tirto.id - Kementerian Keuangan membidik industri padat karya sebagai tulang punggung kebijakan fiskal pada 2027. Langkah ini bertujuan menciptakan lapangan kerja sekaligus menekan angka pengangguran.
Pelaksana Harian (Plh) Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kementerian Keuangan, Ferry Ardiyanto, mengatakan bahwa stimulus fiskal akan diarahkan pada sektor-sektor yang mampu menyerap banyak tenaga kerja.
“Sektor prioritas peningkatan produktivitas meliputi industri padat karya seperti alas kaki, tekstil, dan furnitur, kemudian pariwisata seperti hotel, restoran, transportasi daring dan logistik, serta pertanian melalui hilirisasi dan digitalisasi,” kata Ferry saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Sejumlah insentif pun disiapkan untuk sektor-sektor tersebut. Di antaranya Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk sektor padat karya dan pariwisata, program magang bagi lulusan baru dengan uang saku setara upah minimum, serta diskon iuran JKK dan JKN sebesar 50 persen untuk pekerja transportasi daring.
Pemerintah juga menyalurkan subsidi kredit investasi guna merevitalisasi mesin industri. Program padat karya tunai tetap berjalan untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja di daerah.
Ferry menambahkan, upaya ini akan didukung program prioritas nasional. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diproyeksikan menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja. Sementara Kampung Nelayan Merah Putih ditargetkan menyerap 270 ribu pekerja.
Di sektor pedesaan, pemerintah mengandalkan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, peremajaan perkebunan, serta modernisasi gabungan kelompok tani (gapoktan) untuk membuka lapangan kerja.
Ferry mengungkapkan bahwa sejumlah insentif lain tetap dipertahankan, seperti pembebasan PPN untuk rumah hingga Rp2 miliar dan relaksasi PPh final bagi UMKM.
“Semua kami lakukan agar kelas menengah tetap menjadi kelas menengah atau naik kelas dan tidak jatuh ke aspiring class menengah,” katanya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id



































