tirto.id - Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi resmi menyepakati penguatan kemitraan strategis, salah satunya melalui implementasi sistem pembayaran lintas batas berbasis kode QR (Cross Border QR Payment). Kerja sama keuangan digital ini diteken langsung di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/7/2026), guna mendorong kemudahan bisnis dan pariwisata kedua negara.
Dalam pernyataan bersama, Prabowo mengatakan peningkatan konektivitas menjadi fondasi penting untuk memperkuat hubungan masyarakat antara Indonesia-India. Selain itu, juga meningkatkan aktivitas perdagangan dan investasi.
Oleh sebab itu, Indonesia mendukung pembangunan pelabuhan di Kepulauan Andaman dan Nicobar, India, yang akan terhubung dengan pengembangan Pelabuhan Sabang di Aceh.
"Hubungan antara masyarakat kedua negara juga akan semakin erat dengan meningkatnya konektivitas. Untuk itu, saya menyampaikan dukungan terhadap pembangunan pelabuhan di Kepulauan Andaman dan Nicobar di India, dan juga pengembangan dan pembangunan Pelabuhan Sabang di Aceh sebagai penghubung strategis antara Pulau Sabang dan Kepulauan Andaman dan Nicobar di India," ujar Prabowo, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).
Di bidang ekonomi, kedua negara memandang kerja sama perdagangan sebagai salah satu pilar utama hubungan bilateral. Karena itu, Indonesia dan India berkomitmen meningkatkan nilai perdagangan melalui percepatan pembahasan Indonesia–India Preferential Trade Agreement serta peninjauan peningkatan (upgrading) ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA).
Kerja sama juga diperluas ke sektor keuangan, yakni melalui implementasi sistem pembayaran lintas batas berbasis kode QR (Cross Border QR Payment).
“Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperkuat ketahanan sektor keuangan,” lanjut Prabowo.
Selain itu, di tengah dinamika global, Indonesia dan India sepakat memperkuat kolaborasi di sektor energi, termasuk pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya, pertukaran teknologi, serta peningkatan kapasitas di bidang teknologi nuklir.
Pada kesempatan yang sama, Perdana Menteri Narendra Modi menekankan pentingnya membangun rantai pasok yang tangguh, terutama di sektor teknologi dan industri strategis, termasuk memperkuat rantai pasok mineral kritis dan industri baja.
"Hari ini ketahanan pasokan teknologi sangat penting. Kesepakatan penting telah ditandatangani untuk meningkatkan rantai pasokan di sektor mineral kritis dan baja," kata Modi.
Ia mengatakan dunia usaha dari kedua negara juga mulai menjalin berbagai kemitraan baru, termasuk pada industri baja nirkarat (stainless steel) dan logam tanah jarang (rare earth), yang dinilai memiliki peran strategis dalam pengembangan industri berteknologi tinggi.
Sama halnya dengan Prabowo, Modi juga menyambut baik rencana integrasi sistem pembayaran digital berbasis QR antara kedua negara. "Kami sangat senang akan diintegrasikan dengan sistem pembayaran di Indonesia. Hal tersebut akan mendorong kemudahan berbisnis dan kemudahan untuk traveling," ujarnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id































