Penyakit Sistem Peredaran Darah Manusia: Anemia hingga Hipertensi

Oleh: Cicik Novita - 9 April 2021
Dibaca Normal 3 menit
Berikut ini beberapa jenis penyakit atau kelainan yang dapat terjadi di peredaran darah.
tirto.id - Darah merupakan salah satu komponen penting dalam tubuh manusia. Seluruh tubuh dialiri oleh darah melalui pembuluh darah yang dipompa jantung.

Jika terjadi penyakit pada sistem peredaran darah atau pada darah itu sendiri, maka tubuh akan mengalami masalah besar. Mengapa darah begitu penting? Berikut ini penjelasannya:

Pengertian Darah

Darah adalah cairan berwarna merah yang mengaliri seluruh tubuh dan terkait langsung dengan sel-sel dalam tubuh. Agar bisa mencapai seluruh anggota tubuh, darah mengalir melalui sistem peredaran darah dengan dipompa oleh jantung dan pembuluh darah, demikian mengutip laman e-modul Kemdikbud.

Pembuluh darah ada dua jenis yaitu pembuluh nadi dan pembuluh balik.

-Fungsi darah

Darah menjadi sangat penting keberadaannya karena memiliki beberapa fungsi yang vital yaitu:
  • Sebagai alat transportasi bagi sari makanan, oksigen dan karbondioksida juga hasil samping metabolisme, air, hormon dan obat.
  • Sebagai termoregulasi atau pengatur suhu tubuh
  • Sebagai imunologi yaitu mengandung antibodi tubuh untuk melawan virus dan bakteri
  • Sebagai homeostatis yaitu mengatur keseimbangan zat, pH, regulator
  • Melakukan proses pembekuan darah untuk menutup adanya luka (koagulasi)
-Pembentuk darah

Darah terbentuk dari beberapa jenis, yaitu plasma darah, sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah.

1.Plasma darah


Plasma darah 90% terdiri dari air dan 10% berupa gabungan zat makanan (asam amino, asam lemak, kolesterol, garam dan mineral), zat yang diproduksi sel (enzim, hormon, antibodi), protein darah (albumin, fibrinogen, globulin), zat hasil metabolisme (urea, asam urat, dll), gas-gas respirasi (oksigen dan karbondioksida).

Dalam plasma darah, ada cairan yang tidak mengandung fibrinogen dan disebut serum darah

Terdapat antibodi yang jenisnya yaitu:

-Presipitin (antibodi yang dapat menggumpalkan)

- Lisin (antibodi yang dapat menguraikan antigen)

- Antitoksin (antibodi yang dapat menawarkan)

Fungsi plasma darah adalah:

Membersihkan tekanan osmotik darah

Mengangkut sari makanan ke sel-sel

Membawa sisa pembakaran dari sel ke tempat pembuangan

Menghasilkan zat kekebalan tubuh terhadap penyakit atau zat antibodi.

2.Keping darah

-Eritrosit (sel darah merah): Jumlahnya antara 4 – 5 juta/mm3, umurnya 0-120 hari, diproduksi di sumsum tulang merah. Sel darah merah berfungsi Mengangkut CO2 dan O2

-Leukosit (sel darah putih): Jumlahnya 4.5 – 10 ribu/mm3, umurnya 12 hari, diproduksi di sumsum tulang belakang dan jaringan limpa. Sel darah putih berfungsi Melindungi tubuh terhadap serangan benda asing, bakteri atau virus

-Trombosit (keping darah): jumlahnya 15 – 300 ribu/mm3, umurnya 8-10 hari, diproduksi di hati dan limpa. Berfungsi pembekuan darah.

Khusus sel darah putih, terbagi menjadi 5 jenis yaitu: neutrophil, eusinofil, basophil, monosit, dan limfosit.

