tirto.id - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian mengalami luka ringan di kaki dalam serangan udara Israel ke Teheran pada 16 Juni lalu. Serangan itu disebut menargetkan agenda pertemuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi yang diadakan di Teheran.
“Upaya ini tidak akan berhasil tanpa Israel membayar harganya,” kata pejabat senior Iran yang tak ingin disebut namanya, dilansir dari Aljazeera, Senin (14/7/2025).
Kantor berita Fars News Agency juga melaporkan detail baru tentang upaya pembunuhan selama perang 12 hari Israel dengan Iran.
Menurut laporan tersebut, pintu masuk dan keluar gedung pertemuan dihantam oleh enam rudal untuk memblokir akses pelarian dan memutus aliran udara. Kemudian, listrik juga dilakukan pemutusan seiring dengan ledakan tersebut.
Akan tetapi, meskipun telah ada upaya diblokir, para pejabat Iran termasuk Presiden berhasil menyelamatkan diri melalui pintu darurat yang telah disiapkan. Akan tetapi, saat pelarian, Presiden Iran dikabarkan mengalami cedera ringan.
Atas kejadian itu, pihak berwenang kemudian melakukan penyelidikan terhadap kemungkinan adanya mata-mata Israel yang terlibat dalam operasi.
Sebelumnya, Pezeshkian mengatakan kepada tokoh media AS Tucker Carlson bahwa Israel berusaha membunuhnya meskipun gagal.
"Bukan Amerika Serikat yang berada di balik upaya pembunuhan terhadap saya. Melainkan Israel. Saya sedang berada di sebuah rapat. Mereka mencoba membombardir area tempat kami mengadakan rapat itu," ujarnya.
Pada 13 Juni lalu, Israel melancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Iran. Operasi itu menewaskan komandan militer dan ilmuwan nuklir tinggi.
Serangan Israel terjadi dua hari sebelum Teheran dan Washington dijadwalkan bertemu untuk putaran baru perundingan nuklir, yang menghambat negosiasi yang bertujuan mencapai kesepakatan mengenai program atom Iran. Menurut Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran, setidaknya 1.060 orang tewas di Iran selama konflik tersebut.
Iran tak tinggal diam, mereka melancarkan serangan balasan berupa pesawat tak berawak dan rudal, yang menewaskan 28 orang di Israel. Iran menargetkan markas militer dan intelijen Israel dengan rudal balistik dan drone sebelum AS menengahi gencatan senjata.
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id





























