Menuju konten utama

Purbaya Ungkap Penyebab Indeks Keyakinan Konsumen Melorot

Rendahnya IKK pada September 2025 terjadi karena aksi demonstrasi yang berlangsung sejak akhir Agustus sampai awal September 2025.

Purbaya Ungkap Penyebab Indeks Keyakinan Konsumen Melorot
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (23/9/2025). tirto.id/ Nanda Aria Putra

tirto.id - Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) September 2025 berada di level 115,0, turun dari bulan sebelumnya yang masih berada di posisi 117,2. Posisi IKK September 2025 itu juga menjadi yang terendah sejak April 2022.

Menanggapi hal ini, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai rendahnya IKK pada September 2025 terjadi karena aksi demonstrasi yang berlangsung sejak akhir Agustus sampai awal September 2025. Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang kian melambat juga membuat masyarakat semakin kehilangan harapan.

“Kalau Anda lihat memang September jatuh dalam karena memang ekonominya melambat pada waktu itu. Dan masyarakat mulai kehilangan harapan, ya. Makanya Anda lihat demo-demo yang ramai sekali dan bahayanya waktu itu kalau enggak di balik, akan terus turun ke bawah dan instabilitas akan meningkat terus,” ujar dia kepada awak media, di Kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dikutip Kamis (9/10/2025).

Tidak hanya itu, penurunan IKK pun sudah ia lihat terjadi sejak Juli 2025. Meski begitu, Purbaya yakin posisi IKK akan semakin membaik di Oktober, sejalan dengan optimisme masyarakat yang juga sudah mulai kembali.

“Tapi Oktober kan beda, sudah kita balikkan sedikit optimismenya. Harusnya nanti kalau survei Oktober keluar, akan cenderung naik. Masih ada kan surveinya. Kan sampai 2 minggu pertama setiap bulan kan. Jadi masih masuk sampel bulan Oktober ini, di mana keadaan sudah agak membaik. Harusnya sih akan naik lagi,” katanya yakin.

Karenanya, dalam beberapa bulan ke depan dia akan berusaha menghidupkan kembali ekonomi dengan berbagai stimulus yang sudah digulirkan pemerintah, termasuk melalui program Magang Siap Kerja untuk 20 ribu lulusan baru atau fresh graduate. Namun, ia menegaskan tidak mau mengalokasikan dana terlalu banyak jika program yang telah dirancang belum berjalan dengan maksimal.

“Itu 20.000 orang pertama (target magang Siap Kerja), nanti kalau enggak salah ditambahin lagi 20 ribu, kalau nggak ditambah 20 ribu lagi, sampai targetnya 100 ribu. Tapi, saya nggak mau mengalokasikan dana terlalu banyak, ketika programnya belum terserap atau belum banyak. Jadi, itu akan dalam jangka pendek akan menciptakan lapangan kerja dalam jangka pendek,” tutup Purbaya.

Baca juga artikel terkait PURBAYA YUDHI SADEWA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra