Indeks Kejaksaan Agung Ri
Kejaksaan Enggan Tanggapi Keputusan Ahok Cabut Banding
Kejaksaan Agung enggan menanggapi kabar keputusan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mencabut permohonan banding atas vonis dua tahun penjara yang diberikan majelis hakim perkara penistaan agama.

Kejaksaan Kaji Daftar Terpidana Mati yang akan Dieksekusi
Kejaksaan Agung sedang mengkaji daftar nama para terpidana mati yang akan dieksekusi. Kajian itu untuk memastikan para terpidana mati itu sudah terpenuhi hak-hak hukumnya sebelum menjalani eksekusi.

Kejagung Stop Penyidikan Satu Tersangka Kasus Mobil Listrik
Kejaksaan Agung telah mencabut status tersangka untuk eks Dirut BUMN, Agus Suherman di kasus dugaan korupsi mobil listrik.
Kejaksaan: Dahlan Layak Jadi Tersangka Tanpa Audit BPK
Kejaksaan Agung bersikukuh penetapan Dahlan Iskan sebagai tersangka di korupsi mobil listrik sudah tepat meskipun bukti kerugian negara di perkara ini belum berdasar audit BPK RI.

Audit BPK Jadi Alasan Yusril Tolak Status Tersangka Dahlan
Kuasa Hukum Dahlan Iskan, Yusril Ihza Mahendra menolak penetapan kliennya sebagai tersangka di kasus korupsi mobil listrik karena belum ada penghitungan kerugian negara dari audit BPK RI.

Jaksa: Bukti Keterlibatan Dahlan di Kasus Mobil Listrik Kuat
Kejaksaan Agung menyatakan penetapan Dahlan Iskan sebagai tersangka di kasus korupsi mobil listrik tidak hanya berdasarkan isi putusan terdakwa Dasep Ahmadi, tapi juga serangkaian bukti yang kuat.
Kejagung Teliti Daftar Terpidana Mati yang akan Dieksekusi
Kejaksaan Agung sedang meneliti kembali daftar terpidana mati di kasus narkoba, yang akan dieksekusi, secara cermat dan hati-hati.
Kejaksaan Segera Periksa Mantan Wakil Dirut Pertamina
Penyidik kejaksaan akan segera memeriksa mantan Wakil Dirut Pertamina, Ahmad Bambang terkait kasus dugaan korupsi penyediaan dan operasi kapal pada PT Pertamina Trans Kontinental.
Kejagung Siap Kawal Proyek Kereta Api Ringan
Kejaksaan Agung siap mengawal proyek LRT, demi mewujudkan impian proyek infrastruktur pemerintahan Joko Widodo.
"P-21 Kasus Ahok Begitu Cepat dan Tidak Lazim"
Kejaksaan Agung dinilai tidak menjalankan proses hukum yang fair dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama. Terhitung hanya tiga hari setelah menerima berkas penyidikan dari polisi, pihak kejaksaan menyatakan penyidikan polisi sudah P-21 dan kemudian melanjutkannya ke pengadilan. Padahal berkas Ahok mencapai 826 halaman.
Tugas Jaksa, Antara Mengawasi Proyek dan Penyidikan
Penugasan para jaksa dalam mengawal dan mengamankan proyek infrastruktur berpotensi menurunkan capaian kinerja mereka. Jika pada tahun 2015 kinerja penyidikan pidsus dari Kejagung hingga Kejari mencapai 1.717 perkara, kini hingga September 2016 baru mencapai 1.200 perkara.
Anggaran Khusus Rp63,6 Miliar untuk Jaksa Mengawal Proyek
Jaksa Agung pernah mengajukan anggaran Rp63,6 miliar ke Komisi III DPR untuk operasional keterlibatan jaksa dalam mengawal dan mengamankan proyek pembangunan infrastruktur. Padahal jika memanfaatkan BPK atau BPKP, tidak perlu ada lagi pengeluaran negara.

Ketika Jaksa Jadi "Centeng" Proyek Infrastruktur
Para jaksa mendapat tugas baru sebagai pengawal dan pengaman proyek infrastruktur pemerintah mulai dari pusat hingga daerah. Tujuannya, meminimalisir terjadinya penyelewengan. Namun, keterlibatan para jaksa di dalam berbagai proyek pembangunan justru dikhawatirkan memunculkan konflik kepentingan.

Peran Jaksa Maruli Hutagalung dalam Penahanan Dahlan Iskan
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Maruli Hutagalung, adalah salah satu sosok yang paling berperan atas ditahannya Dahlan Iskan atas kasus korupsi PT PWU
Miliaran Rupiah Anggaran Eksekusi Mati
Pemerintah minimal harus menggelontorkan Rp200 juta untuk satu eksekusi. Ongkos mahal ini tak berpengaruh meredam kasus pidana, termasuk peredaran narkoba.
Informasi Eksekusi Tertutup, Kejagung Minta Maaf
Akses informasi pelaksanaan eksekusi terhadap empat terpidana mati terkesan ditutup-tutupi oleh Kejaksanaan Agung. Atas tertutupnya akses informasi tersebut, Jaksa Agung HM Prasetyo berdalih agar eksekusi dapat berjalan tertib, aman, dan lancar.
Banyak Jaksa Nakal, Masyarakat Kurang Percaya Kejaksaan
Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengakui kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Kejaksaan Agung semakin berkurang dikarenakan masih banyak jaksa yang terjerat kasus hukum, mulai dari kasus penyalahgunaan narkoba hingga korupsi.
Masuk tirto.id








