Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google
tirto.id - Ketua Bidang Kesehatan DPP PDIP, Ribka Tjiptaning, mengkritik pelaksanaan Hari Buruh Internasional pada Jumat, 1 Mei 2026, yang diadakan oleh pemerintah di Kawasan Monas, Jakarta Pusat.
Ribka menyebut peringatan Hari Buruh tak bisa menjadi ruang aspirasi bagi para pekerja kerah biru karena hanya menjadi ajang bagi-bagi sembako yang dilaksanakan usai acara.
"Kemarin saya lihat 1 Mei, buruh hanya dikasih sembako palingan harganya Rp100 ribu, tetapi tidak menyelesaikan persoalan buruh," kata Ribka di GOR Otista, Jakarta Timur, Minggu (3/5/2026).
Menurutnya, pemerintah tak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan masalah buruh seperti sistem kerja outsourcing, hingga upah murah yang dinilai sudah tak lagi memadai dengan kondisi saat ini.
"Outsourcing masih tetap, tidak menyelesaikan persoalan buruh, bagaimana bayar kontrak rumah?" ujarnya.
Menurutnya, momentum May Day saat ini hanya menjadi ajang pembagian sembako saja. Dia mengutip pernyataan pemerintah bahwa gaji buruh akan naik 20 persen, namun fakta di lapangan, kebutuhan hidup telah naik hingga 50 persen.
"Kata pemerintah, sudah diberikan naik gaji 20 persen, tapi semua di lapangan naik 50 persen. Sama saja bohong. Buruh hanya dikasih permen saja, dikasih gula-gula saja," terangnya.
Selain mengkritik persoalan peringatan Hari Buruh, Ribka juga mempermasalahkan kebijakan pemerintah yang melantik Direktur Utama BPJS Kesehatan dari kalangan TNI yang diketahui saat ini dijabat oleh Mayjen TNI (Purn.) dr. Prihati Pujowaskito. Ribka menyebut pemimpin BPJS saat ini tak mampu menjawab persoalan para buruh terutama persoalan kesejahteraan.
"Kalau tidak sanggup Direktur BPJS turun! Ngapain, Direktur BPJS kok jenderal, tidak ada gunanya!" tegas Ribka.
Baca juga artikel terkait HARI BURUH atau tulisan lainnya dari Irfan Amin
tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id

































