudah dipahami. Representasi algoritma dilakukan dengan 2 cara, yaitu Pseudocode dan Diagram Alir.

Kedua cara representasi algoritma tersebut memerlukan teknik khusus pada cara penulisan dan membacanya.

Pengertian Pseudocode dan Contohnya

Secara bahasa arti Pseudocode adalah kode semu atau kode pseudo. Dalam konteks pemograman, pengertian Pseudocode ialah bahasa yang dibuat oleh manusia untuk merepresentasikan algoritma dengan sifat informal.

Pseudocode dipakai untuk menuliskan algoritma dengan memanfaatkan serangkaian pernyataan yang sesuai bahasa sehari-hari.

Fungsi Pseudocode untuk menambal kekurangan diagram alir yang menjadi representasi sejumlah konsep pemograman terstruktur.

Penggunaan Pseudocode membuat representasi langkah-langkah dalam bahasa pemrograman bisa lebih detail. Sifat informalnya membuat tak ada aturan standar khusus dalam notasi yang dipakai.

Meskipun demikian, tetap ada prinsip dasar Pseudocode yang wajib diperhatikan. Prinsip tersebut, yakni: 1 baris untuk 1 penyataan; dan pentingnya indentasi (paragraf menjorok ke dalam) dalam menulis pernyataan. Indentasi dimaksudkan buat menunjukkan hierarki pernyataan.

Mengutip laman LMS SPADA Kemdikbud, setiap pernyataan pseudocode ditulis lewat sebuah nomor baris yang menyatakan nomor urut pernyataan.

Jika sebuah nomor mempunyai sub-kegiatan, digunakan aturan penomoran secara indent. Cara membaca pseudocode dilakukan urut baris demi baris.

Namun, pembacaan pseudocode bisa saja secara tidak urut dari baris satu ke selanjutnya. Dalam keadaan tertentu, pembacaannya dapat melompat menuju baris lainnya.

Untuk penulisan pseudocode, perlu diterapkan beberapa keyword (kata kunci) tertentu. Beberapa keyword yang berlaku di penulisan pseudocode meliputi:

1. BEGIN. Keyword BEGIN digunakan menyatakan awal pseudocode.

2. END. Keyword END untuk menyatakan akhir pseudocode.

3. IF-THEN. Keyword IF-THEN dipakai menyatakan alternatif pilihan dengan sebuah kemungkinan proses terusan.

4. IF-THEN-ELSE. Keyword IF-THEN-ELSE untuk menyatakan alternatif pilihan dengan dua kemungkinan alur terusan.

5. WHILE. Keyword WHILE untuk menyatakan adanya proses berulang bersyarat.

6. FOR. Keyword FOR dipakai untuk menyatakan adanya proses berulang tanpa syarat.

Dikutip dari Buku Informatika Kelas 10 Kurikulum Merdeka terbitan Kemdikbudristek, berikut ialah contoh pseudocode untuk merepresentasikan Algoritma:

A. Contoh Pseudocode: Menghitung Luas Persegi

Deskripsi tingkat tinggi: Pseudocode:
1. Baca nilai sisi persegi.

2. Hitung luas dengan menguadratkan nilai sisinya.

3. Cetak luas

Algoritma Menghitung Luas Persegi.

Input: Nilai Panjang Sisi Persegi.

Output: Luas Persegi tercetak.

input sisi luas← sisi * sisi

print luas

B. Contoh Pseudocode: Menghitung Luas Permukaan Kubus

Deskripsi tingkat tinggi: Pseudocode:
1. Baca nilai sisi kubus.

2. Hitung luas (persegi) dari sisi kubus. Kalikan luas kubus dengan angka 6 (banyaknya jumlah persegi pada kubus) untuk mendapat luas permukaan.

3. Cetak luas_permukaan.

Algoritma Menghitung Luas Permukaan Kubus

Input: Nilai Panjang Sisi Kubus.

Output: Luas Permukaan Kubus tercetak.

input sisi luas_permukaan ←luas(sisi) * 6

print luas_permukaan

Baca juga artikel terkait MATERI TIK atau tulisan lainnya dari Ilham Choirul Anwar

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Addi M Idhom