Menuju konten utama

Istana Bantah Isu Perombakan Besar-besaran Kabinet Merah Putih

Pernyataan tersebut disampaikan Prasetyo menanggapi rumor di media sosial mengenai perombakan kabinet, termasuk posisi Menkeu.

Istana Bantah Isu Perombakan Besar-besaran Kabinet Merah Putih
Mensesneg Prasetyo Hadi bermain catur disela berbincang dengan wartawan di ruang media, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2025). Mensesneg mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto sudah meneken surat pemberhentian Wamen Imipas Silmy Karim usai terjerat kasus dugaan korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/sgd

tirto.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, membantah kabar yang beredar mengenai rencana Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan besar-besaran di jajaran menteri Kabinet Merah Putih.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah tetap fokus menjalankan tugas masing-masing.

Pernyataan tersebut disampaikan Prasetyo menanggapi rumor di media sosial mengenai perombakan kabinet, termasuk posisi Menteri Keuangan, saat memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

"Sekali lagi dalam beberapa kesempatan sudah kami sampaikan bahwa sampai hari ini belum ada rencana kalau tadi disebutkan perombakan apalagi besar-besaran terhadap Kabinet Merah Putih, belum ada," ujar Prasetyo kepada awak media.

Menurut Prasetyo, seluruh menteri saat ini tengah bekerja keras dan berkonsentrasi pada tanggung jawab yang diemban.

Pihaknya memastikan akan memberikan keterangan resmi apabila ada perubahan kebijakan di masa mendatang.

"Karena memang kita semua sedang bekerja keras, fokus, dan konsentrasi menjalankan tugas kita masing-masing. Jadi sampai hari ini belum ada rencana itu. Nanti pada waktunya kalau memang diperlukan pasti akan kami sampaikan kepada saudara-saudara," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prasetyo juga menjelaskan agenda Presiden Prabowo hari ini, Senin (8/6), yakni menerima surat kepercayaan dari delapan duta besar negara sahabat serta melantik pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dan Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.

Terkait penunjukan Said Iqbal, Prasetyo menjelaskan bahwa Prabowo berharap ada komunikasi yang lebih cair antara pemerintah dan kelompok buruh.

Langkah ini dinilai lebih efektif dibandingkan rencana pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh yang sempat muncul setahun lalu.

"Secara esensi yang diharapkan adalah sama ya, terjadi komunikasi yang jauh lebih cair, jauh lebih intens, tidak birokratis, di dalam hal sekali lagi kita bersama-sama memperjuangkan apa yang selama ini diharapkan oleh kawan-kawan buruh, apalagi dalam situasi kondisi ekonomi yang sekarang ini," jelas Prasetyo.

Baca juga artikel terkait RESUFFLE KABINET atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama