Menuju konten utama

Polisi Klaim Personelnya Tak Bawa Senjata Amankan Aksi 299

Polda Metro Jaya mengatakan personelnya tidak menggunakan senjata api untuk mengamankan aksi 299 yang akan berlangsung hari ini di depan Gedung DPR RI.

Polisi Klaim Personelnya Tak Bawa Senjata Amankan Aksi 299
Ilustrasi. Aksi 212 jilid 2, Selasa (21/2/2017. Tirto.id/Andrian Pratama Taher

tirto.id - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan pihaknya akan bersikap humanis menjaga aksi massa 299 dan telah memberitahu kepada personil Kepolisian yang menjaga aksi massa 299 agar bersikap humanis terhadap peserta aksi.

"Kami sudah melakukan tactical floor game sebelum aksi ini dengan harapan para anggota tahu bahwa unjuk rasa ini adalah kegiatan kemanusiaan dan diberitahu agar bersikap humanis," kata Argo di depan pintu masuk utama Gedung MPR/DPR/DPD, Kompleks Parlemen Jakarta, Jumat.

Argo mengatakan anggota Polri juga sudah diinstruksikan tidak menggunakan senjata api namun dipersiapkan tongkat apabila ada peningkatan kejadian di lapangan.

Dia mengatakan Polri juga telah menyiapkan personel wanita yang menggunakan hijab untuk ikut serta mengamankan aksi massa tersebut.

"Nanti juga ada anggota kami yang menggunakan hijab, ada beberapa hal yang akan kita lakukan secara humanis," ujarnya, seperti diwartakan Antara.

Menurut dia, Kepolisian sudah menyiapkan sekitar 20.000 personil untuk mengamankan aksi massa tersebut sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan kegiatan tersebut.

Dia mengatakan semua lini seperti jalur perekonomian dan yang lain sudah diamankan dan pihaknya berharap aksi massa tersebut berjalan lancar, aman dan damai sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Sebelumnya, Aksi 299 yang akan digelar pada Jumat (29/9/2017) digagas oleh Presidium Alumni 212.

Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Maarif menyampaikan, aksi tersebut digelar dalam rangka mendesak DPR menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

"Kami akan dorong anggota DPR untuk menolak Perppu tersebut," ujar Slamet seusai bertemu dengan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Gedung Nusantara III, Jakarta, Senin (26/9/2017).

Selain itu menurut dia, aksi tersebut juga meminta DPR menolak dan melawan kebangkitan PKI yang indikasinya semakin menguat dalam beberapa waktu terakhir.

Sementara itu, Polda Metro Jaya sudah menerima surat pemberitahuan tentang pelaksanaan aksi massa tersebut.

Argo Yuwono mengatakan surat pemberitahuan sudah sampai di Mabes Polri dan tembusan ke Polda Metro Jaya.

"Surat pemberitahuan aksi sudah masuk dikirim oleh Aliansi Presidium Alumni 212 dalam surat itu titik kumpul ada di dekat masjid-masjid DPR. Sasarannya aksi di Gedung DPR," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (28/9/2017).

Argo menambahkan jumlah peserta aksi sampai sekitar 17 ribu yang berasal tidak hanya dari Jakarta namun juga di luar Jakarta seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Baca juga artikel terkait AKSI 299 atau tulisan lainnya dari Maya Saputri

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Maya Saputri
Penulis: Maya Saputri
Editor: Maya Saputri