tirto.id - Siloam Hospitals Mampang resmi menyelenggarakan forum Siloam Orthovolution 2026: Symposium & Live Surgery untuk pertama kalinya pada Sabtu, 6 Juni 2026, dengan tema “Transforming Orthopaedic Care Through Innovation.”
Acara orthopaedi berskala besar perdana di lingkungan Siloam International Hospital ini menghadirkan total 14 pembicara internasional dan nasional, lebih dari 200 peserta dari kalangan dokter dan tenaga medis, tiga sesi live surgery, serta beberapa testimoni pasien.
Siloam Orthovolution 2026 menjadi momentum strategis dalam transformasi Siloam Hospitals Mampang menuju Siloam Orthopaedic Hospital, pusat rujukan nasional orthopaedi yang modern, terintegrasi, dan berbasis inovasi di Indonesia.
Siloam Orthovolution 2026 Perkuat Arah Transformasi Layanan Orthopaedi Siloam Hospitals Mampang
Siloam Orthovolution 2026 merupakan wujud keseriusan Siloam Hospitals Mampang dalam menjadikan orthopaedi sebagai salah satu fokus utama rumah sakit. Forum ini mempertemukan dokter spesialis orthopaedi, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan di bidang muskuloskeletal untuk berbagi pengetahuan, membahas perkembangan terbaru, serta melihat langsung penerapan teknologi dan pendekatan klinis dalam penanganan tulang, sendi, otot, dan mobilitas pasien.
David Utama, Presiden Direktur Siloam International Hospitals, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Siloam untuk memperkuat layanan unggulan di bidang orthopaedi.
“Melalui Siloam Orthovolution 2026, kami ingin menghadirkan standar layanan orthopaedi yang semakin kuat melalui keunggulan klinis, inovasi teknologi, dan kolaborasi multidisiplin. Kami berharap inisiatif ini dapat memperkuat peran Siloam Hospitals Mampang sebagai pusat layanan orthopaedi yang modern, komprehensif, dan berorientasi pada hasil klinis terbaik bagi pasien,” ujar David.
Sejalan dengan hal tersebut, Ratih Hadiwinoto, CEO Siloam Hospitals Mampang, menegaskan peran Siloam Hospitals Mampang sebagai rumah sakit premium dengan center of excellence di bidang orthopaedi.
“Kami ingin masyarakat semakin mengenal Siloam Hospitals Mampang sebagai rumah sakit premium dengan layanan orthopaedi yang kuat, lengkap, dan menyeluruh. Kehadiran dr. Peter Gifford dari Brisbane, Australia, bersama para pembicara nasional membuka ruang transfer knowledge yang berharga agar layanan kami terus berkembang sesuai kebutuhan pasien,” ujar Ratih.
Layanan Orthopaedi Terintegrasi Didukung Teknologi dan Kolaborasi Multidisiplin
Sebagai bagian dari transformasi menuju pusat layanan orthopaedi terintegrasi, Siloam Hospitals Mampang memperkuat layanan melalui pendekatan menyeluruh, mulai dari pemeriksaan awal, diagnosis, pemilihan terapi, tindakan medis, hingga rehabilitasi dan pemulihan. Pendekatan ini didukung oleh kolaborasi dokter spesialis orthopaedi, rehabilitasi medik, radiologi, anestesi, keperawatan, fisioterapis, serta tenaga kesehatan lainnya.
Kelengkapan fasilitas seperti layanan diagnostik, radiologi, sports performance center, kamar operasi modern, robotic-assisted surgery, navigasi bedah, prosedur minimal invasif, hingga regenerative medicine seperti stem cell dan orthobiologics menjadi bagian dari upaya Siloam Hospitals Mampang menghadirkan layanan yang lebih presisi, personal, dan sesuai kebutuhan pasien.
Prof. Dr. dr. Andri M. T. Lubis, Sp.OT, Subsp.CO(K), Founder Siloam Hospitals Mampang, menekankan bahwa perkembangan orthopaedi perlu diterjemahkan menjadi praktik klinis yang lebih baik dan aman bagi pasien.
“Melalui Siloam Orthovolution 2026, kami ingin membangun ruang pembelajaran yang ilmiah dan aplikatif, agar inovasi dalam teknologi, teknik operasi, dan pemulihan pasien dapat diterapkan secara tepat,” ujar Prof. Andri.
Melengkapi pandangan tersebut, dr. Henry Suhendra, Sp.OT, Subsp.CO(K), Founder Siloam Hospitals Mampang, menambahkan bahwa layanan orthopaedi tidak selalu harus berujung pada operasi.
“Teknologi penting untuk meningkatkan presisi dan keamanan tindakan, tetapi tujuan utama kami adalah membantu pasien kembali bergerak dan hidup lebih baik. Dalam banyak kondisi, terapi konservatif, rehabilitasi terarah, dan pemantauan berkelanjutan juga memiliki peran penting dalam perjalanan pemulihan pasien,” ujar dr. Henry.
Membantu Pasien Kembali Bergerak dan Meningkatkan Kualitas Hidup
Bagi pasien dengan gangguan sendi lutut, keberhasilan layanan orthopaedi tidak hanya diukur dari tindakan medis yang dilakukan, tetapi juga dari kemampuan untuk kembali berjalan, bergerak, bekerja, beribadah, berolahraga, dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.
Hal ini dirasakan oleh Iskandar Abubakar, salah satu pasien Total Knee Replacement (TKR) di Siloam Hospitals Mampang, yang sebelumnya mengalami keterbatasan gerak akibat keluhan pada lututnya.
“Bagi saya, keputusan untuk menjalani tindakan TKR bukan keputusan yang mudah. Ada rasa khawatir, tetapi sejak awal saya mendapatkan penjelasan yang jelas dan dukungan yang baik. Yang paling berarti bagi saya adalah merasa didampingi, bukan hanya saat tindakan, tetapi juga dalam proses untuk bisa kembali bergerak dan beraktivitas dengan lebih baik,” ujar Iskandar.
Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Vera, pasien bilateral knee replacement di Siloam Hospitals Mampang, yaitu tindakan penggantian sendi lutut pada kedua kaki. Dalam waktu tiga bulan pascaoperasi, Vera telah kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman, bahkan mengikuti kompetisi olahraga dan berhasil meraih kemenangan.
Pengalaman para pasien tersebut mencerminkan pentingnya layanan orthopaedi yang tidak hanya berfokus pada tindakan, tetapi juga perjalanan pemulihan pasien secara menyeluruh.
Melalui Siloam Orthovolution 2026, Siloam Hospitals Mampang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan orthopaedi yang lebih maju, terintegrasi, dan berorientasi pada kualitas hidup pasien, sehingga lebih banyak pasien dapat kembali bergerak, pulih dengan percaya diri, dan menjalani hidup dengan lebih baik.
Masuk tirto.id





























