Menuju konten utama

Perbaikan JPO Polda dan Senen Pakai APBN, Estimasi Rp19 Miliar

Pramono menyebut perbaikan terhadap dua fasilitas itu di antaranya mencakup halte transjakarta juga lift yang digunakan sebagai akses masyarakat.

Perbaikan JPO Polda dan Senen Pakai APBN, Estimasi Rp19 Miliar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo usai melakukan pertemuan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2025). tirto.id/Rahma

tirto.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum untuk memperbaiki dua jembatan penyeberangan orang (JPO) yang dirusak oleh orang tak bertanggungjawan saat aksi unjuk rasa yang berujung kericuhan beberapa waktu lalu.

Kedua JPO itu masing-masing berlokasi di depan Polda dan kawasan Senen Jakarta Pusat.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut, taksiran nilai perbaikan kedua JPO tersebut mencapai Rp19 miliar. “Kami sudah menghitung, sebagai indikasi nilainya kurang lebih Rp19 miliar, 2 JPO tadi,” kata Pramono usai melakukan pertemuan bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2025).

Pramono menyebut perbaikan yang dilakukan terhadap dua fasilitas itu di antaranya mencakup halte transjakarta juga lift yang digunakan sebagai akses masyarakat. Adapun dana yang digunakan adalah anggaran milik Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Dalam kesempatan ini, saya juga meminta bantuan kepada Kementerian PU apabila beliau berkenan untuk yang JPO di Senen dan juga JPO di Polda untuk dibantu oleh pemerintah pusat,” kata Pramono.

“Tadi kami berdiskusi dan beliau langsung memberikan respon,” sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan bahwa anggaran pemerintah pusat yang siap digelontorkan dari APBN sudah termasuk dengan pengerjaan halte hingga akses lift baik JPO Polda maupun JPO yang berada di Senen.

“Tadi pagi kan saya sudah sampaikan kepada semua wartawan bahwa kita sudah menganggarkan Rp900 miliar tuh. Untuk seluruh Indonesia ya, bukan hanya untuk DKI. Jadi insya Allah cukup lah untuk meng-cover dua JPO ini,” kata Dody.

Sebagai informasi, nilai kerugian akibat kerusakan fasilitas umum (fasum) oleh orang tak dikenal usai unjuk rasa bertambah menjadi sekitar Rp80 miliar. Kerugian ini bertambah dari yang sebelumnya ditaksir mencapai Rp55 miliar untuk perbaikan dua JPO di daerah Jakarta Pusat.

Baca juga artikel terkait KERICUHAN atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Insider
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana