Indeks Humaniora
Sikap Mendua Indonesia Terhadap LGBT
Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia menghormati hak asasi manusia yang dimiliki kelompok LGBT. Tapi Indonesia bersama 16 negara lain berusaha memblokir rencana yang akan menyertakan hak mereka dalam strategi urban baru PBB.
Menjadi Kelas Menengah bersama Haruki Murakami
Haruki Murakami tidak akan pernah mengecewakan jiwa-jiwa kelas menengah yang haus di seluruh penjuru dunia. Buktinya, buku-bukunya laris bak kacang rebus sampai ke pelosok-pelosok Afrika.
Menjadi Superkaya Karena Warisan
Tak semua orang-orang superkaya menjadi kaya raya karena usahanya sendiri. Tak sedikit yang kaya karena mewarisi bisnis keluarga. Mereka yang kaya karena warisan ini paling banyak berada di Austria, Swedia, dan India.
Belajar dari yang di Atas 100 Tahun
Para manusia yang bisa hidup di atas umur 100 tahun sangat langka di dunia. Sehingga manusia mencoba mempelajari soal kemungkinan memperpanjang umur manusia. Namun faktanya umur manusia yang tercatat resmi paling tua hanya 122 tahun. Belum cukupkah umur sebanyak itu?
Komedian Terkaya di Dunia
Esais dan motivator paruh waktu, Zen Rahmat Sugito, pernah menulis “Fanatisme tak bisa dikalahkan oleh fanatisme yang lain. Fanatisme hanya bisa ditawarkan dengan humor”. Tapi jika humor menjadi komoditas, siapakah yang paling kaya di antara mereka yang menjualnya?
Raja Thailand Bhumibol Wafat, Istana Siapkan Pewaris
Pihak Kerajaan Thailan telah mengkonfirmasi wafatnya Raja Thailand Bhumibol Adulyadej. Perdana Menteri Thailand segera menunjuk pewaris tahta pemegang monarki terlama di dunia itu.

Gatot Subroto, Sersan "Gila" yang Cinta Damai
Orang mengenal Gatot Subroto sebagai panglima militer dan pahlawan nasional. Di masa mudanya, dia suka berkelahi dan keras kepala, tetapi di masa tuanya dia adalah pelindung agama cinta damai bernama Budha.
Naskah Nusantara Bisa Jadi Sumber Kreatif Generasi Masa Kini
Borobudur Writer and Culture Festival (BWCF) 2016 kembali mengangkat kekayaan khazanah budaya Indonesia, yaitu khazanah yang terhimpun dengan baik dalam teks-teks tertulis yang dapat menjadi sumber inspirasi generasi masa kini untuk menciptakan karya-karya spektakuler.

Bersenang-senang dengan Uang Hadiah Nobel
Tanggal 13 nanti, Akademi Swedia akan mengumumkan peraih hadiah Nobel Sastra tahun ini dengan hadiah medali elektrum dan 8 juta kronor Swedia (setara Rp 12 miliar rupiah). Jika pemenang nanti kelak kebingungan membelanjakan uang Hadiah Nobel, ia bisa meniru para pendahulunya.
Oka Rusmini Baca Puisi di Kaki Bukit Andong
Oka Rusmini membacakan tiga buah puisi di kaki bukit Gunung Andong. Ketiga puisi tersebut merupakan bagian dari interpretasi kehidupan Oka selama ini dan secara khusus menjadi seorang perempuan dan juga ibu.

Bapak Bangsa Lahir di Kwitang
Di masa lalu, tokoh-tokoh berkesadaran nasional lahir dari sekolah kedokteran kolonial bernama STOVIA yang terletak di Kwitang. Sebagian Bapak Bangsa ini bahkan gagal menjadi dokter karena mereka serius dalam pergerakan dan memperjuangkan kemerdekaan.

Kebrutalan Mayor Sabarudin, Si Macan Sidoarjo
Mayor Sabarudin yang memuja Tan Malaka ini dianggap berjasa dalam menghabisi tentara yang memberontak dalam Peristiwa Madiun 1948. Namun, catatan hitam kebegundalannya juga menjadi noda hitam revolusi Indonesia.
Asosiasi Penerbit dan Penulis Akan Segera Dibentuk
Ditargetkan dalam dua hari, kelembagaan atau asosiasi penulis dan penerbit Indonesia dapat terbentuk setelah dilakukan musyawarah penerbit-penulis bersama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) antar penulis di acara Borobudur Writer and Culture Festival (BWCF) 2016.
Jalan Panjang Transisi Gender
Menjadi transgender bukan urusan sesederhana memakai gincu dan membentuk alis bagi yang terlahir pria atau membentuk otot kekar bagi mereka yang terakhir wanita. Ada serangkaian proses panjang yang bisa menggerogoti psikis, fisik, bahkan keuangan.
Guru Spiritual dan Kegamangan Hidup
Ditangkapnya Gatot Brajamusti dan Dimas Taat Pribadi membuka mata Indonesia tentang fenomena guru spiritual. Fenomena yang juga banyak muncul di negara seperti Amerika Serikat. Mengapa mereka bisa punya banyak pengikut?
Kampung Buku Jogja 2016 Bangun Interaksi Antar Warga
Kampung Buku Jogja (KBJ) 2016 dalam rangka menyemarakkan kegiatan menyelenggarakan berbagai acara yang dapat meningkatkan intensitas interaksi antar warga. Langkah yang ditempuh antara lain mengadakan; agenda orasi buku, anugerah buku, diskusi buku, bedah karya, pentas sastra, diskusi komunitas, diskusi Taman Bacaan Masyarakat, workshop buku, pembacaan puisi, sarasehan penerbit, bedah buku, dan acara hiburan live musik.
Kampung Buku Jogja 2016 Usung Tema Waktu
Kampung Buku Jogja (KBJ) 2016 mengusung tema “Waktu” diambil dari pemaknaan Zarathustra akan waktu. Di mana ia, menganggap kehidupan adalah bertarung dan bermain-main dengan waktu, tanpa di mensi waktu yang akan datang tak akan ada kehidupan masa sekarang.
Bentara Budaya Yogyakarta, Pamerkan Seni Abstrak Benang Merah
Bentara Budaya Yogyakarta (BBY) kembali menggelar pameran seni rupa. Kali ini, BBY menggelar pameran seni lukis abstrak(si) Bali. I Made Susanta Dwitanaya, kurator karya dalam keterangan siaran pers menyatakan seni lukis abstrak(si) di Bali pernah menjadi arus utama dalam medan sosial senirupa Bali.
BWCF, Setelah 200 Tahun Serat Centhini
Sebuah perhelatan budaya tahunan, Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF) yang melibatkan sekurang-kurangnya 300 penulis dan budayawan, akademisi, pakar sejarah, sastrawan, arkeolog, rohaniwan, penulis buku, dalang, filolog dan lain-lain, akan kembali digelar pada tanggal 5-8 Oktober 2016.
Pasar Batik Ramai, Tapi Bahaya Laten Mengintai
Sejak diakui Unesco sebagai warisan budaya Indonesia pada 2009, pasar batik bersemi. Tapi perancang dan ahli batik, Bayu Aria, menyebut ada bahaya terkait minimnya regenerasi pembatik. Sekitar 20-30 tahun lagi bisa terjadi krisis suplai batik jika soal ini tak dibenahi.
Masuk tirto.id








