Menuju konten utama

Pertemuan Prabowo-Lawrence Wong Bakal Hasilkan 26 Kerja Sama

Indonesia dan Singapura juga dijadwalkan menandatangani sebanyak 26 dokumen kerja sama atau memorandum of understanding (MoU) di berbagai bidang.

Pertemuan Prabowo-Lawrence Wong Bakal Hasilkan 26 Kerja Sama
Presiden Prabowo Subianto bersiap menyambut kedatangan Presiden Belarus Alexandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Belarus Alexandr Lukashenko untuk memperkuat hubungan kemitraan strategis kedua negara di berbagai sektor. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto, akan menggelar pertemuan tahunan dengan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong pada hari ini, Senin (6/7/2026). Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 11.00 WIB di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Agenda tersebut menjadi forum strategis untuk membahas penguatan hubungan bilateral kedua negara.

"(Akan ada) pertemuan tahunan Presiden RI dan Perdana Menteri Singapura. Juga akan ada 26 kesepakatan atau MoU yang nanti ditandatangani," kata Teddy saat dikonfirmasi awak media.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Singapura juga dijadwalkan menandatangani sebanyak 26 dokumen kerja sama atau memorandum of understanding (MoU) di berbagai bidang. Meski demikian, Teddy belum merinci bidang-bidang yang akan tercakup dalam 26 kesepakatan tersebut maupun waktu pelaksanaan penandatanganannya.

"Juga akan ada 26 kesepakatan/MoU nanti ditandatangani," tuturnya.

Meski begitu, rangkaian kerja sama yang tengah disiapkan kedua negara sebelumnya telah dibahas dalam The 16th Ministerial Meeting of the Six Working Groups (6WG) Bilateral Economic Cooperation Indonesia–Singapore antara Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong. Dalam pertemuan itu, kedua negara mengevaluasi implementasi kerja sama melalui enam kelompok kerja (working groups), yakni Batam, Bintan, Karimun (BBK) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), investasi, transportasi, agribisnis, pariwisata, serta ketenagakerjaan.

Mengusung tema Partnership for Growth: Industry, Green Transition, and Agri-Tech, pembahasan difokuskan pada penguatan kerja sama industri, ekonomi digital, transisi energi, ketahanan pangan, serta pengembangan sumber daya manusia.

"Kerja sama di kawasan BBK pada tahun 2025 mencatatkan investasi sebesar US$5,7 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Ke depan, Nongsa Digital Park akan terus dikembangkan untuk mendukung ekspansi ekonomi digital, demikian pula investasi di KEK Kendal yang akan diperluas melalui tambahan kawasan seluas 1.000 hektare," ujar Airlangga, dalam keterangan resmi.

Dalam pembahasan kelompok kerja BBK dan KEK, kedua negara juga menyoroti pertumbuhan industri pusat data (data center) di Batam. Sejumlah proyek investasi, seperti DayOne, Golden Digital Gateway, BW Digital, Princeton Digital Group, Racks Central, dan DCI Indonesia, dinilai memperkuat posisi Batam sebagai hub digital regional. Pengembangan tersebut turut didukung proyek kabel bawah laut Singapura–Batam yang menjadi fondasi penting konektivitas digital kawasan.

Airlangga menegaskan, pengembangan ekosistem digital membutuhkan dukungan berupa ketersediaan lahan, pasokan energi hijau, serta kepastian regulasi, termasuk terkait perlindungan data dan arus data lintas negara (cross-border data flow). Menurutnya, kombinasi faktor tersebut akan menentukan keberlanjutan investasi pusat data di Indonesia.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong mengatakan kedua negara terus memperkuat kerja sama di berbagai bidang strategis, termasuk peningkatan ketahanan rantai pasok (supply chain resilience) dan kemudahan berusaha lintas negara.

"Investasi Singapura ke Indonesia tetap menunjukkan kinerja yang kuat pada tahun 2025 dengan nilai Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai sekitar US$17,4 miliar. Singapura tetap berkomitmen untuk menjadi mitra yang bernilai dan terpercaya bagi Indonesia," kata Gan.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama