Menuju konten utama

Polisi Kerahkan 1.392 Personel Pengamanan untuk Jaga Demo Buruh

Laporan yang masuk pihak kepolisian unjuk rasa juga akan digelar di PN Jakarta Pusat terkait dengan mengawal sidang para terdakwa kasus penghasutan. 

Polisi Kerahkan 1.392 Personel Pengamanan untuk Jaga Demo Buruh
Aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Pusat saat hendak menurunkan poster bergambar Presiden Joko Widodo di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (1/5/2024). (Tirto.id/M. Irfan Al Amin)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Total 1.392 personel gabungan Polri akan dikerahkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban aksi unjuk rasa buruh di sekitar Istana Negara dan depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (29/12/2025). Unjuk rasa buruh ini terkait dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang telah ditetapkan pemerintah.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan, telah dilakukan Tactical Wall Game (TWG) dan apel pelayanan sejak pukul 06.00 WIB.

“Personel yang dikerahkan dalam pengamanan ini terdiri dari jajaran Polda, Polres, hingga Polsek dengan total 1.392 personel,” kata Susatyo dalam keterangan yang Tirto terima, Senin (29/12/2025).

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh, sebelumnya, mengatakan akan menggelar aksi demonstrasi selama dua hari berturut-turut pada 29 dan 30 Desember 2025 di Istana Negara dan depan kompleks DPR RI.

Puluhan ribu buruh dari DKI Jakarta dan Jawa Barat dijadwalkan turun ke jalan untuk menolak penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2026 serta kebijakan upah sektoral di Jawa Barat.

Susatyo menyatakan, dari laporan kepada pihak kepolisian bahwa unjuk rasa juga akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait dengan mengawal sidang para terdakwa kasus penghasutan.

Atas dua unjuk rasa yang akan diselenggarakan, Susatyo menegaskan, kepolisian menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, namun pelaksanaannya harus tetap mengedepankan ketertiban dan kepatuhan terhadap aturan hukum.

“Kami mengimbau seluruh peserta aksi agar menyampaikan pendapat secara sejuk dan damai. Para orator diminta tidak memprovokasi massa lainnya, tidak melakukan tindakan anarkis, tidak merusak fasilitas umum, tidak membakar ban bekas, serta tidak melawan petugas di lapangan,” ujar Susatyo.

Dia menambahkan, seluruh personel yang diterjunkan tidak dibekali senjata api. Para petugas pengamanan juga diperintahkan untuk mengedepankan pendekatan humanis dan profesional dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Petugas hadir untuk melayani dan mengawal jalannya kegiatan penyampaian pendapat. Tidak ada anggota yang dibekali senjata api. Pendekatan humanis dan persuasif menjadi prioritas kami selama kegiatan berlangsung,” ungkap Susatyo.

Dalam pelaksanaan pengamanan unjuk rasa ini, kata dia, personel disebar sesuai ploting masing-masing untuk melayani masyarakat di sekitar Monas serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas dan kemacetan lalu lintas. Terkait arus lalu lintas, dia menyampaikan bahwa pengaturan lalin akan dilakukan secara situasional dengan melihat perkembangan dan eskalasi massa di lapangan.

Susatyo juga berharap para pengguna jalan dapat mencari jalur alternatif selama aksi berlangsung. Melalui langkah ini, ungka dia, Polres Metro Jakarta Pusat berharap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dapat berjalan tertib, aman, serta tetap menghormati hak pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

“Kami mengimbau masyarakat yang akan melintas di sekitar Monas agar menggunakan jalan alternatif guna menghindari kemacetan,” tutur dia.

Baca juga artikel terkait DEMO BURUH atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Alfons Yoshio Hartanto