Struktur dan alat peredaran darah

Darah mengalir melalui sistem yang sangat rapi yang berawal dari pusat peredaran darah. Laman sumber belajar Kemdikbud memaparkan yaitu:

1.Jantung

Jantung adalah pusat peredaran darah yang memompa darah ke pembuluh-pembuluh darah. Jantung memiliki 4 ruang yaitu dua serambi (atrium) dan dua bilik (ventrikel). Letak jantung di rongga dada sebelah kiri di atas diafragma. Terbungkus oleh 2 lembar kantong perikardium.

Terdapat katup atrioventikuler di antara serambi dan bilik jantung, untuk mencegah aliran dari bilik ke serambi. Serta katup semilunaris (katup aorta dan pulmonalis) untuk mencegah aliran balik dari aorta dan arteri pulmonalis kiri ke bilik selama diastole.

2.Pembuluh darah

Pembuluh darah terdiri dari pembuluh arteri dan pembuluh vena. Pembuluh arteri terhubung dengan vena pada bagian kapiler dan venulaendotheliumnya. Letak vena dan arteri bersebelahan, tapi dinding arteri lebih tebal.

Kapiler adalah cabang terkecil dari arteri dan vena, dan hanya memiliki satu lapisan tunggal endothelium dan sebuah membran basal. Struktur pembuluh darah vena dan arteri berbeda karena perbedaan fungsi.

-Pembuluh Arteri

Fungsi pembuluh arteri adalah tempat mengalir darah yang dipompa dari bilik jantung. Strukturnya liat dan elastis, mendapat tekanan lebih kuat dari pada pembuluh balik, dan punya sebuah katup (valvula semilunaris) yang letaknya di luar jantung.

Arteri terdiri atas: Aorta (pembuluh dari bilik kiri menuju ke seluruh tubuh), Arteriol (percabangan arteri), Kapiler.

-Pembuluh vena

Vena berada dekat dengan permukaan kulit, dindingnya tipis serta tak elastis. Tekanan yang dialami lebih lemah dibanding arteri, dan memiliki katup berbentuk bulan sabit (valvula semi lunaris) untuk menjaga darah tidak balik arah.

Pembuluh vena terdiri atas:

  • Vena cava superior: membawa darah dari tubuh atas ke serambi kanan jantung.
  • Vena cava inferior: membawa darah dari tubuh bawah ke serambi kanan jantung.
  • Vena cava pulmonalis : membawa darah dari paru-paru ke serambi kiri.
Penyakit pada sistem peredaran darah

Sistem peredaran darah dapat mengalami kelainan atau penyakit yang membuat fungsinya terganggu. Berikut ini beberapa jenis penyakit atau kelainan yang dapat terjadi di peredaran darah, seperti ditulis pada sumberbelajar.kemdikbud.go.id :
  • Arteriosklerosis: terjadi pengerasan pada beberapa bagian pembuluh arteri disebabkan oleh lemak (lipid) yang mengendap.
  • Anemia: adalah kurangnya jumlah eritrosit dalam darah serta hemoglobin yang rendah.
  • Varises: adalah melebarnya pembuluh darah, biasanya terjad di bagian kaki, betis dan paha.
  • Hemeroid (ambeien): adalah pelebaran pembuluh darah di sekitar dubur
  • Ambolus: adalah adanya sumbatan pada pembuluh darah sebab benda bergerak.
  • Trombus: adalah sumbatan pada pembuluh darah sebab adanya benda tidak bergerak .
  • Hemofilia: adalah kelainan darah yang menyebabkan darah sukar membeku jika terjadi luka di permukaan kulit
  • Leukemia (kanker darah ) adalah: jumlah eritrosit yang naik tidak terkendali.
  • Erithroblastosis fetalis: adalah rusaknya eritrosit bayi/janin akibat aglutinasi dari antibodi yang berasal dari ibu.
  • Thalasemia: adalah anemia yang diakibatkan oleh rusaknya gen pembentuk hemoglobin.
  • Hipertensi: adalah tekanan darah tinggi akibat arteriosklerosis
  • Hipotensi: adalah tekanan darah rendah


Baca juga artikel terkait SISTEM PEREDARAN DARAH atau tulisan menarik lainnya Cicik Novita
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Cicik Novita
Penulis: Cicik Novita
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight