Pemprov DKI Jakarta Bentuk Pergub UPT Rumah DP 0 Rupiah Hari Ini

Oleh: Yulaika Ramadhani - 16 April 2018
Dibaca Normal 1 menit
"Hari ini baru dibentuk dulu UPTnya, jadi nanti ditunjuk personelnya, setelah itu akan diumumkan kapan proses pendaftaran untuk rumah DP Nol Rupiah. Pergubnya hari ini akan saya cek, tapi rencananya hari ini."
tirto.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk program rumah dengan uang muka nol rupiah.

"Hari ini baru dibentuk dulu UPTnya, jadi nanti ditunjuk personelnya, setelah itu akan diumumkan kapan proses pendaftaran untuk rumah DP Nol Rupiah. Pergubnya hari ini akan saya cek, tapi rencananya hari ini (ditandatangani)," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (16/4/2018).

Bulan lalu, Sandiaga sempat mengakui bahwa konsep pembiayaan program rumah dengan DP 0 persen masih belum matang. Maka dari itu, skema pembiayaannya pun masih bisa berubah-ubah selama proses pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) belum diselesaikan.

Target penyelesaian BLUD sendiri memang jatuh pada April 2018. Pemerintah daerah pun berharap dengan diselesaikannya BLUD, maka skema pembiayaan akan benar-benar matang dan bisa direalisasikan dalam kurun waktu lima tahun. Program rumah dengan DP 0 persen telah masuk ke dalam Rencana Pemerintahan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2022.

Dari penelusuran Tirto, Pergub yang dimaksud Sandiaga belum ada di situs web jaringan dokumentasi dan informasi hukum (JDIH) Pemprov DKI .
Kepala Biro Hukum DKI Jakarta Yayan Yuhana menyampaikan, Pergub itu memang belum ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta dan masih dibahas oleh tim di bawah Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman.
Setelah ditandatangani, kata dia, barulah Pergub tersebut ditembuskan ke instansinya untuk diunggah ke situs web JDIH DKI. "Ditunggu saja ya, saya belum tahu, ini katanya masih akan ditandatangani gubernur. Nanti kan kalau sudah dikirim ke Biro Hukum, nanti langsung diupload," ujarnya saat ditemui di Balai Kota.



"Nanti ada beberapa Pergub, yang pertama soal UPT dulu, setelah itu ada pergub lanjutan mengenai pembiayaan. Saya antisipasi begitu personalia ditunjuk UPT ini satu sampai dua minggu mungkin sudah bisa," kata Sandiaga.

Dia juga menyebut potensi munculnya calo dan rencana pemerintah provinsi meluncurkan kebijakan untuk mengawasi dan menindak pihak-pihak yang melakukan praktik percaloan terkait program penyediaan tempat tinggal yang bisa dibeli tanpa uang muka itu.

"Ini masyarakat dan Pemprov harus saling mengawasi dan tidak ada lagi toleransi kalau misalnya unit ini, yang sudah dipesan diperdagangkan, kita akan langsung cancel dan memasukkan kembali unit itu ke dalam inventory kita karena tidak boleh diperjualbelikan," katanya, lalu mengungkapkan bahwa dia baru-baru ini mengetahui bahwa ada tenda-tenda pedagang di Tanah Abang yang selama ini diam-diam diperjualbelikan.


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, ia menjelaskan, berusaha memberikan kemudahan bagi warganya untuk memiliki rumah dengan Program Rumah dengan DP Nol Rupiah.

Pembangunan unit tempat tinggal untuk Program Rumah DP Nol Rupiah antara lain sudah dimulai di Klapa Village, Jakarta Timur, pada 18 Januari 2018. Saat ini 6.000 warga telah menyampaikan berkas di Information Center Klapa Village untuk mengajukan pembelian.

Dilaporkan juga, sampai dengan saat ini, pemerintah daerah telah menyiapkan 703 unit hunian dengan DP 0 persen di Kelurahan Pondok Gede, Duren Sawit, Jakarta Timur. Hunian berbentuk rumah susun tersebut terdiri dari 20 lantai dan berdiri di atas lahan milik salah satu BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) DKI Jakarta, yakni PD Pembangunan Sarana Jaya. Sebanyak 513 unit bertipe 36 dan 190 unit sisanya merupakan tipe 21.

Program ini nantinya akan menyasar masyarakat kelas menengah ke bawah dengan pendapatan di kisaran Rp4-7 juta. Sampai dengan saat ini, pemerintah daerah telah menyiapkan 703 unit hunian dengan DP 0 persen di Kelurahan Pondok Gede, Duren Sawit, Jakarta Timur.


Baca juga artikel terkait RUMAH DP NOL PERSEN atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Yulaika Ramadhani