tirto.id - Harga emas Antam yang dipantau melalui laman Logam Mulia, Selasa (21/10), mengalami kenaikan harga jual sebesar Rp72.000 menjadi Rp2.487.000 dari yang semula Rp2.415.000 per gram.
Sementara itu, harga perak hari ini, Selasa (21/10), di laman resmi Logam Mulia juga tercatat mengalami peningkatan harga sebesar Rp600 menjadi Rp28.350 dari yang semula Rp27.750 per gram.
Logam mulia seperti emas dan perak kian diminati sebagai instrumen investasi di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kedua komoditas ini dinilai mampu mempertahankan nilai aset jangka panjang.
Lantas, bagaimana prediksi harga emas dan perak pada tahun 2026 mendatang? Apakah keduanya masih akan melanjutkan tren kenaikan? Simak selengkapnya melalui artikel berikut.
Prediksi Harga Emas 2026
Selama lima tahun terakhir, pergerakan harga emas di Indonesia berlangsung secara fluktuatif. Secara keseluruhan, harga emas selalu menunjukkan tren kenaikan dari tahun ke tahun.
Melansir laman resmi Sahabat Pegadaian, pergerakan harga emas diketahui melonjak tajam pada tahun 2019, saat itu harga emas dibanderol sebesar Rp750.000 per gram.
Setahun berselang, saat Covid-19 melanda dunia, harga emas terdorong naik hingga menembus Rp1.000.0000 per gram.
Sementara itu, pada tahun 2021-2022 harga emas terpantau stabil seiring membaiknya kondisi ekonomi global pascapandemi. Harga emas berada dikisaran Rp950.000 sampai Rp1.000.000 per gram sepanjang tahun 2021-2022.
Pada 2023, harga emas kembali menunjukkan tren kenaikan dan menembus Rp1.100.000 per gram. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya inflasi global serta memanasnya situasi geopolitik disejumlah negara.
Sepanjang 2024, harga emas melonjak hingga 29,5 persen dan berhasil mencapai rekor tertingginya dalam setahun terakhir. Berdasarkan data yang diperoleh dari laman Logam Mulia, pada awal Januari 2024 harga emas berada diangka Rp1.140.000 per gram dan mencapai Rp1.5200.000 per gram pada akhir tahun 2024.
Pada April 2025, harga emas sempat mencapai Rp2.000.000 per gram sebelum turun kembali ke kisaran Rp1.000.000 per gram. Kemudian, pada September 2025, nilainya kembali menembus level Rp2.000.000 per gram.
Menjelang akhir 2025, harga emas terus melanjutkan tren kenaikannya hingga hari ini telah menembus level Rp2.487.000 per gram. Pergerakan ini didukung oleh adanya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.
Secara global, J.P. Morgan memprediksi pertumbuhan harga emas pada tahun 2026 akan mencapai 4.000 dolar AS per ons. Sementara itu, Bank of America memperkirakan harga emas berada di angka 3.350 dolar AS per ons pada tahun 2026.
Prediksi Harga Perak 2026
Selama lima tahun terakhir, harga perak menunjukkan pergerakan naik turun setiap tahunnya. Meski demikian, perubahan nilainya tergolong kecil sehingga harga perak masih relatif stabil.
Pada awal Januari 2021, harga perak tercatat sebesar Rp12.057 per gram. Namun setahun berselang, nilainya turun sebesar Rp1.533 menjadi Rp10.524 per gram.
Nilai perak kembali menguat pada awal 2023, mencapai Rp12.017 per gram. Namun, pada awal 2024 harga perak kembali turun menjadi Rp11.773 per gram. Setahun berselang, nilainya melonjak lagi hingga menyentuh Rp15.074 per gram.
Berikut ini ialah daftar harga perak per gram selama lima tahun terakhir:
- 1 Januari 2021: Rp12.057
- 3 Januari 2022: Rp10.524
- 2 Januari 2023: Rp12.017
- 1 Januari 2024: Rp11.773
- 1 Januari 2025: Rp15.067
Tirto telah merangkum sejumlah informasi penting mengenai Harga Emas. Yuk, cek artikel selengkapnya dengan klik tautan di bawah ini!
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id

































