tirto.id - Pelarian pasangan suami istri berstatus ASN berinisial YA dan JN akhirnya berakhir. Pemilik Ummi Wisata Travel ini ditangkap Polres Lubuklinggau di Tangerang, Banten, setelah diduga menipu 20 jemaah umrah asal Lubuklinggau dan Musi Rawas hingga terlantar selama 15 hari di Jakarta tanpa kepastian.
Kasatreskrim Polres Lubuklinggau, AKP Muhammad Kurniawan Azwar, mengonfirmasi YA dan JN berstatus sebagai ASN. Keduanya ditangkap dalam pelariannya di Tangerang, Banten, Selasa (14/4/2026). Mereka kini telah dibawa ke Mapolres Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel), untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Benar, kami amankan dua pelaku dugaan penipuan keberangkatan umrah," ungkap Kurniawan pada kontributor Tirto, Rabu (15/4/2026).
Kurniawan mengatakan, kedua pelaku merupakan pemilik Ummi Wisata Travel yang beralamat di Lubuklinggau. Mereka selalu mangkir dari panggilan pemeriksaan hingga penyidik berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Musi Rawas karena berstatus sebagai ASN.
"Sebelumnya, kedua pelaku kita tetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang). Kami masih periksa dulu untuk status hukum kasus ini," kata Kurniawan.
Kurniawan menjelaskan, kedua pelaku ditangkap atas laporan korban pada 24 Februari 2026 dengan tuduhan perjalanan keberangkatan umrah. Para korban telah menyerahkan uang puluhan juta rupiah namun gagal berangkat.
"Laporan masuk pada akhir Februari kemarin, ada beberapa korban yang melapor," kata Kurniawan.
Diberitakan sebelumnya, warganet dihebohkan dengan video yang mengungkap dugaan penipuan biro perjalanan umrah. Bukannya berangkat, 20 calon jemaah asal Musi Rawas dan Lubuklinggau, Sumatera Selatan, malah terlantar di Jakarta.
Kasus ini terungkap dari postingan akun Facebook milik Endi Semeteh. Ironisnya, para korban semuanya kalangan lanjut usia. Mereka terluntang lantung di Jakarta lebih dari dua pekan setelah tak ada kabar kepastian berangkat.
Korban mengaku mengumpulkan uang hasil keringat untuk sampai ke tanah suci. Namun mereka justru dipermainkan oleh pihak travel umrah sehingga keberangkatan korban terhenti hanya sampai Jakarta.
Rombongan berjumlah 20 orang itu berangkat dari Palembang ke Jakarta. Ketika itu, calon jemaah dijanjikan berangkat dari dari Palembang tujuan Jeddah, Arab Saudi, dengan tujuan transit Jakarta.
Sesampainya di Jakarta pihak travel menghilang tak dapat dihubungi. Para korban akhirnya terluntang-lantung menunggu kejelasan keberangkatan. Setelah 15 hari di sana, sekitar 12 orang di antaranya tetap berangkat ke tanah suci dengan membayar ongkos baru di travel lain dan sisanya pulang kampung.
Penulis: Irwanto
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































