Menuju konten utama

Proyek LNG Abadi Blok Masela Telan Investasi Rp342 Triliun

Proyek ini akan menyerap sekitar 12.611 tenaga kerja pada fase development dan sekitar 850 tenaga kerja pada fase operasi.

Proyek LNG Abadi Blok Masela Telan Investasi Rp342 Triliun
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyampikan keterangan kepada media massa tentang Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (1/7/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.

tirto.id - Proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Blok Masela yang dioperatori INPEX Masela, telah memasuki tahapan Front-End Engineering and Design (FEED). Proyek strategis ini direncanakan akan berproduksi pada 2029 mendatang.

Proyek ini akan menghasilkan gas bumi sebesar 9,5 juta ton per tahun Liquefied Natural Gas (LNG), 150 MMSCFD gas pipa, dan sekitar 35 ribu barel kondensat minyak per hari.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, menyatakan nilai investasi untuk proyek ini mencapai 20,94 miliar dolar AS atau setara Rp342,36 triliun. Proyek ini akan menyerap sekitar 12.611 tenaga kerja pada fase development dan sekitar 850 tenaga kerja pada fase operasi.

"Multiplier effect yang kita harapkan bisa benar-benar terwujud, dan masyarakat di sekitar proyek merasakan langsung dampaknya," kata Yuliot dalam keterangannya dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Kamis (28/8/2025).

Proyek LNG Abadi Blok Masela termasuk salah satu pilar ketahanan energi, serta penggerak motor pembangunan nasional dan daerah, dan harus menjadi bagian dari strategi besar Indonesia untuk berdiri di atas kaki sendiri.

Untuk memuluskan rencana itu, Yuliot menekankan pentingnya percepatan dalam pelaksanaan proyek ini. Ia mengatakan, Pemerintah akan mendukung keberlangsungan proyek melalui fleksibilitas peraturan pengadaan dan percepatan perizinan secara tepat waktu untuk berbagai kegiatan pada fase FEED dan Engineering, Procurement, and Construction (EPC).

"Kemudian untuk berbagai fasilitas perizinan itu sudah dilakukan secara integrasi dalam satu tim. Kami mengharapkan seluruh perizinan dalam pelaksanaan proyek ini bisa dilaksanakan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Pada saat proyek ini mulai berarti seluruh perizinannya sudah bisa diselesaikan," tambahnya.

Yuliot juga berharap proyek ini dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat lokal, membuka berbagai lapangan pekerjaan, dan memberdayakan pengusaha daerah agar ikut menjadi bagian dari rantai pasok industri yang sangat besar ini. Dirinya meminta seluruh pemangku kepentingan agar memastikan partisipasi masyarakat dan pelaku usaha lokal dapat berjalan nyata.

Pemerintah juga akan memastikan bahwa proyek-proyek strategis seperti proyek Lapangan Abadi di Blok Masela akan dirancang dengan standar lingkungan tertinggi, termasuk dengan implementasi Carbon Capture & Storage (CCS).

Hal tersebut menunjukkan bahwa Indonesia dapat mengembangkan potensi sumber daya alam sambil tetap berpegang teguh kepada prinsip-prinsip good governance dan juga bertanggung jawab terhadap lingkungan, untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE).

Baca juga artikel terkait INVESTASI atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Insider
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Hendra Friana