Menuju konten utama

Perhutani Petakan 32 Titik Rawan Banjir & Longsor di Indonesia

PT Perhutani telah menyiapkan langkah mitigasi ketika memang longsor maupun banjir terjadi di puluhan titik, termasuk kerja sama dengan BNPB.

Perhutani Petakan 32 Titik Rawan Banjir & Longsor di Indonesia
Warga mengangkut bambu menggunakan sepeda motor melintasi jalan darurat di lokasi tanah longsor Desa Ngadisepi, Gemawang, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (6/1/2026). ANTARA FOTO/Anis Efizudin/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Perhutani, Natalas Anis Harjanto, mengatakan saat ini terdapat 19 titik rawan banjir dan 13 titik rawan longsor yang tersebar di Indonesia.

Hal ini ia sampaikan saat rapat dengar pendapatan dengan Komisi IV DPR RI di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).

"Ada 19 titik peta lokasi rawan banjir dan ada 13 titik untuk peta lokasi rawan longsor, ini sudah kami petakan," tuturnya.

Dalam pemaparannya, sebanyak 19 titik rawan banjir tersebut berada di Jawa Barat tiga titik, Banten satu titik, Jawa Tengah satu titik, serta Jawa Timur enam titik. Kemudian, sebanyak 13 titik rawan banjir tersebut berada di Jawa Barat enam titik, Jawa Tengah dua titik, dan Jawa Timur lima titik.

Menurut Natalas, PT Perhutani telah menyiapkan langkah mitigasi ketika memang longsor maupun banjir terjadi di puluhan titik tersebut. PT Perhutani juga disebut telah bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk langkah mitigasi itu.

"Kami juga sudah punya semacam MoU seperti itu, dengan BNPB. Jadi kami sudah melakukan PKS [Perjanjian Kerja Sama], kalau ada apa-apa, kami minta bantuan karena terus terang peralatan kami terbatas," urainya.

"Kalau ada apa-apa, kami bisa melakukan penanganan secara cepat," sambung dia.

Natalas menyatakan PT Perhutani memiliki cabang di kawasan-kawasan untuk memantau titik rawan banjir, rawan longsor, maupun hutan se-Indonesia, yakni 57 satuan kerja atau pengawas setingkat kota/kabupaten, 425 kesatuan pengelolaan hutan (KPH) atau pengawas setingkat kecamatan, 4.596 mantri atau pengawas langsung.

"Jadi, ini adalah garis komando kami, apabila terjadi bencana, ini kami sudah lakukan, ada tapak-tapak kami yang membantu secara garis komando," urai Natalas.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto