Menuju konten utama

Pria Asal Tunisia Ditahan Terkait Serangan Truk Berlin

Kepolisian Jerman menahan pria asal Tunisia terkait dengan Anis Amri, pelaku serangan truk di Berlin yang menewaskan 12 orang. Amri bertemu dengan rekan Tunisianya itu di sebuah restoran di Berlin pusat pada malam sebelum serangan.

Pria Asal Tunisia Ditahan Terkait Serangan Truk Berlin
Pemandangan umum menunjukkan lokasi dimana sebuah truk menyeruduk ke keramaian di pasar Natal di lapangan Breitscheidplatz dekat jalan raya yang modern Kurfuerstendamm di barat Berlin, Jerman, Selasa (20/12). ANTARA FOTO/REUTERS/Pawel Kopczynski.

tirto.id - Seorang pria berusia 26 tahun berkewarganegaraan Tunisia yang diduga memiliki kaitan dengan pelaku serangan truk di Berlin ditahan kepolisian Jerman, demikian diungkapkan juru bicara kejaksaan federal, Rabu (5/1/2017) waktu setempat.

Seperti diberitakan sebelumnya, serangan di sebuah pasar Natal Berlin itu menewaskan 12 orang.

Juru bicara kejaksaan, Frauke Koehler mengungkapkan, Selasa (4/1/2017) petang, polisi menggeledah tempat tinggal pria bernama Bilel A itu yang diketahui pernah makan malam bersama Anis Amri, satu hari sebelum Amri menubrukkan truk yang dikendarainya ke pasar Natal pada 19 Desember.

"Sosok yang terhubung ini adalah seorang warga Tunisia berumur 26 tahun. Kami sedang menyelidiki kemungkinan pria ini terkait penyerangan," katanya sebagaimana dikutip dari Antara.

Amri (24 tahun), yang juga warga Tunisia, gagal mendapat suaka, tewas saat adu tembak dengan polisi Italia pada 23 Desember setelah kabur dari Jerman dan melakukan perjalanan melalui Belanda, Belgia dan Perancis.

Sebelumnya, ISIS telah menyatakan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan Berlin.

Koehler mengatakan, berdasarkan penyelidikan, Amri bertemu dengan rekan Tunisianya itu di sebuah restoran di Berlin pusat pada malam sebelum serangan dan keduanya berbicara dengan berapi-api.

"[Pembicaraan] tersebut memicu kecurigaan kami bahwa tersangka ini, yaitu si warga Tunisia berusia 26 tahun, kemungkinan terlibat dalam aksi [serangan], atau setidaknya mengetahui rencana Amri untuk melakukan penyerangan," ujarnya.

Dalam pernyataan terpisah, kantor kejakaan negara Berlin mengaku telah menahan warga Tunisia berusia 26 tahun itu pada Selasa atas kecurigaan melakukan penipuan terkait tunjangan sosial di tiga kota Jerman.

Juru bicara kantor kejaksaan Berlin mengatakan Bilel A menggunakan setidaknya dua nama samaran, yaitu Ahmad H dan Abu M, serta mengaku-aku warga negara Mesir. Bilel diyakini tiba di Jerman pada 2014 atau mungkin sebelumnya.

Koehler mengatakan Amri melihat ke arah kamera pengawas di sebuah stasiun kereta bawah tanah di dekat kebun binatang Berlin tak lama setelah serangan pasar Natal terjadi.

Koehler mengungkapkan hasil pemeriksaan forensik yang menunjukkan sopir Polandia yang truknya dibajak Amri, tewas ditembak di kursi penumpang truk itu.

Senjata yang digunakan Amri adalah senjata yang ditemukan polisi di samping jenazahnya, di Milan, Italia, kata Koehler.

Baca juga artikel terkait TEROR TRUK BERLIN atau tulisan lainnya dari Yuliana Ratnasari

tirto.id - Hukum
Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari