Menuju konten utama

Pesan MUI dalam Peringatan Tahun Baru Islam 1439 H

MUI mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk mengembangkan toleransi dan wawasan kebhinnekaan sejati.

Pesan MUI dalam Peringatan Tahun Baru Islam 1439 H
Warga memeriahkan peringatan Tahun Baru Islam, Rabu (20/9/2017). ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

tirto.id - Tahun Baru Islam atau 1 Muharram 1439 H yang diperingati hari ini, Kamis (21/9/2017) hendaknya dijadikan sebagai momentum kebangkitan bagi umat Islam, khususnya kaum muslimin yang ada di Indonesia. Pesan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Saadi.

"Kebangkitan itu berdasarkan iman, ilmu, dan amal saleh guna mewujudkan kesalehan pribadi menuju kesalehan sosial demi terwujudnya kemaslahatan umat dan bangsa," ucap Zainut Tauhid Saadi di Jakarta seperti dikutip dari Antara.

Mewakili MUI, Zainut Tauhid Saadi meminta kepada umat Islam di Indonesia menatap tahun baru dengan semangat kedamaian dan keikhlasan demi bangsa dan negara, serta keimanan dan ketakwaan yang lebih baik lagi kepada Allah SWT.

"Seraya kita berdoa semoga di tahun 1439 Hijriyah ini dapat meningkatkan amal kebajikan agar dapat memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara," tutur Zainut Tauhid Saadi.

Lebih lanjut Zainut Tauhid Saadi menambahkan, MUI juga menyarankan kepada kaum muslimin untuk mengembangkan sikap toleransi (tasamuh), keseimbangan (tawazun), dan bersikap adil (itidal), dalam menjalankan ajaran agama serta dalam kehidupan sehari-hari di negara yang Bhinneka Tunggal Ika ini.

"MUI mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk mengembangkan toleransi dan wawasan kebhinnekaan sejati," seru Zainut Tauhid Saadi.

Secara khusus Zainut Tauhid Saadi atas nama MUI meminta kepada penyelenggara negara agar melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan rakyat, serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

Terakhir, Zainut Tauhid Saadi juga mengimbau kepada semua pihak untuk saling membantu dan bahu-membahu membangun negara tercinta. "Itu sebagai bentuk refleksi dari nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, kepedulian dan saling menolong antarsesama dalam kebajikan dan ketakwaan untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang adil, bahagia, sejahtera lahir dan batin," tutupnya.

Baca juga artikel terkait 1 MUHARRAM 1439 HIJRIAH atau tulisan lainnya

tirto.id - Sosial budaya
Editor: Iswara N Raditya