Menuju konten utama

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Diproyeksi Bertahan di Atas 5 Persen

Sri Mulyani memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2022 mampu tembus di atas 5 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Diproyeksi Bertahan di Atas 5 Persen
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan keterangan usai penandatanganan Deklarasi Bali Asia Initiative disela pelaksanaan 3rd Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) dan Finance and Central Bank Deputies (FCBD) G20 di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (14/7/2022). ANTARA FOTO/POOL/Fikri Yusuf/rwa.

tirto.id - Menteri Keuangan, Sri Mulyani memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2022 mampu tembus di atas 5 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Capaian ini akan melanjutkan kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal I-2022 yang tumbuh positif sebesar 5,01 persen (yoy).

"Kita memperkirakan kuartal II juga akan bertahan di atas 5 persen (yoy). Didukung oleh komponen sisi konsumsi, investasi dan ekspor akan memberikan dampak yang sangat kuat terhadap kinerja PE kuartal II," katanya dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala III KSSK 2022, Senin (1/8/2022).

Selain dorongan dari berbagai komponen di atas, proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal II yang tetap positif juga tak terlepas dari adanya baseline effect pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021. Saat itu pertumbuhan tinggi sempat menyentuh 7,07 persen (yoy).

Selain itu, Bendahara Negara itu melihat berbagai indikator dini pada Juni 2022 juga sudah tercatat cukup baik. Misalnya indeks penjualan riil tumbuh 15,4 persen secara yoy. Kinerja sektor manufaktur juga tetap positif tercermin dari PMI manufaktur yang masih ekspansif dan bahkan mengalami penguatan dari 50,2 Juni menjadi ke 51,3 di Juli 2022.

Selain itu, konsumsi listrik terutama untuk industri maupun bisnis juga tumbuh positif dan kuat. Indeks keyakinan konsumen IKK juga meningkat pada level 128,2 dari posisi Maret yang waktu itu hanya di 111,0. "Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki optimisme terhadap prospek pemulihan ekonomi," ujarnya.

Dari sisi kinerja Neraca Pembayaran Indonesia atau NPI, Sri Mulyani memperkirakan tetap kuat di tengah tekanan terjadinya arus modal keluar. Transaksi berjalan pada kuartal II-2022 diproyeksikan mencatat surplus dan lebih tinggi dibandingkan capaian surplus pada kuartal I-2022

"Hal ini terutama didukung oleh kenaikan surplus di neraca perdagangan. Terutama akibat tingginya harga komoditas global yang merupakan barang-barang ekspor Indonesia," jelasnya.

Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN EKONOMI atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Anggun P Situmorang