tirto.id - Aljazair atau Algeria memiliki nama resmi yakni Republik Demokratik Rakyat Aljazair (People's Democratic Republic of Algeria). Negara ini merupakan sebuah negara di wilayah Maghreb di Afrika Utara.
Negara dengan populasi lebih dari 40 juta jiwa ini merupakan anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tidak hanya itu, Aljazair juga tergabung dalam Uni Afrika dan Liga Arab hampir sejak kemerdekaannya pada 1962 dari Prancis.
Aljazair bergabung dengan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada 1969. Kemudian, pada Februari 1989, Aljazair bersama dengan negara-negara Maghreb lainnya ikut serta dalam pembentukan organisasi Uni Maghreb Arab (AMU).
Negara dengan ibukota Aljir ini sebagian besar penduduknya beragama Islam Sunni. Mata uangnya yakni Dinar Aljazair. Sementara itu, kepala negaranya adalah Presidenalger Abdelmadjid Tebboune yang dilantik sejak Desember 2019 lalu.
Lokasi dan Peta Negara Aljazair
Aljazair menjadi negara terbesar yang berbatasan dengan Laut Mediterania. Tak hanya itu, Aljazair juga merupakan negara terbesar pertama di Afrika.
Negara ini berbatasan darat di timur laut dengan Tunisia, di timur dengan Libya, dan di selatan dengan Niger dan Mali. Sementara itu, di barat daya dengan Mauritania dan wilayah Sahara Barat, serta di barat dengan Maroko.

Bentang alam Aljazair terdiri dari 3 kelompok besar. Di antaranya, yakni Tell di utara, dataran tinggi dan Atlas Sahara di tengah, serta Sahara di selatan.
Iklimnya sendiri bertipe Mediterania di seluruh pinggiran utara yang meliputi Pegunungan Atlas Littoral dan Tell (musim panas yang panas dan kering, musim dingin yang basah dan sejuk).
Kemudian, semi-kering di dataran tinggi di tengah negara, dan gurun segera setelah melewati rangkaian Pegunungan Atlas Sahara.
Sementara itu, ibu kota Aljazair yakni Aljir yang dijuluki “El Bahdja” (yang gembira) atau Aljir Putih. Ibu kota ini sekarang menjadi aglomerasi terbesar di Maghreb.
Aljir sendiri didirikan pada tahun 960 di atas reruntuhan kota Romawi kuno Icosium oleh Bologhine Ibn Ziri. Kota Ottoman kuno ini membentang sekitar 30 kilometer.
Adapun Aljir berbatasan di utara dan timur dengan Laut Mediterania yang membentuk teluk Aljir yang terkenal. Selain itu, wilayah tersebut didominasi oleh Kasbah, kota muslim kuno.
Banyak pengaruh asing yang telah membentuk wilayah Aljir, yakni Romawi, Turki, dan Prancis. Hal ini menjadikannya wilayah kosmopolitan yang terbuka bagi dunia.
Secara garis besar, Aljazair sebagian besar terletak di antara garis lintang 19° dan 37°N (sebagian kecil wilayah berada di utara 37°N dan selatan 19°N) serta garis bujur 9°N dan 12°N.
Sebagian besar wilayah pesisirnya berbukit, kadang-kadang bahkan bergunung-gunung, serta terdapat beberapa pelabuhan alami. Wilayah dari pantai hingga Pegunungan Atlas Tell subur.
Di selatan Pegunungan Atlas Tell terdapat lanskap stepa yang berakhir di Pegunungan Atlas Sahara. Kemudian, lebih jauh ke selatan, terdapat gurun Sahara.
Bahasa Penduduk Negara Aljazair
Aljazair mayoritas beretnis Arab-Berber dan sebagian besar warganya beragama Islam Sunni. Bahasa Arab merupakan bahasa nasional di sana sejak diresmikan pada 1990. Namun, berbagai dialek Berber dan bahasa Prancis juga digunakan.
Mengutip laman Britannica, sebagian besar warga Aljazair berbicara salah satu dari beberapa dialek bahasa Arab sehari-hari. Dialek-dialek itu umumnya mirip dengan dialek yang digunakan di daerah-daerah yang berdekatan di Maroko dan Tunisia.
Bahasa Arab Standar Modern diajarkan di sekolah-sekolah. Sementara itu, bahasa Amazigh (Tamazight), dalam beberapa dialek geografis, dituturkan oleh etnis Imazighen di Aljazair.
Kebijakan resmi Aljazair adalah “Arabisasi” sejak kemerdekaan. Ini bertujuan agar mempromosikan nilai-nilai budaya Arab dan Islam asli di seluruh masyarakat.
Hal tersebut mengakibatkan penggantian bahasa Prancis dengan bahasa Arab sebagai bahasa nasional. Khususnya, yakni sebagai bahasa pengantar utama sekolah dasar dan menengah.
Beberapa kelompok Amazigh sangat menentang kebijakan tersebut karena takut didominasi oleh mayoritas berbahasa Arab. Bahasa Amazigh diberikan status sebagai bahasa nasional tahun 2002 dan ditingkatkan menjadi bahasa resmi pada 2016.
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id






































